YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Kamis, 09 Januari 2014

Haruskah MeninggalkanMU?


Mungkin saya memang ditakdirkan untuk menjadi seorang istri penggila bola, khususnya MU. Disaat ujian dan cobaan datang menghampiri tim kesayangannya, manakala Opa Fergie berganti menjadi ayah Moyes. Semua kemenangan itu berbalik menjadi sebuah keterpurukan. Buat saya, semua pergantian masa selalu punya warna tersendiri. Dan kali ini ayah Moyes benar-benar memilih warnanya sendiri. Terlepas dari apa yang sebenarnya ayah Moyes inginkan untuk MU, saya lebih suka membidik orang-orang yang sudah menunggu lama moment jatuhnya MU. 2 Kekalahan beruntun diajang FA Cup dan semifinal 1st leg Capital One serta poin demi poin yang melorot di belakang sang pimpinan klasmen. Ih hebat jadi ngerti bola! Nggak saya ngintip dari detik :)))

Baiklah, kembali ke laptop. Kekalahan demi kekalahan itu ternyata bukan hanya berdampak untuk para pecinta MU. Contohnya saya (kayak lagu dangdut ya). Kenapa setiap saya ke kantor pakai tas MU pasti selalu saja ada orang yang melirik, menengok atau tersenyum sinis??? Hellooo...tas itu saya beli dari uang halal loh, seriusan deh... Apa karena ada tulisan dan logo MU? Ah, kasian... Kasian aja sama orang-orang kayak gitu. Pagi itu sambil menunggu lampu merah yang lama banget, saya langsung tanya ke orang itu, "Kenapa ya mas?" Mas itu tersenyum," kasian ya mbak, MU sekarang kalah terus." Sambil ia menyebutkan club kebanggaannya. Saya balik tersenyum. "Iya ya mas, saya sih lebih kasian sama mas, karena jaket bolanya baru bisa bikin bangga sekarang, kemarin-kemarin kemana aja? Kita udah sampe 20 loh." Terus saya langsung jalan karena lampu pas banget hijau. Puas? Nggak juga. Lega aja bisa nanggepin orang kayak gitu. Mungkin si mas itu kali yang merasa jleb banget. Saya cuma tersenyum kalau inget kejadian itu. Untunglah si mas itu nggak ngejar saya karena sakit hati, kalau iya pun saya bakal langsung arahin ke polres situ :)) Jujur, saya nggak gitu ngerti soal bola, paling cuma tahu sekilas-sekilas aja. Itu pun dari pengetahuan suami tercinta yang ngelotok banget soal bola dan olahraga. Anggaplah kata-kata saya tersebut cuma balasan dari emak-emak yang kesel karena diliatin kayak maling :)) Buat saya celaan, nyinyiran, sindiran soal MU sudah rutin saya dengar dari dulu.

Menjadi setia itu memang nggak gampang, tapi memilih MU untuk jadi club yang kita banggakan itu jauh lebih sulit. Apalagi untuk para pecinta baru. Galau banget pasti melihat permainan MU yang kalah lagi kalah lagi. Sementara club lain lagi asyik nampang di puncak klasmen. Berpindah hati atau tetap setia? Berat cooyy! Seperti halnya memilih MU sebagai club favorit, saya yakin Opa Fergie memilih ayah Moyes nggak cuma asal pilih. Toh Opa Fergie juga nggak langsung membawa MU sebagai juara kala itu? Yang menguatkan Opa Fergie justru para pendukungnya yang tak kenal lelah, istri, anak-anak, keluarga hingga para fans. Dibalik kesetiaan selalu ada cinta dan pelukan. Dibalik kesetiaan selalu ada pundak untuk bersandar saat lelah. Dibalik kesetiaan selalu ada tangan-tangan yang menghapus airmata kekecewaan. Bukan hanya untuk diam duduk di sampingnya. Dukungan terbaik itu saat jatuh, bukan saat kita di atas angin kemenangan.

Jadi, haruskah meninggalkanMU?
Haruskah mencabut semua atribut kebesaran dikala label juara jauh dari kita?
Haruskah mengganti semua kenangan disaat waktu sedang tak bersahabat dengan kita?

Ah, mungkin saya memang ditakdirkan menjadi seorang istri penggila MU. Bisa-bisanya saya nulis kayak begini? Ha? Ha? :)))


-Cheers-

Senin, 06 Januari 2014

Menjadi Nekaders J50K

J50K itu apa? Semacam lomba lari marathon? Lalu saya klik lah hastag tersebut. Jreng! Ternyata tantangan membuat novel selama 1 bulan. Tertarik? Pastilah! Tapi apa mungkin saya bisa? Dengan kerjaan kantor yang segambreng, kondisi di rumah yang hiruk pikuk sama anak-anak, mengurus suami dan lain-lain dan lain-lain... Baiklah, saya mencoba melihat ke belakang, nggak ada siapa-siapa hehee... Maksud saya, dengan pengalaman saya yang pernah menerbitkan sebuah novel melalui penerbit NulisBuku, saya mencoba melihat bagaimana saat itu saya bisa membagi waktu, pikiran serta tenaga untuk menulis. Padahal saat itu saya baru saja melahirkan anak ke-2, sibuk menyusui, kurang tidur dan sebagainya. Sampai tiba bulan September setelah lebaran dan melalui proses segala macam novel itupun terbit. Ya, dengan kesibukan full time mom selama masa cuti 3 bulan, saya justru bisa begitu gigihnya menulis. Heran? Apalagi saya?! Alhasil anak saya yang ke-2 ini suka sama buku, buku saya adalah favoritnya hahahaa.... 

Kembali ke pokok permasalahan, sok serius ya? Iya :) Jadi sebelumnya saya tahu Kampung Fiksi dari twitter. Alhamdulillah pernah menang kuis juga hehehe... Akhirnya saya nekad ikut J50K. Nekad banget emang! :)) Sebenarnya tujuan awal ikut J50K ini adalah mendisiplinkan diri, setelah berapa lama terlena dalam hal yang "entar deh" "gampanglah" "tinggal finishing kok" "males" "capek" dan seribu macam alasan yang nggak penting. Serius deh, saya butuh di "pecut" berulang kali soal disiplin waktu buat nulis. Harusnya, tahun lalu sudah bisa keluarin novel lagi lewat NulisBuku, atau kirim naskah ke penerbit ternama. Tapi itulah, semua malah jalan di tempat, bahkan malah "lumpuh" sesaat. Ikutan project-project nulis juga kayaknya seadanya banget :( menang nggak, menanggung malu iya hihihi...

Nekat ikutan jadi Nekaders J50K pasti punya bahan cerita bagus buat ditulis. Menurut saya sih iya bagus, karena kali ini saya nggak mau bertumpu pada soal cinta melulu. Berusaha untuk sedikit "loncat" dari zona aman, cerita pembunuhan berbalut sedikit mistis. Semoga saya bisa menuliskannya dengan seru :) Hobi nonton CSI dan ketertarikan saya pada cerita motif berdarah-darah. Buat saya, kalau TKP tanpa darah itu bukan TKP hehehe... Persiapan yang saya lakukan lumayan banyak, dari mulai lebih fokus sama serial-serial tentang pembunuhan dan sedikit mistis, banyak baca dan cari info tentang bagaimana pembunuhan terjadi, pelaku, motif serta bentuk TKP. Belum lagi persiapan mental kalau harus diketik tengah malam, suami dan anak-anak sudah tidur, hmmm... Susah ya? Banget! Tapi ya demi tulisan yang beda, perjuangannya juga harus beda ya :)

Hidup Nekad! :)