YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Sabtu, 28 Februari 2015

Tidur Bersamamu...


Tidur bersamamu selalu menjadi hal yang sangat aku tunggu
Bahagia yang tak terkira saat tidur memelukmu penuh cinta

Tidur bersamamu akan selalu penuh kenangan
Mengelus rambutmu sambil ku kecup keningmu
Itu tak ternilai...

Tidur bersamamu selalu menyenangkan
Bahkan aku tak ingin kau tumbuh
Aku takut, aku takut kalau aku tak lagi bisa...
Tidur bersamamu

Karena waktu terus berjalan
Membuatmu semakin besar dan dewasa
Aku pasti akan selalu rindu
Untuk tidur bersamamu...
Anak-anak Bunda...




#Harike-10
#30HarimenulisSuratCinta

Untuk sang Pecinta Kopi


Beberapa kali diteguknya kopi hitam itu, suaranya meneduhkan. Aku sudah hapal gaya dan caranya menyeruput kopi tiap hari. Mungkin istrinya pun tak separah aku bisa mengingat semua detil gaya lelakinya. Istrinya? Fuuih... Mungkin ia adalah istri yang beruntung, atau setidaknya pemenang dari ketampanan jati dirinya. Tak merokok, ramah dan murah senyum, serta bentuk wajahnya yang tegas semakin melukiskan kedewasaan. 

Sialnya aku tak pernah melihat ia bersama sosok wanita dan ini menjadi ketentuan mutlak dari teman-temanku bahwa ia seorang gay. So what kalo ia seorang gay? Yang penting dia bukan teroris atau pembunuh berdarah dingin. Tapi aku masih tetap pada keyakinanku bahwa ia masih laki-laki sejati. Pernah ada sekali waktu seorang wanita menghampirinya namun hanya hitungan detik ia segera pergi. 

Aku menyebutnya sang pecinta kopi. Bagaimana tidak? Untuk waktu yang sebentar saja tiga cangkir kopi sudah habis diminumnya. Kopi yang kental tak begitu manis. Aku mengamati sekeliling ruangan ini, cukup ramai tapi aku merasa agak sepi. Sang pecinta kopi tak nampak hari ini. Mungkin ia sakit. Atau sibuk dengan pekerjaannya. Atau malah sedang asyik bersama wanita pujaannya. Ah, aku nggak mau berspekulasi yang bikin pusing. 

Pagi ini Cafe Ngupi tutup untuk umum. Info sementara akan ada meeting all crew. Yang paling nggak terima dengan keadaan hari ini jelas saja aku. Sang pecinta kopi pasti akan kecewa dan mencari tempat minum kopi lain. Sebenarnya yang kecewa sih aku... Setengah jam mengikuti meeting ini yang aku petik hanyalah soal outing. Sampai tiba-tiba sosok itu masuk dan bergabung bersama kami. Sang pecinta kopi...

"Teman-teman perkenalkan, ini mas Adri, ia telah menjadi salah satu dari tim kami sebagai pemilik saham di cafe ini," ucap mas Danang.

Aku terperangah... Diam, lesu tanpa harap. Teman-teman lain menghampirinya memberi ucapan selamat, aku mencoba mengikuti meski berat. 

'Halo, aku Adrian. Kopi hitam buatanmu enak, terima kasih ya..."

Aku mendadak panik dalam hati.





#Harike-9
#30HariMenulisSuratCinta

Masha...


Untuk Masha si bocah enerjik, mengesalkan tapi membuat tawa :))

Terima kasih sudah hadir menjadi salah satu idola dari anak-anakku, karena dari Masha, anak-anakku belajar banyak hal, terutama bahasa pengantarmu. Anak-anakku mendadak berubah menjadi anak-anak Rusia hahaha... Bukan cuma lagu-lagunya yang hapal, tapi gerakan dan dialog tiap babak mereka hapal. Di Indonesia nggak ada ya kursus bahasa Rusia? Hahaha... emaknya mulai ngayal. Saking cintanya sama Masha, anakku yang bungsu menetapkan pilihan tema ultah ke-3 nya dengan tema Masha. Mulai dari kostum, kue ultah sampai goody bag. Jangan tanya gimana perjuangan cari printilan goody bag Masha di Asemka sama Omanya. Totaalll... Alhasil pulang kayak mau buka lapak :))

Masha and the Bear adalah kartun animasi asal Rusia yang diproduksi oleh Animaccord Studios. Bercerita tentang petualangan gadis kecil bersama dengan seekor beruang yang merupakan temannya. Serial yang diciptakan oleh Andrei Dobrunov, Oleg Kuzovkov dan Dmitry Loveiko (suer ngetik namanya susah bener) ini pertama kali ditayangkan di Rusia pada tanggal 7 Januari 2009 dengan pengisi suara Alina Ilnichna kukushkin.

Karakternya yang kadang sok tahu dan nggak bisa diem kayak bola bekel ini persis seperti anakku SAF. Spontan, lucu tapi ngeselin. Yah namanya juga anak kecil, sekesel-keselnya tetap aja bikin kangen :)






#Harike-8
#30HariMenulisSuratCinta

Jumat, 27 Februari 2015

Berlabuh...


Bukan soal waktu yang membawamu ke tepian, atau ke tengah samudera sekalipun. Tapi soal hati yang mengajakmu mengembara di hutan belantara. Soal rasa yang menggiringmu pergi berkelana mencari sosok. 

Seperti sore ini...

"Harusnya ini menjadi pemberhentian terakhirku," ucap Lesmana.
"Harusnya?  Kenapa nggak kamu wujudkan?" sahutku cepat.
"Sulit..."
"Apanya?"

Lesmana menatapku sambil tersenyum.

"Kamu..."

Dahi ku sedikit mengkerut bingung.

"Aku cuma mau sama kamu, kalo kamu mau maka aku akan berlabuh," kali ini Lesmana menyentuh punggung tanganku.

Aku tertunduk. Menatapnya hanya akan membuatku semakin gundah. Rasa ini begitu campur aduk. Dan persahabatan ini... Seharusnya tak begini...

Aku membuat tulisan besar dari gerakan kaki ku pada pasir putih ini, semoga saja ombak tak serta merta merenggutnya bersama deburannya.

S T O P

Lesmana terdiam.

"Berlabuhlah, aku adalah masa depan mu..." bisikku meyakinkan Lesmana.

Selanjutnya genggaman itu semakin erat, semoga tak terlepas sia-sia...





#Harike-7
#30HariMenulisSuratCinta

Rabu, 18 Februari 2015

Untuk Sebuah Keyakinan....


"Untuk berapa lama?"
"Seribu tahun..."
"Gombal!"

Aku tertawa melihat kata-kata pada tulisannya.

"Kamu masih nggak percaya?" ucapku.

Kamu hanya memberi icon senyum.

"Ya, sepertinya aku harus mulai percaya, karena ini sudah hampir seribu tahun," sahutmu sambil tertawa.
"Hahaha.... Bener kan? Sayang aku nggak akan kemana-mana, nggak akan berhenti ditengah jalan, apalagi nggak percaya sama cinta aku," ujarku.
"Itu artinya kamu sudah bisa nerima aku?" tanyaku penuh yakin.
"Kalau aku nggak bisa terima kamu, untuk apa dua puluh lima tahun pernikahan ini?" sahutmu mencium keningku.







-1000 Tahun Lamanya (Tulus)-

Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari Tiket.com dan nulisbuku.com #TiketBaliGratis

Apakah Kita Ada?


"Kenapa?"

Aku hanya terdiam. Terdiam dalam sejuta pertanyaan. 
Ah, kalau saja aku tak begitu sayang padamu, kalau saja aku tak begitu cinta padamu.

"Aku tahu, aku tahu... Aku sayang kok sama kamu, kamu kan tahu itu?" ucapmu melihat tatapanku.
"Apa aku masih bisa bertanya soal itu?" aku balik bertanya.
"Aku tahu dari tatapanmu kamu pasti mau menanyakan itu, iya kan?" jawabmu cepat.
"Buat apa? Apakah kita masih ada? Seingatku sudah nggak sejak..."
"Sejak apa?" nadamu mulai meninggi.
Aku mengalihkan pandanganku kearah pintu teras.
Kamu menoleh cepat dan tersenyum.

"Hai sayang, sebentar ya..." katamu pada pria bule itu sambil tersenyum centil.

"Sudahlah, aku mengerti..." ucapku pelan.

Untuk kesekian kalinya, kamu berbalik arah berjalan menuju apa yang kamu sebut cinta. Bukan, bukan aku. Cuma cinta aku yang melekat, tapi kamu tak rekat. 

Lalu apakah kita ada?
Mungkin bukan kita, tapi aku...






Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari Tiket.com dan nulisbuku.com #TiketBaliGratis

Senin, 16 Februari 2015

Dear Stiletto Book....

Buka twitter, ketik @Stiletto_Book


"Kamu cantik....Kenalaaann dooonggg...."


Terus lanjut ngulik-ngulik akunnya, web nya, semuanya tentang Stiletto Book :)

Maaf ya, baru mau kenalan aja nih hehe...




#SuratUntukStilettoBook

Jumat, 13 Februari 2015

Untuk sebuah Pencerahan...


Malam itu, malam itu angin berhembus begitu syahdu. Aku masih ingat betapa semua persendian ini teramat pasrah berserah diri. Airmata ini dengan derasnya mengalir. Aku terdiam dalam doa yang khusyuk. Ya, aku ingat, aku ingat dinginnya malam itu dalam ibadahku namun seolah jutaan malaikat berkeliling memberiku sebuah kehangatan.

Malam itu, entah malam ke berapa saat aku ber-i'tikaf bersama. Mungkin benar saat Ramadhan setan-setan terpenjara, hingga Kau biarkan para malaikat surga singgah di relungku.

Untuk sebuah pencerahan... 

Lalu ku tutup auratku...




Ramadhan, Desember 2004



#Harike-6
#30HariMenulisSuratCinta

Kado Yang Tak Terlupakan




23 Januari 2015



Kado yang tak terlupakan buat si mbok : Penangkapan BW oleh Bareskrim...






#SaveKPK
#Harike-5
#30HariMenulisSuratCinta

Kepada Hujan,


Sebaik-baik hujan memang menghadirkan berkah untuk siapapun

Hujan, 
Dengan rintiknya, dengan iringan anginnya, dengan derasnya...
Sebagian malah menitipkan rindu, 
Menitipkan airmata, 
Menitipkan cerita dari satu anak manusia

Ah hujan, 
Kamu tuh penting sekali bagi orang-orang yang sibuk mencari inspirasi
Begitu pentingnya untuk penikmat buku romantis 
Tak tergantikan bagi sebagian yang mengusung nafkah 
Kehangatan tersendiri buat para penikmat kopi

Hujan...Hujan...
Kamu memberi waktu yang tepat untuk kembali tarik selimut
Namun membuat gigit jari karena itu hanya mimpi
Kenyataan memang tak seindah impian
Dingin pun harus dilibas demi konsistensi
Eh, bukan, bukan karena itu, tapi karena takut SP
*gubrak

Sudahlah hujan,
Kamu jangan terlalu dalam bermain peran
Membuat banjir satu daerah
Lalu kami hanya bisa saling memaki

Aneh ya?

Padahal kan bukan salah mu
Padahal kamu datang membawa kesejukan
Padahal ulah kami para manusia
Tapi kamu, tetap jadi kambing hitam
Padahal kamu hujan, bukan kambing




#Harike-4
#30HariMenulisSuratCinta


Menyesal Memilihmu...


Pujian dan sanjungan pun berganti arah menjadi cerca dan makian. Tak lagi dijunjung sebagai orang hebat malah banyak yang menebak bakal tergusur. Dan seandainya benar tergusur, saya yakin akan semakin hancur. Bapak memang bukan yang terbaik, apalagi sempurna, bahkan sistem politik Bapak masih belum berdiri tegap. Tapi buat saya, Bapak pilihan yang lebih bersih (ya, seandainya aja ada 3 kandidat mungkin nggak akan seribut ini hehe..). Walaupun terpaksa mau "digelendotin" pihak-pihak berkepentingan.

Saya sudah memilih Bapak, mendukung dan mendorong sepenuh hati sebelum semua gonjang ganjing ini tersiar, haruskah sibuk memojokkan? Haruskah sibuk menghakimi sikap Bapak yang memang terlanjur kurang tegas? Iya, memang Bapak kurang tegas, nggak bisa setegas Ahok. Harusnya saat jadi orang nomor satu keluar aja lah dari genggaman parpol apapun dan jenis kepentingan apapun. Cuekin mereka yang punya niat pengen ini pengen itu. Fokus pada pembangunan negeri ini. Dengan begitu Bapak makin disegani kaum haters makin dicintai rakyat :)

Kasihan nggak sih jadi Bapak? Kok semua pihak sibuk menekan Bapak, mau repot mengecam Bapak? Malah Bapak seperti layaknya tersangka politis di mata publik. Lalu Bapak galau berat. Gara-gara sang jenderal polisi.Yang anehnya parpol sama DPR begitu bersahabat pengen sang jenderal polisi jadi Kapolri. Duh pak, Bapak punya dosa besar apa sih sama mereka? Bapak kan cuma mau memperbaiki negeri ini jadi lebih baik, lah dari pada saya nggak bisa kasih apa-apa buat negeri ini? :) Malu nggak sih, udah nggak bisa sumbang apapun buat negeri tapi malah sibuk sinis sama menghakimi. Mungkin lain kali kalo si mbok nyuruh ngajuin calon Kapolri, Bapak juga punya satu yang lebih qualified, jadi calon tunggal itu nggak bikin Bapak susah :)

Yang pasti, dengan kehadiran kasus sang jenderal, akan banyak program Bapak yang terbengkalai. Tapi kan ini justru yang paling ditunggu oleh mereka. Menunggu target kerja Bapak nggak selesai, lalu Bapak jatuh dan hancur ditengah jalan. Yang rugi? Jelas rakyat lagi.

Ibarat memilih pasangan, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, apa saya menyesal memilih suami saya? Jelas tidak. Dan saya tidak pernah menyesal memilih Bapak, buat saya, menyesal atas apa yang sudah menjadi pilihan adalah sikap pecundang.

Kritikan akan lebih membangkitkan semangat Bapak, teriaklah kalau memang itu penting. Bukan membuat lemah lalu jatuh...

Pak, semangat terus ya, meski banyak yang ingin melihat Bapak terpuruk, atuh saya mah apa da, nggak bisa telpon Bapak buat kasih semangat langsung tapi cukup kasih doa :)



#Harike-3
#30HariMenulisSuratCinta


Buah Lokal, Cintaku Padamu....


Sebagai perempuan yang lahir dan dibesarkan di Indonesia, sejak kecil saya telah dibiasakan untuk selalu mengenal bahkan mencintai produk dalam negeri. Yang paling melekat dalam ingatan adalah makanan-makanan khas daerah tertentu, tak terkecuali buah-buahan. Sebagai keluarga yang sangat mencintai buah-buahan, Papa adalah orang yang sering mengenalkan anak-anaknya pada buah-buahan melalui berbagai cerita. Sejak kecil saya sudah suka dengan hal yang namanya ngerujak. Terutama saat masa sekolah, terkadang hanya menemukan bangkuang dan ketimun kami seru ngerujak. Sebenarnya karena tidak begitu suka pedas, saya lebih suka makan buah-buahan tanpa embel-embel bumbu, lebih terasa makan buahnya :) Tapi apapun itu, saya selalu suka menyantap buah-buahan.
       
Terlepas dari kesukaan saya terhadap buah-buahan, dari jenis buah apapun menurut saya yang paling enak untuk dimakan adalah buah lokal. Ya, saya tak terlalu menyukai buah import. Penampilan, warna dan ukuran buah import memang jauh lebih menarik, namun keamanan dari buah import masih saya ragukan. Mungkin karena tidak tahu persis bibit tanaman tersebut ditanam, serta penggunaan zat kimiawi yang digunakan untuk pemupukan, pemeliharaan, penanggulangan hama sampai tanaman tersebut berbuah dan matang. Buah import juga lebih banyak membutuhkan bahan pengawet agar tahan lama selama berada di perjalanan (proses pengiriman) ke negara-negara. Buah lokal memiliki banyak keunggulan, salah satunya adalah cita rasa yang lebih baik. Produk buah lokal memang lebih unggul dari sistem distribusinya karena masyarakat bisa langsung membelinya. Dengan begitu akan cepat dimakan atau pun dimasak. Buah lokal yang memiliki tingkat nutrisi lebih baik juga menjadi pertimbangan. Vitamin, mineral dan lainnya yang terkandung di dalam buah-buahan dapat berfungsi secara optimal oleh tubuh. Karena kandungan nutrisi yang paling baik adalah saat buah tersebut dapat dikonsumsi segera setelah dipanen. Dari segi harga, tentu saja buah lokal lebih murah dibanding buah import, karena biaya produksi dan distribusinya tidak semahal buah import. Dengan begitu pengeluaran belanja menjadi hemat. Proses pengiriman buah import menggunakan kapal kargo juga menimbulkan polusi yang berasal dari pembakaran bahan bakarnya. Hal ini memicu terjadinya pemanasan global.

Dari sekian banyak buah-buahan, beberapa yang menjadi kesukaan saya adalah pisang, pepaya, durian dan jambu biji. Biasanya pisang lebih banyak variasi cara makannya, bisa dimakan langsung, dicampur susu kental manis dan es krim, atau pun di jus. Pilihan paling enak untuk di jus buat saya dibuat mix jus, pisang jeruk, yummyy.... Nah kalo pepaya, dimakan biasa saja sudah enak, agak kurang kalo sudah divariasi dengan macam-macam. Kalo durian, waduh itu sih tinggal dibuka kulitnya, makan deh buahnya hehe... Kalo jambu biji dimakan langsung enak, di jus juga yahud... Sebenarnya kalo jambu biji dari dulu paling males makan langsung, karena melihat bijinya yang lumayan banyak kebuang. Apalagi banyak orang sering bilang kalo makan bijinya si jambu biji bikin usus buntu, males kan... Begitu ada yang ketelen, langsung parno berkepanjangan. Tapi untunglah rasa parno itu nggak abadi sifatnya. Siang hari buka kulkas tiba-tiba dengan muka sedikit bingung fokus ke satu titik. Ini buah apa ya? Tanya ke Papa saya, katanya buah Guava Crystal. Hah? jenis buah apalagi itu kok saya baru denger? Penasaran banget langsung saya potong-potong, dagingnya empuk, kulitnya sih hijau muda pucet gitu, tapi matang. Enak banget! Bijinya? Wah hampir nggak ada, ludes sampai potongan terakhir ;) Ih ini bakal jadi cemilan baru pasti nih buat saya. Sambil menikmati cemilan sehat dan enak ini saya langsung browsing dong ke http://www.sunpride.co.id penasaran kayak apa sih cerita dari Guava Crystal ini.

Nama lengkapnya Guava Crystal Seedless, memiliki konsentrasi tinggi yang disebut lycopene atau antioksidan yang mampu melawan kanker prostat dan kandungannya juga sehat bagi penderita diabetes. Pantes saja Papa saya nggak merasa bersalah makannya meski punya diabetes :) Bahkan mengkonsumsi Guava Crystal tanpa kulitnya dapat mengurangi penyerapan gula dalam darah. Yang lebih unggul lagi adalah Guava Crystal kaya akan serat dan mudah dicerna. Tuh bener kan, nggak akan bersalah kalo abis makan buah ini. Justru akan membantu sembelit dan mampu menurunkan kemungkinan perkembangan diabetes tipe 2. Masih kurang juga? Kandungan Guava Crystal yang sehat banget ini mampu meningkatkan sirkulasi yang dapat memacu fungsi otak. Guava Crystal mengandung kalium yang mampu mengatur tekanan darah. Jangan tanya soal kandungan vitamin C nya, buanyaaakk.... Sekitar 280% dari nilai harian vitamin C yang direkomendasikan. Dikonsumsi jadi cemilan sehat oke, jadi asupan wajib tiap hari sudah pasti bener banget :)

Jadi gimana? Masih mau beralih ke cemilan lain yang cuma mengenyangkan tanpa bikin sehat? Kalo saya sih sudah menetapkan hati pada Guava Crystal ini :) Belum pernah coba kalo di jus akan seperti apa bentuknya, tapi sudah niat mau bawa buah ini ke tukang jus dekat rumah. Ya mungkin saja bisa jadi ide buat menu baru mamang tukang jus hihihi... Oh iya, karena Guava Crystal ini juga, saya jadi rajin jalan-jalan ke http://www.sunpride.co.id Ternyata banyak informasi yang bisa saya dapat dari sini, bukan hanya soal produk buah tapi juga produk sayur, cerita dari manfaat buah, event-event yang akan diselenggarakan, serta ada resep-resep yang bukan hanya untuk disantap seperti biasa namun dari buah tersebut bisa diolah menjadi masakan, seru kan? :)



#Fruit4Love
http://www.sunpride.co.id/sunpride-fruit-love-blogging-competition/