YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Selasa, 24 November 2015

when September end...


Saya selalu percaya bahwa roda akan selalu berputar, kecuali roda itu bocor atau pecah bannya, atau ada sesuatu yang menghambat kerja roda tersebut... 

Mengenal Oriflame bukanlah hal baru buat saya. Tahun 2009, Eva, salah satu teman saya, pernah mengajak saya untuk join. Saya minat, tapi suami melarang. Kecewa? Pasti! Tapi saya hanya bisa pasrah karena merasa nggak punya ilmu banyak soal Oriflame buat meyakinkan suami. Waktu berlalu, 2010 saya kembali bekerja setelah 3 tahun vakum untuk fokus mengurus anak pertama. Tahun 2014, saya kembali kepikiran soal Oriflame. Tapi antara iya nggak iya nggak. Akhirnya demi menuntaskan rasa penasaran, saya cari info berbagai MLM. Meyakinkan diri dan pemikiran saya bahwa kalau saya memilih Oriflame nggak akan rugi, nggak akan nyesel dan yang pasti nggak akan kena penolakan keras dari suami. Setahun ngumpulin info soal MLM. Langsung nunjuk pilihan? Nggak juga, yang ada makin bingung hahahaa.... Dengan memutuskan saya bukan orang yang punya "feel" di MLM, saya lupain minat join MLM. Plus mengikrarkan diri ; "MLM tuh bukan gue banget.." Yaelaaa hahahhaa noraaak yee....

29 September 2015, disaat saya yang awalnya mendadak tertarik NutriShake, bukan karena diprospek juga, apalagi diajak ketemuan ama Eva, nggak. Saya yang tiba-tiba nanyain NutriShake trus langsung beli tanpa nanya ini susu atau apa? Pembeli yang aneh....Hahhahaa.... Suer deh, hari itu saya cuma mikir NutriShake itu susu, saya pengen punya cemilan sehat, udah itu aja. Pembeli satu ini udah aneh trus bodoh, masa beli nggak nanya dulu apaan? Macam orang kebanyakan duit ya hahahaa.... Lebih aneh lagi, udah beli baru nyari info NutriShake itu apa *gubrak :))

Mungkin Allah sedang memutar sangat kencang roda hidup saya, dan memastikan bahwa saya berada di jalur yang tepat. Dari NutriShake saya belajar banyak, tahu tentang Oriflame, dapat pertemanan baru, dapat ilmu lebih, dapat bonus pastinya :D

When September end, actually almost end...saya join di Oriflame, bukan untuk sok-sok an ikut MLM tapi untuk memastikan bahwa saat roda itu berhenti saya tepat di posisi atas. Bukan hanya untuk saya, tapi buat orang-orang tercinta di sekitar saya :)



#ILoveOriflame






Kamis, 04 Juni 2015

Lirih...


Ketika seorang ibu menghampirimu di tempat yang tak pernah kau duga akan terjadi...

"Kenapa bawa ibu kesini?!" bisik Genta pada adiknya.
"Ibu memaksa bang, aku harus gimana? Aku nggak tahu kalau ibu sudah duduk di dalam mobil," jawabnya cepat.

Genta setengah berlari menghampiri ibunya, mencium tangan dan memeluk seraya bersimpuh. Sang ibu menyentuh kedua pipi Genta, ditatapnya lekat-lekat mata sang anak.

"Maafkan ibu, kamu jadi seperti ini, harusnya ibu bisa lebih menjaga kamu," ucap wanita setengah baya tersebut.

Airmatanya menetes pelan, dipeluknya Genta begitu erat. Satu bulan sudah ia tak bertemu anak tertuanya. Selama itu pula Galih, adik Genta, merahasiakan keberadaan abangnya. Genta yang meminta agar ibu tak mengetahui semua ini. Ia tak sanggup melihat ibunya terpuruk. Namun mengapa ia sanggup melakukan semua kebodohan ini? 

"Genta yang salah bu, Genta minta maaf, ini kesalahan terbesar dan terbodoh dalam hidup. Harusnya Genta membahagiakan ibu, bukan melihat ibu menangis seperti ini," kata-kata penyesalan keluar dari mulut Genta.

"Ibu tak seharusnya kesini, tak seharusnya melihat Genta seperti ini, Genta malu," tangannya masih merangkul pinggang sang ibu.

Betapa Genta ingin bergelayut dipeluknya sesuka hati, betapa Genta ingin bermanja penuh cerita sepenuh hati, seperti dulu...

"Bu, ibu janji ya, ini terakhir kali ibu kesini, cukup tunggu kepulangan Genta dirumah, masak yang enak buat Genta, Genta kangen masakan ibu," pinta Genta tersenyum.

"Kapan kamu pulang?" tanya ibu pelan.

"Lebaran 2016 Genta sudah dirumah, menikmati lontong opor buatan ibu, rendang paru dan sayur buncis," ia meyakinkan.

"Itu artinya... Masih satu tahun lagi,,, Bahkan puasa tahun ini pun belum dimulai," sahut Ibu pasrah.

"Bu, janji ya..." kali ini ia benar-benar memohon pada sang ibu.

Ia tersenyum sambil mengangguk pelan. Ia sadar untuk saat ini mungkin hanya itu yang bisa ia lakukan. Membulatkan tekad dan janji pada Genta. Dan itu tak mudah. Menunggu dan bersabar atas kepulangan anaknya dari balik jeruji besi di dalam sel narkoba.



#Day4
#NulisRandom2015

Dekap Rindu...

"Ma, Ayesha ikut boleh?" gadis cilik itu memelas minta ikut.
"Ayesha dirumah saja ya, mama cuma pergi sebentar kok, nanti pulangnya mama bawain kesukaan Ayesha ya?" Utari mencoba membujuk Ayesha untuk tinggal dirumah.
"Asyik! Bener ya ma?"
Utari mengangguk tersenyum.
"Sudah cepat pergi, nanti kesiangan," ujar ibu Utari.
"Iya bu, Utari pamit ya, titip Ayesha," ucapnya pelan.
"Hati-hati, sampaikan salam dari ibu," jawabnya.

Hampir satu jam di perjalanan, Utari menuju parkiran motor. Makanan dalam kantong plastik dan uang receh tak lupa ia siapkan.

"Apa kabar? Kamu sehat?" tanya Haris menggenggam tangan Utari.
"Sehat bang, abang sehat? Ibu titip salam," sahut Utari menatap Hari tersenyum.
"Ayesha sedang apa? Sudah pintar apa sekarang?" tanya Haris mengingat sang permata hati.
"Makin pintar, tadi dia minta ikut, tapi aku larang, aku bujuk akhirnya mau. Ayesha makin mirip kamu," jawab Utari.
"O ya? Kangen banget aku sama Ayesha, hampir dua tahun apa masih kenal aku?" Haria balik bertanya.
"Ya kenal dong, kamu kan papanya, dia sering tanya kamu kemana," Utari tertawa.
"Tapi kamu bilang kan nanti papanya pasti pulang?"
"Iya lah, pulang sambil pake baju pelaut," Utari tertawa.

Pahit. Tertawa dalam kepahitan di hampir dua tahun ini. Suaminya yang tertangkap tangan saat pesta narkoba kala itu harus merasakan akibatnya. Utari harus berbohong pada sang buah hati karena Haris tak ingin putri kecilnya ikut merasakan semua ini. Dan Utari terpaksa menjadi tulang punggung keluarga, menggantikan Haris yang mendekam dalam penjara, meski masih diusahakan terus untuk pengajuan rehabilitasi namun sepertinya tipis harapan.

"Ayesha, anak papa yang paling cantik, papa kangen mau peluk Ayesha..." Haris memeluk foto Ayesha kecil dalam tidurnya.



#Day3
#NulisRandom2015

Rabu, 03 Juni 2015

Pilu...

"Sudah siap?"

April mengangguk pelan. Sementara May, sang adik begitu antusias tiap kali hari kunjungan tiba. July hanya tersenyum menatap anak tertuanya. Ia mengerti bagaimana perasaannya, dan ia mencoba untuk mengerti bahwa ada kerinduan terselip diantara malu dan amarahnya. Okto sudah menunggu di dalam mobil yang telah ia sewa 2 hari sebelumnya dari kantor. Untunglah atasan Okto masih menaruh iba dan berbaik hati padanya, setelah kejadian yang menimpa ayah mereka.

"Pril, senyumlah... Lakukan untuk Bapak, buang kekesalanmu," ucap Okto sambil mengambil barang pemberian April.
"Iya mas..." jawaban April terdengar pasrah.

Hanya sekitar satu jam perjalanan menuju tempat Bapak berada saat ini. April hanya terdiam. May begitu ceriwis seolah segudang cerita ingin ia tumpahkan pada Bapak. Sesekali Okto menanggapinya sambil bercanda.

"Januar...!"

Sebuah panggilan menuntunnya untuk segera bersiap menuju pintu kunjungan.

"Bapaaaakkk...!" May langsung berlari memeluk Januar dengan eratnya.

Januar menggendong gadis kecilnya sambil mencium kening dan pipinya. April mencium tangan Bapak sambil berusaha tersenyum.

"Sehat pak?" sapa Okto sambil mencium tangan bapaknya.
"Alhamdulillah..."

Januar segera menghampiri July, memeluknya erat, menahan airmatanya agar tak terlihat mengalir.

"Aku kangen kamu..."

July tak bisa membendung airmatanya, ia sangat rindu kehadiran Januar, sang suami tercinta.

"Kapan Bapak pulang?" pertanyaan April membuat semua terdiam.
"Segera setelah putusan sidang," jawabnya cepat.
"Setahun? Tiga tahun? Lima tahun? Sepuluh tahun?"
"April!" Okto menghardiknya.
"Mas, nggak papa, adikmu hanya perlu tahu kapan Bapak pulang, itu saja," Januar mencoba menengahi anak-anaknya.
"April harus tahu pak, April harus tahu kapan Bapak pulang, April harus tahu apa Bapak bisa ngajarin April saat April mau ujian nanti, April harus tahu kapan Bapak bisa ada di rumah lagi supaya April ada teman main catur bareng, April..."

Kali ini kerinduan April tak terkira pada Januar, sang Bapak yang berada di dalam sel entah sampai tahun ke berapa. Menjadi pengedar narkoba tak begitu mudahnya bisa terbebas dari tuntutan. Januar membiarkan April menangis dalam pelukannya, ia biarkan anak gadisnya yang beranjak dewasa mengungkapkan semuanya di hari itu, setelah kunjungan demi kunjungan ia hanya membisu tanpa sapa padanya.



#Day2
#NulisRandom2015

Senin, 01 Juni 2015

What a May...

Mei yang berlalu... Ini yang kurasakan tentangmu...

Bulan penuh gejolak
Bulan penuh warna
Bulan penuh riuh
Bulan penuh riak
Bulan penuh senyum
Bulan penuh rintik
Bulan penuh iba
Bulan penuh duka
Bulan penuh uji
Bulan penuh sesal
Bulan penuh romantisme
Bulan penuh tawa
Bulan penuh bimbang
Bulan penuh...

Sabar dengan kekuatan penuh

Well, what a May :)



#Day1
#NulisRandom2015

Sabtu, 04 April 2015

Paris nyaris...

Berharap beneran sampai ke Paris...

Saya utak atik, putar puter ini hp gimana seharusnya biar kelihatan keren hasilnya. Berhasil posting dan mengundang tawa, loh salah saya apa diketawain? Tiap orang kan berhak punya mimpi masing-masing? Bersahabat dengan www.smartfren.com sangat membantu saya memposting apa yang ada di alam khayal saya hahaha...

Lalu cerita ini pun dimulai ketika saya belanja bulanan bersama suami dan anak-anak. Sambil menunggu suami, tepat di depan mata saya terpampang salah satu dari mimpi saya, Paris... Langsung sibuk dong pastinya... Sibuk selfie plus sibuk khayal, ih ini bukan khayal sih ini beneran. Meskipun nyaris tapi setidaknya kan sempat mampir di Paris :))

Asyik banget ya jalan-jalan sore sama anak di sekitar menara keren ini, meski cuma nyaris haahaha...
Saya yakin kok suatu saat pasti terwujud, mungkin saat anak-anak sudah besar dan bukan jalan sore sama mereka lagi, tapi sama cucu :) iya mungkin saja...


#selfiestory

Rabu, 18 Maret 2015

Blitz...


"Tunggu apalagi?"

Kamu tersenyum. Menyentuh punggung tanganku lembut, menatapku penuh cinta. Ya, cinta yang selama ini aku tunggu, dan aku tahu kamu pun merasakan yang sama, bahkan lebih. Kubiarkan raba mu menggeliat kulitku, hangat. Kamu tak lagi sekedar mengecup kening ku. Bibir ini sibuk berargumen dengan desahnya. 

"Just love me..." ucapmu pelan.
"Like you do..." 


"Cuuuttt....!!!"



*Lovemelikeyoudo
#FF2in1

Sudah Biasa....

SUDAH BIASA...

Mungkin itu kata yang paling tepat untuk Angga rasakan beberapa tahun ini. Diputusin Wina, dicuekin tiba-tiba sama Tita, diduain Sisi sampai ditinggal nikah Risa. Mungkin kalau bisa hati ini digabrukin sama semua mantan-mantannya, hatinya bukan lagi hancur lebur tapi runtuh menjadi serpihan. Tapi Angga berusaha tegar bagai Rossa, dan nggak berbalik sadis macam lagu Afgan. 

Angga menyalakan handycam nya...

"Oke... Untuk semua mantan-mantan saya, Wina yang sudah mutusin saya, teh Wina nggak salah apa- apa kok, akang yang salah..."
"Untuk Tita yang mendadak berpaling seratus delapan puluh derajat tanpa pesan, ah ambo inda' apo-apo, terserah Tita sajo, uda selalu ingin Tita bahagia..."
"Risa yang sekarang telah berbahagia bersama suaminya, yang juga sahabat saya, uh ini menyakitkan tapi, yah sudahlah..."
"Sisi yang selalu suka hidup di dua dunia, dunia saya dan dunia cowok lainnya, hiks....sakiiitt.... Tapi saya terima kasih lah buat kalian semua, berkat kalian saya kuat eh alias sok dikuat-kuatin... Dan berkat kalian saya jadi terlatih..."

"Terlatih apa?" tanya Inu dari balik handycam.
"Patah hatiiiii...!" teriak Angga kesal.


*Terlatihpatahhati
#FF2in1

Jumat, 13 Maret 2015

My Family 15 Indomanutd ❤

My family 15 Indomanutd...

Setengah dari umur Indomanutd adalah umur pernikahan saya dan ketum tercinta. Dan menjadi bagian dari keduanya adalah hal yang nggak mungkin terlupa dan terbuang gitu aja. Persahabatan yang menjadi bagian dari sebuah keluarga besar. Berawal dari sapa menjadi saling berpeluk keluh kesah dan cerita. Dari yang nggak saling kenal jadi saling memiliki. Mulainya nggak tahu apa-apa jadi tahu segalanya. Tentang arti keluarga...

My family 15 Indomanutd...

Angka 15 yang masih bertajuk pencarian jati diri, labil to the max dan merasa serba "gue". Ego yang menjulang tinggi dan susah diatur. Untunglah keluarga besar ini punya semua karakter yang saling melengkapi, saling mengisi dan menopang satu sama lain. Dan di umur ini kita makin saling berpeluk erat.

My family 15 Indomanutd...

Dimana bukan cuma para lelaki di dalamnya, tapi juga para perempuan yang unyu-unyu (pada berasa deh HIH...) The cute 15 adalah semakin banyaknya member usia muda yang memutuskan kembali ke jalan yang benar, yaitu menjadi bagian keluarga ini. Percayalah, member perempuan selalu bisa memberi warna. Apapun warnanya :))

My family 15 Indomanutd...

Semakin banyak krucil-krucil yang hadir dan memberi tawa tersendiri. Yang seumuran atau pun beda jarak tahun. Semoga dapat diarahkan dengan benar agar menjadi penerus keluarga besar nan keren ini :) Jadi yang berharap jadi besanan pun boleh, yang penting udah ngerti gimana calon mertuanya yang pada gila bola ini :)) Dan bersyukurlah pada mereka yang menemukan jodohnya di komunitas ini hahahaaa...

My family 15 Indomanutd...

Disinilah keluarga besar itu tumbuh, besar bersama member yang solid (tanpa AG). Terus bertahan dengan beragam kisah di dalamnya. Tetaplah saling merangkul rasa satu sama lain. Terima kasih untuk para haters, karena berkat kalian kami semakin kuat ;)

Keep ex15t and growing! 





Sabtu, 28 Februari 2015

Tidur Bersamamu...


Tidur bersamamu selalu menjadi hal yang sangat aku tunggu
Bahagia yang tak terkira saat tidur memelukmu penuh cinta

Tidur bersamamu akan selalu penuh kenangan
Mengelus rambutmu sambil ku kecup keningmu
Itu tak ternilai...

Tidur bersamamu selalu menyenangkan
Bahkan aku tak ingin kau tumbuh
Aku takut, aku takut kalau aku tak lagi bisa...
Tidur bersamamu

Karena waktu terus berjalan
Membuatmu semakin besar dan dewasa
Aku pasti akan selalu rindu
Untuk tidur bersamamu...
Anak-anak Bunda...




#Harike-10
#30HarimenulisSuratCinta

Untuk sang Pecinta Kopi


Beberapa kali diteguknya kopi hitam itu, suaranya meneduhkan. Aku sudah hapal gaya dan caranya menyeruput kopi tiap hari. Mungkin istrinya pun tak separah aku bisa mengingat semua detil gaya lelakinya. Istrinya? Fuuih... Mungkin ia adalah istri yang beruntung, atau setidaknya pemenang dari ketampanan jati dirinya. Tak merokok, ramah dan murah senyum, serta bentuk wajahnya yang tegas semakin melukiskan kedewasaan. 

Sialnya aku tak pernah melihat ia bersama sosok wanita dan ini menjadi ketentuan mutlak dari teman-temanku bahwa ia seorang gay. So what kalo ia seorang gay? Yang penting dia bukan teroris atau pembunuh berdarah dingin. Tapi aku masih tetap pada keyakinanku bahwa ia masih laki-laki sejati. Pernah ada sekali waktu seorang wanita menghampirinya namun hanya hitungan detik ia segera pergi. 

Aku menyebutnya sang pecinta kopi. Bagaimana tidak? Untuk waktu yang sebentar saja tiga cangkir kopi sudah habis diminumnya. Kopi yang kental tak begitu manis. Aku mengamati sekeliling ruangan ini, cukup ramai tapi aku merasa agak sepi. Sang pecinta kopi tak nampak hari ini. Mungkin ia sakit. Atau sibuk dengan pekerjaannya. Atau malah sedang asyik bersama wanita pujaannya. Ah, aku nggak mau berspekulasi yang bikin pusing. 

Pagi ini Cafe Ngupi tutup untuk umum. Info sementara akan ada meeting all crew. Yang paling nggak terima dengan keadaan hari ini jelas saja aku. Sang pecinta kopi pasti akan kecewa dan mencari tempat minum kopi lain. Sebenarnya yang kecewa sih aku... Setengah jam mengikuti meeting ini yang aku petik hanyalah soal outing. Sampai tiba-tiba sosok itu masuk dan bergabung bersama kami. Sang pecinta kopi...

"Teman-teman perkenalkan, ini mas Adri, ia telah menjadi salah satu dari tim kami sebagai pemilik saham di cafe ini," ucap mas Danang.

Aku terperangah... Diam, lesu tanpa harap. Teman-teman lain menghampirinya memberi ucapan selamat, aku mencoba mengikuti meski berat. 

'Halo, aku Adrian. Kopi hitam buatanmu enak, terima kasih ya..."

Aku mendadak panik dalam hati.





#Harike-9
#30HariMenulisSuratCinta

Masha...


Untuk Masha si bocah enerjik, mengesalkan tapi membuat tawa :))

Terima kasih sudah hadir menjadi salah satu idola dari anak-anakku, karena dari Masha, anak-anakku belajar banyak hal, terutama bahasa pengantarmu. Anak-anakku mendadak berubah menjadi anak-anak Rusia hahaha... Bukan cuma lagu-lagunya yang hapal, tapi gerakan dan dialog tiap babak mereka hapal. Di Indonesia nggak ada ya kursus bahasa Rusia? Hahaha... emaknya mulai ngayal. Saking cintanya sama Masha, anakku yang bungsu menetapkan pilihan tema ultah ke-3 nya dengan tema Masha. Mulai dari kostum, kue ultah sampai goody bag. Jangan tanya gimana perjuangan cari printilan goody bag Masha di Asemka sama Omanya. Totaalll... Alhasil pulang kayak mau buka lapak :))

Masha and the Bear adalah kartun animasi asal Rusia yang diproduksi oleh Animaccord Studios. Bercerita tentang petualangan gadis kecil bersama dengan seekor beruang yang merupakan temannya. Serial yang diciptakan oleh Andrei Dobrunov, Oleg Kuzovkov dan Dmitry Loveiko (suer ngetik namanya susah bener) ini pertama kali ditayangkan di Rusia pada tanggal 7 Januari 2009 dengan pengisi suara Alina Ilnichna kukushkin.

Karakternya yang kadang sok tahu dan nggak bisa diem kayak bola bekel ini persis seperti anakku SAF. Spontan, lucu tapi ngeselin. Yah namanya juga anak kecil, sekesel-keselnya tetap aja bikin kangen :)






#Harike-8
#30HariMenulisSuratCinta

Jumat, 27 Februari 2015

Berlabuh...


Bukan soal waktu yang membawamu ke tepian, atau ke tengah samudera sekalipun. Tapi soal hati yang mengajakmu mengembara di hutan belantara. Soal rasa yang menggiringmu pergi berkelana mencari sosok. 

Seperti sore ini...

"Harusnya ini menjadi pemberhentian terakhirku," ucap Lesmana.
"Harusnya?  Kenapa nggak kamu wujudkan?" sahutku cepat.
"Sulit..."
"Apanya?"

Lesmana menatapku sambil tersenyum.

"Kamu..."

Dahi ku sedikit mengkerut bingung.

"Aku cuma mau sama kamu, kalo kamu mau maka aku akan berlabuh," kali ini Lesmana menyentuh punggung tanganku.

Aku tertunduk. Menatapnya hanya akan membuatku semakin gundah. Rasa ini begitu campur aduk. Dan persahabatan ini... Seharusnya tak begini...

Aku membuat tulisan besar dari gerakan kaki ku pada pasir putih ini, semoga saja ombak tak serta merta merenggutnya bersama deburannya.

S T O P

Lesmana terdiam.

"Berlabuhlah, aku adalah masa depan mu..." bisikku meyakinkan Lesmana.

Selanjutnya genggaman itu semakin erat, semoga tak terlepas sia-sia...





#Harike-7
#30HariMenulisSuratCinta

Rabu, 18 Februari 2015

Untuk Sebuah Keyakinan....


"Untuk berapa lama?"
"Seribu tahun..."
"Gombal!"

Aku tertawa melihat kata-kata pada tulisannya.

"Kamu masih nggak percaya?" ucapku.

Kamu hanya memberi icon senyum.

"Ya, sepertinya aku harus mulai percaya, karena ini sudah hampir seribu tahun," sahutmu sambil tertawa.
"Hahaha.... Bener kan? Sayang aku nggak akan kemana-mana, nggak akan berhenti ditengah jalan, apalagi nggak percaya sama cinta aku," ujarku.
"Itu artinya kamu sudah bisa nerima aku?" tanyaku penuh yakin.
"Kalau aku nggak bisa terima kamu, untuk apa dua puluh lima tahun pernikahan ini?" sahutmu mencium keningku.







-1000 Tahun Lamanya (Tulus)-

Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari Tiket.com dan nulisbuku.com #TiketBaliGratis

Apakah Kita Ada?


"Kenapa?"

Aku hanya terdiam. Terdiam dalam sejuta pertanyaan. 
Ah, kalau saja aku tak begitu sayang padamu, kalau saja aku tak begitu cinta padamu.

"Aku tahu, aku tahu... Aku sayang kok sama kamu, kamu kan tahu itu?" ucapmu melihat tatapanku.
"Apa aku masih bisa bertanya soal itu?" aku balik bertanya.
"Aku tahu dari tatapanmu kamu pasti mau menanyakan itu, iya kan?" jawabmu cepat.
"Buat apa? Apakah kita masih ada? Seingatku sudah nggak sejak..."
"Sejak apa?" nadamu mulai meninggi.
Aku mengalihkan pandanganku kearah pintu teras.
Kamu menoleh cepat dan tersenyum.

"Hai sayang, sebentar ya..." katamu pada pria bule itu sambil tersenyum centil.

"Sudahlah, aku mengerti..." ucapku pelan.

Untuk kesekian kalinya, kamu berbalik arah berjalan menuju apa yang kamu sebut cinta. Bukan, bukan aku. Cuma cinta aku yang melekat, tapi kamu tak rekat. 

Lalu apakah kita ada?
Mungkin bukan kita, tapi aku...






Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari Tiket.com dan nulisbuku.com #TiketBaliGratis

Senin, 16 Februari 2015

Dear Stiletto Book....

Buka twitter, ketik @Stiletto_Book


"Kamu cantik....Kenalaaann dooonggg...."


Terus lanjut ngulik-ngulik akunnya, web nya, semuanya tentang Stiletto Book :)

Maaf ya, baru mau kenalan aja nih hehe...




#SuratUntukStilettoBook

Jumat, 13 Februari 2015

Untuk sebuah Pencerahan...


Malam itu, malam itu angin berhembus begitu syahdu. Aku masih ingat betapa semua persendian ini teramat pasrah berserah diri. Airmata ini dengan derasnya mengalir. Aku terdiam dalam doa yang khusyuk. Ya, aku ingat, aku ingat dinginnya malam itu dalam ibadahku namun seolah jutaan malaikat berkeliling memberiku sebuah kehangatan.

Malam itu, entah malam ke berapa saat aku ber-i'tikaf bersama. Mungkin benar saat Ramadhan setan-setan terpenjara, hingga Kau biarkan para malaikat surga singgah di relungku.

Untuk sebuah pencerahan... 

Lalu ku tutup auratku...




Ramadhan, Desember 2004



#Harike-6
#30HariMenulisSuratCinta

Kado Yang Tak Terlupakan




23 Januari 2015



Kado yang tak terlupakan buat si mbok : Penangkapan BW oleh Bareskrim...






#SaveKPK
#Harike-5
#30HariMenulisSuratCinta

Kepada Hujan,


Sebaik-baik hujan memang menghadirkan berkah untuk siapapun

Hujan, 
Dengan rintiknya, dengan iringan anginnya, dengan derasnya...
Sebagian malah menitipkan rindu, 
Menitipkan airmata, 
Menitipkan cerita dari satu anak manusia

Ah hujan, 
Kamu tuh penting sekali bagi orang-orang yang sibuk mencari inspirasi
Begitu pentingnya untuk penikmat buku romantis 
Tak tergantikan bagi sebagian yang mengusung nafkah 
Kehangatan tersendiri buat para penikmat kopi

Hujan...Hujan...
Kamu memberi waktu yang tepat untuk kembali tarik selimut
Namun membuat gigit jari karena itu hanya mimpi
Kenyataan memang tak seindah impian
Dingin pun harus dilibas demi konsistensi
Eh, bukan, bukan karena itu, tapi karena takut SP
*gubrak

Sudahlah hujan,
Kamu jangan terlalu dalam bermain peran
Membuat banjir satu daerah
Lalu kami hanya bisa saling memaki

Aneh ya?

Padahal kan bukan salah mu
Padahal kamu datang membawa kesejukan
Padahal ulah kami para manusia
Tapi kamu, tetap jadi kambing hitam
Padahal kamu hujan, bukan kambing




#Harike-4
#30HariMenulisSuratCinta


Menyesal Memilihmu...


Pujian dan sanjungan pun berganti arah menjadi cerca dan makian. Tak lagi dijunjung sebagai orang hebat malah banyak yang menebak bakal tergusur. Dan seandainya benar tergusur, saya yakin akan semakin hancur. Bapak memang bukan yang terbaik, apalagi sempurna, bahkan sistem politik Bapak masih belum berdiri tegap. Tapi buat saya, Bapak pilihan yang lebih bersih (ya, seandainya aja ada 3 kandidat mungkin nggak akan seribut ini hehe..). Walaupun terpaksa mau "digelendotin" pihak-pihak berkepentingan.

Saya sudah memilih Bapak, mendukung dan mendorong sepenuh hati sebelum semua gonjang ganjing ini tersiar, haruskah sibuk memojokkan? Haruskah sibuk menghakimi sikap Bapak yang memang terlanjur kurang tegas? Iya, memang Bapak kurang tegas, nggak bisa setegas Ahok. Harusnya saat jadi orang nomor satu keluar aja lah dari genggaman parpol apapun dan jenis kepentingan apapun. Cuekin mereka yang punya niat pengen ini pengen itu. Fokus pada pembangunan negeri ini. Dengan begitu Bapak makin disegani kaum haters makin dicintai rakyat :)

Kasihan nggak sih jadi Bapak? Kok semua pihak sibuk menekan Bapak, mau repot mengecam Bapak? Malah Bapak seperti layaknya tersangka politis di mata publik. Lalu Bapak galau berat. Gara-gara sang jenderal polisi.Yang anehnya parpol sama DPR begitu bersahabat pengen sang jenderal polisi jadi Kapolri. Duh pak, Bapak punya dosa besar apa sih sama mereka? Bapak kan cuma mau memperbaiki negeri ini jadi lebih baik, lah dari pada saya nggak bisa kasih apa-apa buat negeri ini? :) Malu nggak sih, udah nggak bisa sumbang apapun buat negeri tapi malah sibuk sinis sama menghakimi. Mungkin lain kali kalo si mbok nyuruh ngajuin calon Kapolri, Bapak juga punya satu yang lebih qualified, jadi calon tunggal itu nggak bikin Bapak susah :)

Yang pasti, dengan kehadiran kasus sang jenderal, akan banyak program Bapak yang terbengkalai. Tapi kan ini justru yang paling ditunggu oleh mereka. Menunggu target kerja Bapak nggak selesai, lalu Bapak jatuh dan hancur ditengah jalan. Yang rugi? Jelas rakyat lagi.

Ibarat memilih pasangan, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, apa saya menyesal memilih suami saya? Jelas tidak. Dan saya tidak pernah menyesal memilih Bapak, buat saya, menyesal atas apa yang sudah menjadi pilihan adalah sikap pecundang.

Kritikan akan lebih membangkitkan semangat Bapak, teriaklah kalau memang itu penting. Bukan membuat lemah lalu jatuh...

Pak, semangat terus ya, meski banyak yang ingin melihat Bapak terpuruk, atuh saya mah apa da, nggak bisa telpon Bapak buat kasih semangat langsung tapi cukup kasih doa :)



#Harike-3
#30HariMenulisSuratCinta


Buah Lokal, Cintaku Padamu....


Sebagai perempuan yang lahir dan dibesarkan di Indonesia, sejak kecil saya telah dibiasakan untuk selalu mengenal bahkan mencintai produk dalam negeri. Yang paling melekat dalam ingatan adalah makanan-makanan khas daerah tertentu, tak terkecuali buah-buahan. Sebagai keluarga yang sangat mencintai buah-buahan, Papa adalah orang yang sering mengenalkan anak-anaknya pada buah-buahan melalui berbagai cerita. Sejak kecil saya sudah suka dengan hal yang namanya ngerujak. Terutama saat masa sekolah, terkadang hanya menemukan bangkuang dan ketimun kami seru ngerujak. Sebenarnya karena tidak begitu suka pedas, saya lebih suka makan buah-buahan tanpa embel-embel bumbu, lebih terasa makan buahnya :) Tapi apapun itu, saya selalu suka menyantap buah-buahan.
       
Terlepas dari kesukaan saya terhadap buah-buahan, dari jenis buah apapun menurut saya yang paling enak untuk dimakan adalah buah lokal. Ya, saya tak terlalu menyukai buah import. Penampilan, warna dan ukuran buah import memang jauh lebih menarik, namun keamanan dari buah import masih saya ragukan. Mungkin karena tidak tahu persis bibit tanaman tersebut ditanam, serta penggunaan zat kimiawi yang digunakan untuk pemupukan, pemeliharaan, penanggulangan hama sampai tanaman tersebut berbuah dan matang. Buah import juga lebih banyak membutuhkan bahan pengawet agar tahan lama selama berada di perjalanan (proses pengiriman) ke negara-negara. Buah lokal memiliki banyak keunggulan, salah satunya adalah cita rasa yang lebih baik. Produk buah lokal memang lebih unggul dari sistem distribusinya karena masyarakat bisa langsung membelinya. Dengan begitu akan cepat dimakan atau pun dimasak. Buah lokal yang memiliki tingkat nutrisi lebih baik juga menjadi pertimbangan. Vitamin, mineral dan lainnya yang terkandung di dalam buah-buahan dapat berfungsi secara optimal oleh tubuh. Karena kandungan nutrisi yang paling baik adalah saat buah tersebut dapat dikonsumsi segera setelah dipanen. Dari segi harga, tentu saja buah lokal lebih murah dibanding buah import, karena biaya produksi dan distribusinya tidak semahal buah import. Dengan begitu pengeluaran belanja menjadi hemat. Proses pengiriman buah import menggunakan kapal kargo juga menimbulkan polusi yang berasal dari pembakaran bahan bakarnya. Hal ini memicu terjadinya pemanasan global.

Dari sekian banyak buah-buahan, beberapa yang menjadi kesukaan saya adalah pisang, pepaya, durian dan jambu biji. Biasanya pisang lebih banyak variasi cara makannya, bisa dimakan langsung, dicampur susu kental manis dan es krim, atau pun di jus. Pilihan paling enak untuk di jus buat saya dibuat mix jus, pisang jeruk, yummyy.... Nah kalo pepaya, dimakan biasa saja sudah enak, agak kurang kalo sudah divariasi dengan macam-macam. Kalo durian, waduh itu sih tinggal dibuka kulitnya, makan deh buahnya hehe... Kalo jambu biji dimakan langsung enak, di jus juga yahud... Sebenarnya kalo jambu biji dari dulu paling males makan langsung, karena melihat bijinya yang lumayan banyak kebuang. Apalagi banyak orang sering bilang kalo makan bijinya si jambu biji bikin usus buntu, males kan... Begitu ada yang ketelen, langsung parno berkepanjangan. Tapi untunglah rasa parno itu nggak abadi sifatnya. Siang hari buka kulkas tiba-tiba dengan muka sedikit bingung fokus ke satu titik. Ini buah apa ya? Tanya ke Papa saya, katanya buah Guava Crystal. Hah? jenis buah apalagi itu kok saya baru denger? Penasaran banget langsung saya potong-potong, dagingnya empuk, kulitnya sih hijau muda pucet gitu, tapi matang. Enak banget! Bijinya? Wah hampir nggak ada, ludes sampai potongan terakhir ;) Ih ini bakal jadi cemilan baru pasti nih buat saya. Sambil menikmati cemilan sehat dan enak ini saya langsung browsing dong ke http://www.sunpride.co.id penasaran kayak apa sih cerita dari Guava Crystal ini.

Nama lengkapnya Guava Crystal Seedless, memiliki konsentrasi tinggi yang disebut lycopene atau antioksidan yang mampu melawan kanker prostat dan kandungannya juga sehat bagi penderita diabetes. Pantes saja Papa saya nggak merasa bersalah makannya meski punya diabetes :) Bahkan mengkonsumsi Guava Crystal tanpa kulitnya dapat mengurangi penyerapan gula dalam darah. Yang lebih unggul lagi adalah Guava Crystal kaya akan serat dan mudah dicerna. Tuh bener kan, nggak akan bersalah kalo abis makan buah ini. Justru akan membantu sembelit dan mampu menurunkan kemungkinan perkembangan diabetes tipe 2. Masih kurang juga? Kandungan Guava Crystal yang sehat banget ini mampu meningkatkan sirkulasi yang dapat memacu fungsi otak. Guava Crystal mengandung kalium yang mampu mengatur tekanan darah. Jangan tanya soal kandungan vitamin C nya, buanyaaakk.... Sekitar 280% dari nilai harian vitamin C yang direkomendasikan. Dikonsumsi jadi cemilan sehat oke, jadi asupan wajib tiap hari sudah pasti bener banget :)

Jadi gimana? Masih mau beralih ke cemilan lain yang cuma mengenyangkan tanpa bikin sehat? Kalo saya sih sudah menetapkan hati pada Guava Crystal ini :) Belum pernah coba kalo di jus akan seperti apa bentuknya, tapi sudah niat mau bawa buah ini ke tukang jus dekat rumah. Ya mungkin saja bisa jadi ide buat menu baru mamang tukang jus hihihi... Oh iya, karena Guava Crystal ini juga, saya jadi rajin jalan-jalan ke http://www.sunpride.co.id Ternyata banyak informasi yang bisa saya dapat dari sini, bukan hanya soal produk buah tapi juga produk sayur, cerita dari manfaat buah, event-event yang akan diselenggarakan, serta ada resep-resep yang bukan hanya untuk disantap seperti biasa namun dari buah tersebut bisa diolah menjadi masakan, seru kan? :)



#Fruit4Love
http://www.sunpride.co.id/sunpride-fruit-love-blogging-competition/

        

       

Sabtu, 31 Januari 2015

Dear Sate Maranggi


Dear Sate Maranggi,


Kamu enak sekaliiiii.... Terpujilah wahai yang menciptakannya... sate khas asal Purwakarta, Jawa Barat ini memang maknyos sekali disantap dengan nasi timbel atau pun ketan bakar dan sambel oncom. Mau sate sapi, ayam apalagi sate kambingnya, juaraa... Yang membedakan sate ini dari sate lainnya adalah bumbunya terbuat dari kecap yang memiliki cita rasa paduan manis, asam dan pedas yang menyentuh lidah kala menikmati sate berbumbu khas ini. Paduan rasa yang menggoda selera ini muncul karena bumbu sate maranggi terbuat dari kecap, sambal cabai hijau ditambah sedikit cuka lahang (cuka yang terbuat dari aren). Saat disajikan, bumbu kecap itu dilengkapi dengan irisan bawang merah dan tomat segar.

Bless for today's lunch... Thanks for sate Maranggi dan es kelapa mudanya :)


#Harike-2
#30HariMenulisSuratCinta

Jumat, 30 Januari 2015

Surat Tak Bertuan


Sepucuk surat tak bertuan singgah di surgamu
Hanya berupa lembaran dan tak bersampul
Putih bersih dan begitu harum semerbak
Kamu mungkin menantikan ini
Ini adalah surat penuh doa

Yang kuingat dari pertemuan kita adalah senyum
Senyum yang teramat indah dan istimewa
Kamu ingat senyum itu?
Senyum yang pertama dan terakhir darimu

Dan mungkin, mungkin kamu memang menantikan ini
Tapi aku yakin kamu lebih menunggu untuk hadir
Walau sesaat
Tanpa sesal dariku

Sepucuk surat tak bertuan begitu mengalir terbaca
Rautmu penuh jernih tak bercela
Kamu tak hentinya tersenyum
Tak hentinya aura itu memancar
Aku rindu...

Sesungguhnya yang merindumu adalah surat tak bertuan
Surat yang tak memilih untuk berada di satu doa
Isinya adalah kerinduan
Kerinduan yang bukan sekedar milik aku
Tapi kerinduan terbesar itu dari orangtuamu
Pun adik-adikmu

Sepucuk surat tak bertuan penuh kisah
Sebentar hanyalah soal waktu
Langit dan bumi hanyalah jarak
Nantinya kamu yang meringankan jalan mereka

Kamu menatap surat penuh hangat
Kehangatan yang sama saat kamu berpaling pada-Nya
Sepucuk surat tak bertuan untukmu
Sengaja aku menyebutnya tak bertuan
Karena surat ini memang tak bertuan
Ini milik semua yang selalu merindumu

Selamat malam Dino, teruslah memeluk surgamu
Teruslah tertawa ceria dalam rumahmu yang penuh bidadari...

Love you Dino...


Peluk Cium penuh Cinta,


-Auntie-



#30HariMenulisSuratCinta



Kamis, 22 Januari 2015

Jika hanya...

Jika hanya ada 1 orang yang sangat menantikan kehadiranmu, itu adalah aku. Aku yang tak kuasa menahan haru saat menyadari ada kamu di rongga hidupku, ada kamu di peluh dan sesak tubuh tambunku. Aku terlalu bahagia, terlalu semangat menghadapi detik tiap detik keberadaanmu. Aku begitu terbawa suasana, hingga saat kita sementara terpisah ruang, aku hanya bisa merasakan wangi bekas baju-baju mungilmu. Tetesan air susu ini hanya mampu terperangah menatap kamu dari sudut kamar. Kamu terdiam. Aku terisak. Harusnya kamu ada dipelukanku.

Jika hanya ada 1 orang yang sangat ingin kamu jadikan teman berbagi, itu adalah aku. Pundakku mungkin tak kan cukup menampung berat tubuhmu yang semakin besar, namun aku akan selalu jadi sandaranmu saat rapuh, akan menjadi bantalanmu saat terpuruk, akan jadi sahabat terhangatmu selalu. Bahkan semua doa yang terucap ini tak kan berhenti dipersimpangan jalan apapun. Kamu terlalu berarti buat aku. 

Jika hanya ada 1 orang yang sangat ingin kamu bahagia, itu adalah aku. Aku yang selalu ingin melihatmu tertawa, mendengar renyahnya kamu terkekeh, menatap hidupmu yang kian berwarna walau dari kejauhan. Ya, aku sangat ingin kamu bahagia, itulah sebab aku memberimu kemandirian, itulah mengapa aku mengajarkanmu tegar, itulah alasan mengapa pembelajaran yang aku bisa titipkan adalah ilmu. Ilmu tentang hidup dalam kebahagiaan.

Jika hanya ada 1 orang yang sangat ingin tersenyum bangga, itu adalah aku. Karena aku memiliki kamu, karena aku mempunyai harta terbesar dalam hidup. Kamu yang telah membuatku kaya, kaya akan kesabaran, kaya akan kekuatan, kaya akan tanggung jawab. Kamu yang telah membuatku begitu rajinnya mengasah tiap hal yang membuat luka menjadi pengalaman penuh arti.

Jika hanya ada 1 orang yang kadang tak rela bayi kecilnya menjadi bocah lelaki nan ganteng, mungkin itu adalah aku. Aku yang terkadang masih ingin memelukmu dalam gendongan kain jawa, aku yang terkadang masih sibuk berpikir mengapa waktu begitu cepat, aku yang seringkali berpikir saat kamu mulai menggenggam tangan perempuan lain, apakah genggamanku sejak dulu masih yang terhangat? Ah...masih terlalu jauh bagiku, aku masih ingin memeluk tubuh ndut mu dengan erat. Masih ingin disibukkan oleh rayuanmu saat minta segelas susu hangat, atau merajuk ingin mie instan,  dan masih ingin selalu diminta mengoles minyak telon saat kamu sakit.

Dan jika hanya ada 1 orang yang selalu ingin memastikan kamu mendapatkan yang terbaik, menjadi yang paling baik dari apapun di dunia ini, itu adalah aku...

Bunda mu :)


"Selamat ulang tahun bocah gantengku..."


Love...Bunda :*
-Satu-satunya di jagat raya ini yang selalu bawel sama sikapmu, cerewet sama kebiasaanmu, dan kepo berat sama hidupmu atas nama kasih sayang dan penuh cinta yang tak terhingga-
-Satu-satunya di alam semesta ini yang ngangenin khususnya disaat sakit dan butuh pencerahan-




Jumat, 16 Januari 2015

Dear Emak :)


      Mak, alhamdulillah emak masih sehat sampai saat ini, tadi pagi masih semangat jalan pagi sama ibu-ibu komplek. Mak, inget nggak hari ini tanggal berapa? Inget nggak 36 tahun lalu melahirkan anak perempuan, setelah hampir 4 tahun bergelut dengan para dokter karena hormon yang sempet berantakan. Perjuangan banget ya mak buat dapetin anak macam ini. Padahal anaknya keras kepala, bandel nggak bisa dibilangin begini hehe...

      Mak, apa rasanya melahirkan di tahun '79 saat banjir besar di Jakarta dan melahirkan diungsiin ke kamar lain karena banjir udah masuk kamar inap? Seru n deg-degan ya mak :)) Mak, anaknya sekarang udah setua ini, pernah ngerasa dibahagiain nggak sih? Soalnya nih anaknya cuma ngerasa bisanya nyusahin mulu. Dari jaman sekolah sampe udah nikah n punya anak, eh sekarang nambah "dikerjain" karena nggak ada mbak buat jaga cucunya :))

     Mak, maafin ya mak, kalo selama ini belum bisa ngasih banyak sebanyak harapan para ortu. Alhamdulillah nya sih udah bisa ngasih cucu 2 yang aktif n enerjik banget. Sampe kadang urat emosi gk berenti nonjol saking seringnya cucu-cucu bikin huru hara :)) Semoga dengan kehadiran cucu-cucu hidup emak makin penuh warna.

       Mak, udah mak, jangan keseringan makan empal, makanan berlemak apapun, kan emak kolestrol tinggi. Kalo udah kumat ya ampun, nggak tega banget ngeliatnya. Pengen gantiin aja rasanya kalo emak lagi ngerasa sakit. Tapi ya mak, empal goreng itu emang enak banget ya mak, apalagi paru goreng ya mak hahaha... Mak, jangan juga keseringan minum minuman botol gitu yang manis n seger-seger, banyakin aer putih mak. Emak mah nggak gitu doyan aer putih, kan sehat mak.

       Mak, hari ini anaknya ulang tahun loh mak. Sepagian udah ketemu n ngobrol tapi emak tetep aja diem kaga ngasih ucapan. Iya, maklum banget sih, emak udah tua, kadang inget kadang nggak sama ultah anak-anaknya. Yang penting doanya buat anak-anak nggak pernah putus ya mak, itu aja udah cukup :) Eh, tapi tau-tau lagi di kantor di watsapin sama emak ngucapin ultah. Ih, emak canggih sekarang mah udah bisa watsap hahahaa...

       Mak, makasi ya udah ngelahirin anaknya yang cantik dan bermata coklat ini ke dunia yang penuh cinta dan dusta (halah). Makasi ya mak udah sabar banget sama kelakuan anaknya ini, tapi bener deh anaknya ini banyak belajar banget dari kehidupan emak. Makasi juga udah ngajarin jadi perempuan tegar dan kuat meski nggak berbulu ketek tebal macam samson ato eva arnas. Mak, semoga emak sehat selalu ya mak, ntar kita makan-makannya jangan yang berlemak ama keju-keju ya mak :))

Emak, saya sayang banget sama emak Nani bule... *kecupbasah


#ultahBunSay