YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Rabu, 26 Juni 2013

Music is mine...


Music is mine... 

Bagi saya musik terbagi dalam tiga ruang sisi hati, santai, seru dan senang. Saat santai adalah saat dimana hati, pikiran dan tubuh ini benar-benar berada di posisi tak ada beban sedikitpun. Lepas dari semua hal yang membuat sedih, ribet, badmood, kecewa apalagi sakit hati. Karenanya saya tak mengenal musik kala galau atau gundah gulana :) Seharusnya, musik memang membuat kita menggantungkan semua keluh kesah dan amarah. Menikmati musik Indonesia klasik Utha Likumahuwa, Indra Lesmana yang kerap berduet dengan sang mantan istri Sophia Latjuba, atau musik pop slow Melly Goeslaw, Nike Ardilla, Reza Artamevia, ataupun musik yang lebih jadul lagi seperti Betharia Sonata, Dian Piesesha, dan lain-lain. Dari penyebutan nama-nama penyanyi, ketahuan nggak saya dari angkatan berapa? Hahaha... Biarlah, buat saya musik dari jaman kapanpun asal enak dan gampang dicerna telinga artinya masih menjadi musik yang asyik :)

Musik seru, mewakili sisi hati yang sangat mengusik gerak, gerak tubuh untuk goyang maupun gerak jiwa. Greenday, J-Rock, PAS Band, Jamrud, atau musik nya U-Camp, Voodoo atau Grass Rock. Nah, makin jelas kan dari angkatan berapa saya berasal? Hahahaha.... (ketawa malu) Tapi entah kenapa ya musik dengan genre rock dan seru-seruan gitu jaman dulu nggak terdengar urakan, malah seringkali ngangenin banget untuk saat sekarang. Band rock buat saya nggak selalu urakan atau nyeleneh, karena musik nya yang masih bisa diterima pendengaran saya dengan baik. Akan lebih nyeleneh apabila musik , penyanyi atau lirik lagunya nggak jelas, nggak jelas apa maunya, mau nyanyi apa mau pamer tubuh, mau ber musik apa mau numpang terkenal aja. Buat saya itu bukan musik yang asyik, apalagi jadi penyanyi yang asyik ber musik

Bersenang-senang dengan musik seperti halnya bergoyang dangdut sampai pagi. musik dangdut dari genre melow sampai genre meliuk-liuk selalu dapat memecah suasana. Mulai dari Itje Trisnawati, Cici Paramida, Ikke Nurjanah sampai Inul Daratista, Dewi Persik, ataupun Trio Macan. Untuk sebagian orang, musik dangdut layak hadir dalam acara pesta pernikahan sebagai hiburan, beberapa orang mendendangkan dangdut saat berkaraoke bersama teman. Intinya memang untuk menyenangkan hati. Dan saya menikmati musik dangdut sebagai bagian dari sisi saya untuk bersenang-senang. 

Musik dari jenis dan genre apapun memang selalu jadi bagian dari hidup saya. Bukan sebagai perwakilan isi hati namun lebih kepada cara saya menikmati musik dan menghargai musik itu sendiri. Beruntungnya saya berada diantara orang-orang yang mengenal musik dengan baik dan mengenalkan saya bagaimana musik yang benar-benar asyik :)