YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Jumat, 08 Januari 2016

Jangan Ajari Aku Tentang Cinta...





Jangan ajari aku tentang cinta
Jika ego tak juga dapat berpindah dari jiwa

Jangan ajari aku tentang cinta
Jika hanya nafsu berbalut diri

Jangan ajari aku tentang cinta
Jika nestapa saja yang kau titipkan

Jangan ajari aku tentang cinta
Jika rindu tak jua tersemat

Jadi jangan ajari aku tentang...
Cinta yang sulit beriring kasih dengan doa
Tentang...
Cinta yang tak mungkin menuai harap
Tentang...
Cinta yang tanpa setia




#BunSay


Kamis, 07 Januari 2016

Manchester is You 2nd Chance...




Berdamai dengan kebencian itu sulit...


Bahkan akarnya semakin memuncak, daunnya semakin menghijau dan bunganya semakin membusuk...


Laki-laki itu adalah 4 kota yang kulewati di Inggris...


Dan aku tersudut dalam gundah...



#ManchesterisYou2ndChance

Perempuan nyaris...


"Gue nih apa sih, jadi manusia serba nyaris, otak nyaris pinter, muka nyaris cantik, kehidupan nyaris tajir, keberuntungan nyaris sempurna, heleh...nggak bisa apa Tuhan itu beneran pas sempurna ngasih porsinya?" Lala sibuk ngoceh di depan cermin sambil memandang wajahnya.

Riri geleng-geleng kepala melihat tingkah sepupunya.

"Iya kamu kan emang perempuan nyaris...nyaris stress...hahahaha... Lagian dosa nyalahin Tuhan buat suatu kesempurnaan, emang ibadah kamu udah sempurna gitu? Bersyukur dong Tuhan itu udah kasih kita jadi perempuan yang pas, bodinya pas segini sexy..." Riri joget-joget.

"La, kalo Tuhan menciptakan semua manusia itu sempurna, dijamin dunia ini biasa aja, nggak ada tantangannya, nggak ada asem manisnya, nggak nangis-nangis bahagianya, pokoknya mah datar aja gitu," Riri menambahkan.

"Iya tapi karena gue yang nggak sempurna ini makanya Adiya jadi nyuekin gue, karena gue yang serba nyaris ini makanya Adiya lebih suka sama Aleta, iya kan?" Lala terduduk lesu.

"Ya ampun La, kamu kok mikirnya sampe jauh banget? Aleta putih sih tapi kamu tuh jauh lebih manis tau..."

"Item maksudnya??"

"Iiihh..kamu tuh lebih adem...lebih ngangenin..."

"Puncak kali adem..."

"Nih ya, kalo nggak ngangenin, buktinya Saka nggak mungkin nitip salam ke aku buat kamu..."

"Hah? Apa kamu bilang? Saka?"

Riri cuma mengangguk tersenyum.

"La, di dunia ini nggak ada yang namanya perempuan nyaris apalagi sempurna, tergantung sih kita liatnya dari sisi mana karena kalo dari fisiknya aja ya sampe kapanpun nggak akan ada habisnya. Kita nantinya pasti akan tua, pasti keriput, pasti membotak, pasti bongkok, pasti pikun. Di dunia ini yang ada hanyalah, kita nggak bisa ngatur perasaan orang ke kita, kita nggak bisa maksa mereka suka sama kita, kita nggak bisa La. Nah sekarang, kalo pun Adiya bersikap kayak gitu ya udah sih biarin aja, dia nggak sadar aja kalo kamu tuh cantik manis manja grup begini," Riri tersenyum.

Lala terdiam sambil memainkan ujung jilbabnya. Tumben sepupunya bisa ngomong bener...

"Eh, si mamah sama ayah dari tadi ngobrol sama siapa sih, La?" keduanya bergegas keluar kamar.

"Ups... Saka?" Riri dan Lala saling berpandangan, sama terkejutnya dengan Saka.

"Hmm...sori aku nggak bermaksud nguping, cuma... Menurut aku perempuan sempurna itu memang nggak ada, aku malah nggak suka, buat aku perempuan nyaris itu lebih seru, lebih ngangenin... Kayak kamu La..." Saka tersenyum sambil berlalu menuju ruang tamu.

"Lala, sini La, ini ada orangtuanya Saka, ternyata Saka teman kamu ya? Mama papanya Saka tetangga kita waktu di Surabaya," Mama Lala bercerita.

"La, Saka ini sering cerita soal kamu, sampai kita berdua bingung yang mana perempuan yang bisa bikin Saka susah tidur," tambah Papanya Saka.

"Banyak nyamuk kali om hehehe..." ucap Lala bercanda.

"Makanya La, kami datang kesini mau bertemu orangtua Lala eh ternyata kenal, mungkin memang jodoh ya..." ujar Mama Saka.

"Maksudnya jodoh?" Lala mengulang pernyataan Mama Saka.

"Lala, Saka meminta kami datang kesini untuk melamar Lala..."

Lala terkejut, Riri nggak jauh beda, matanya setengah melotot.

"Laa...mungkin ini saatnya kamu jadi perempuan nyaris, Laa..."

"Nyaris apa Riii..."

"Nyaris pingsaaan...."