YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Jumat, 31 Maret 2017

Sebuah Penantian Di Hari Itu...


           Tak ada seorang manusia pun di dunia ini yang menginginkan perpisahan dalam hidupnya. Dan tak ada seorang manusia pun di dunia ini yang merencanakan perkenalan terhadap orang yang dicintai dalam hidupnya. Salah satu dari manusia itu adalah aku. Aku mungkin menjadi manusia yang termasuk santai menjalani hidup. Mengikuti arus tanpa rencana pasti. Termasuk perkenalanku dengan kamu. Laki-laki yang akhirnya menjadi laki-laki paling keras kepala dan sulit yang harus aku hadapi. Laki-laki yang disaat perkenalan menjadi perkenalan termanis buat aku, terutama kisah kita. Kisah yang mengawali 10 tahun perjalanan kita sebagai KITA yang lebih istimewa. 
        
          Istimewa kita ternyata penuh luka, 10 tahun kita hanyalah penuh dosa. Aku tak lagi mampu menggenggam dan kamu tak mungkin lagi memeluk. Isinya tinggal kekecewaan dan pedih. Hati yang selayaknya kamu jaga, kamu biarkan menganga penuh sayat. Rasa yang sepatutnya kamu pupuk penuh cinta, kamu biarkan semakin kering. Aku sok kuat, aku sok tangguh, padahal rapuh, padahal ringkih. Iya, kita rapuh dan lemah. Kita sulit saling merangkul, kita sulit saling menguatkan. 

           Rindu itu, apakah masih kamu simpan? Rindu itu apakah sudah terurai dan tercerai berai? Aku tidak. Aku masih membungkusnya rapi tak ternoda. Aku masih menjaganya utuh tak tersentuh oleh siapapun kecuali kamu. Bahkan cinta tak bergeser sedikitpun. Tapi sia-sia...

Aku sakit...

Kita tinggal kisah yang berada di sebuah penantian di hari itu...

Sebuah penantian untuk KITA di masa selanjutnya...





Jakarta, 31 Maret 2017