YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Rabu, 27 Februari 2013

Mesin Cuci Samsung, I Need You Full...

Pekerjaan rumah tangga apa yang paling menyita waktu dan tenaga selain menyetrika baju? Kalau saya? Jujur, mencuci baju itu pekerjaan terberat. Sekarang mungkin sudah sangat membantu dengan adanya mesin cuci, tapi itupun saya harus pilih mesin cuci yang punya banyak keuntungan berlipat ganda. Maunya tinggal masukin baju- baju kotor, masukin sabunnya terus pencet start langsung beres sampai kering, tinggal jemur. Kalau perlu ya, itu mesin cuci bisa jemur sekalian seru kali ya... Tahun berganti, jaman semakin canggih. Mesin cuci yang tipe langsung beres memang sudah banyak hadir di dunia. Tapi sebagai konsumen yang pintar harusnya kita juga mampu memilih mesin cuci yang pintar. Pintar mencuci, pintar mengeringkan baju, termasuk pintar dalam garansi serta menjaga mesin tetap awet. 

Lalu berlabuhlah saya di tempat ini, dimana bermacam elektronik Samsung hadir. Dari mulai gadget sampai home appliances. Mata saya langsung tertuju pada mesin cuci. Samsung memiliki teknologi, wobb technology dan eco bubble technology. Kalau saya tertarik sekali sama yang eco bubble, karena selain mudah, tinggal masukkan sabun dan air  lalu air akan menuju pengaturan bubble dan keluar dari sela- sela diamond drum. Jadi yang mencuci sebenarnya adalah gelembung atau busa sabun yang memudahkan pakaian untuk kering dan mencuci lebih cepat. Tak perlu khawatir pakaian tidak bersih karena sesungguhnya ini akan membuat pakaian lebih bersih. Dengan garansi mesin cuci selama 11 tahun, menghemat air, tidak berisik, dan digital inverter.


Add caption

Selasa, 26 Februari 2013

Martabak Manis Coklat Keju


"Martabak manis coklat kejunya satu ya," kataku sambil mencari-cari tempat duduk untuk menunggu.
"Nggak pake kacang sama wijen, iya kan?" sahut salah satu pelayan.

Aku tersenyum padanya. Ini memang warung martabak manis langgananku, hampir tiap minggu aku membelinya. Martabak manis terenak dengan harga terjangkau. Ditambah pelayanan yang cukup memuaskan. Salah satunya dari pelayan ganteng itu, yang selalu hafal pesananku :)

"Bisa geser sedikit?" ucap seseorang padaku.

Aku langsung menggeser sedikit letak dudukku sebelumnya, tanpa memperdulikannya. Aku masih asyik mengutak-atik telepon genggamku ketika akhirnya tersadar bahwa seseorang mencoba membuka obrolan denganku.

"Beli martabak juga?" tanya cowok manis disampingku.
"Nggak mas, saya beli gado-gado," jawabku sekenanya sambil tersenyum.

Cowok manis bertubuh tinggi tegap itu tertawa mendengar jawabanku yang terkesan cuek. Untuk ukuran cowok, ia cukup ganteng. Tapi pandanganku aku alihkan pada pelayan-pelayan yang sedang sibuk membuatkan pesanan.

"Rumahnya dekat sini ya? Kenalkan, aku Aldo, aku baru saja pindah di komplek ini," ia mengulurkan tangannya padaku.
"Ooo..." aku membalas uluran tangannya tanpa memberitahu namaku.

Tak lama kemudian namaku dipanggil diantara antrian pembeli martabak manis. Warung martabak disini memang memasukan nama pembelinya pada struk pembelian, selain nomor antrian. 

"Jadi namamu Dara?" ujar Aldo menatapku dengan senyum nakal.

Aku hanya mengangguk tersenyum sambil menuju tempat pengambilan martabak.

"Satu martabak manis coklat keju kali ini aku bikinin spesial banget buat kamu," ucap sang pelayan.
"Kenapa begitu?" tanyaku bingung.
"Pertama, karena cowok itu sudah menganggu kenyamanan pelanggan aku. Kedua, karena kamu salah satu pelanggan setiaku. Ketiga, karena kamu menginspirasi semua menu martabak manis di warungku," jawabnya panjang.

Aku tertawa, jawabannya semakin membuatku bingung. Satu-satunya yang membuatku sedikit mengerti bahwa pelayan itu adalah pemilik warung martabak ini. Hebat! Ganteng dan mandiri, perpaduan yang pas sekali.

"Selamat menikmati martabak manis coklat kejunya... o iya satu lagi, maafkan atas sikap adikku Aldo, ia memang cowok jail," katanya tersenyum.

Adiknya?!

Aku tersenyum menuju parkiran sambil sesekali mencuri pandangan kearah sang pelayan ganteng. Oh, salah, pemilik warung yang ganteng...





 

Kamis, 14 Februari 2013

CUT...!


Aku masih memeluknya di area Keukenhof ini. Betapa rindu ini tak ada habisnya untuk kucurahkan hanya pada Alexa. Kehadiranku yang tiba-tiba membuatnya terkejut, persis saat ia muncul di depan pintu kamar kost ku dulu. Penuh kejutan dan kebahagiaan. Hari ini seolah tak ingin berganti malam, tak sanggup menunggu esok yang dirasa lebih penuh makna.

"Sampai bertemu besok, jodohku," ucapmu pelan tersenyum manja.

"Selamat tidur cantikku, mimpi indah ya," ujarku sambil mencium keningnya.

Sekali lagi ia memelukku erat di depan pintu kamarnya. Ia tak mengijinkan aku  masuk, katanya takut rindunya akan habis malam itu dan tak tersisa sedikitpun. Aku hanya tertawa. Alexa, kamu lucu...

"CUT...! BUNGKUUUSS...!"

Seluruh kru film bersorak-sorai, bersalaman dan berpelukan melepas semua letih dan kesibukan bekerja selama beberapa bulan terakhir, antara Jakarta - Belanda. Aku memeluknya hangat. Syuting mungkin akan berakhir, tapi aku dan kamu baru saja memulainya dari Lisse.

"Baiklah nona sutradara, setelah ini, adegan apa lagi yang harus aku lakukan?" kataku menggoda Shara, kekasihku.

"Hmm...Bagaimana kalau adegan menjadi suami dan ayah dari anak-anakku kelak?" sahutmu sok menantang.

"Oke, siapa takut?" aku tersenyum lebar.



#13HariNgeblogFF

tunggu di situ, aku sedang menujumu...



Keukenhof di bulan April.

Aku menatap tulip-tulip yang merekah indah nan cantik di taman bunga terbesar di dunia ini. Sudah lama aku tak berkunjung ke tempat ini. Tepatnya sejak aku memutuskan untuk pindah kuliah di Jakarta dan hidup mencari kedewasaan. Meninggalkan Lisse, dan kamu...
Tak lama sebuah pesan singkat masuk di telepon genggamku. Aku segera menuju ke salah satu tempat di taman bunga ini. Bukan, pesan singkat itu buka darimu, Alexa...

Sosokmu masih saja menawan di mataku, rautmu masih saja memukau hatiku. Kerinduan ini terlalu besar untuk kuungkapkan, bahkan tiap detiknya akan berganti dengan rindu yang baru saja dirajut. Semakin meluas dan sesak memenuhi dadaku. Alexa, cantikmu tak lekang oleh musim apapun. Memandangmu dari kejauhan, kamu tersenyum menatap bunga-bunga yang mewakili segenap kecantikanmu. Tanganmu sibuk mengambil beberapa foto di taman bunga ini. Dan telepon genggammu berdering.

"Jika tulip hanyalah bunga, maka ia tak pantas kusebut keindahan, mungkin ia hanya akan bertahan menanti musim berganti, tanpa punya arti. Tapi untunglah ia tak sekedar bunga, seperti kamu, yang tak cukup hanya sekejab ada bersamaku, tak cukup hanya membalas semua rasa ini," kata-kataku mengalir pelan.

"Kendra??" Alexa mencoba mencari-cari keberadaan diriku di Keukenhof siang itu.

"Tunggu di situ, aku sedang menujumu..." 

Selalu saja ada titik dimana pandangan mata ini bertemu, bertatap rindu. Kamu tersenyum haru menyadari kehadiranku yang tak lagi sebuah mimpi dan harapan.

"Aku kembali... " kataku tersenyum menyentuh pipinya yang lembut.

Alexa memelukku erat tanpa kata.

"Apa yang membuatmu kembali?" tanyamu kemudian.

"Masa depan kita, hanya itu," jawabku cepat.

Kamu tersenyum. 

Nantinya, senyum itu yang selalu menjadi alasanku untuk bangun setiap pagi di sampingmu...



#13HariNgeblogFF






Jangan Kemana-mana di hatiku Saja


Merasakan cinta Alexa adalah kebahagiaan sejati buat aku. Bahkan aku tak mampu menukarnya dengan apapun. Niatpun nggak. Melihat Alexa itu seperti melihat Mama. Iya, Mama. Perempuan yang penuh perhatian dan kasih sayang, walau suka ngomel karena sikapku yang santai dan lumayan keras hati. Alexa itu sabarnya tanpa batas, persis Mama. Dulu saat aku baru pertama punya pacar terus berakhir dengan putus, Mama bilang aku nggak cocok punya pacar yang cuek karena biasa diurusin sama Mama :) Dan beberapa temanku bilang, perempuan yang nantinya akan jadi pasangan kita biasanya nggak jauh dari sosok Ibu. Aku selalu berharap itu adalah Alexa...

Jam dua dini hari aku terbangun dari tidur yang sebenarnya nggak pules-pules banget. Aku tekan nomor telepon Alexa. Ia pasti sedang asyik dengan mimpinya sambil memeluk guling, pikirku sambil tersenyum.

"Halo, yank, ada apa?" tanyanya dengan suara agak parau.
"Nggak ada apa-apa. Maaf ya ganggu kamu tidur," sahutku pelan.
"Yakin nggak ada apa-apa? Kenapa mendadak menelepon aku jam segini?" Alexa mulai terdengar khawatir.
"Nggak ada sayang, aku kangen sama kamu. Kangen banget," aku meyakinkannya.

Suara Alexa terdiam.

"Alexa, kamu bisa bersabar kan dangan situasi dan kondisi kita ini?" tanyaku.
"Kendra sayang, kita yang harus bersabar, bukan cuma aku," jawabnya cepat.
"Alexa, jangan pergi dari aku ya, jangan kemana-mana, jangan singgah di hati manapun, cukup di hatiku saja" ucapku.
"Menurut kamu apa aku bisa?" Alexa balik bertanya.

Kini aku yang terdiam. Ya, aku rasa tak seharusnya aku menanyakan hal itu padanya. Setelah hubungan kami yang berjalan bertahun-tahun lamanya. Aku tak pernah meragukannya, hanya saja, aku rasa aku kembali jatuh cinta padamu Alexa...



#13HariNgeblogFF




Selasa, 12 Februari 2013

Bangunkan Aku Pukul Tujuh

    
        Tugas yang lumayan sulit, Alexa bolak balik di depan meja riasnya. Tangannya sibuk mengutak-atik telepon genggam yang harusnya ia hentikan dari 1 jam yang lalu. Tapi seharusnya juga perasaannya sudah tenang sejak tadi. Ia kembali mengecek telepon genggamnya. Tak ada kabar ataupun jawaban atas semua pesan-pesannya yang ia tinggalkan untuk Kendra. Ini yang seringkali membuatnya jengkel pada Kendra. Dulu, ia mungkin dengan mudahnya menghampiri ke rumah Kendra, tapi sekarang? Sekarang ia dan Kendra tinggal berjauhan, yang bisa dinantikannya hanya balasan-balasan atas pertanyaan atau pernyataannya buat Kendra. Membangunkan Kendra memang selalu jadi tugas sulit buat Alexa...

"Sayang, aku baru bangun, kok kamu nggak bangunin aku jam tujuh?"
"Kendraaaa.....untung aja kamu jauh ya, kalo deket pasti udah aku siram biar kamu bangun! Dari jam enam aku telepon nggak diangkat juga sampe jam segini, liat tuh udah jam berapa?!"
"Ya udah, nggak usah ngomel-ngomel sayangku, ini aku kan udah bangun hehehe..."
"Katanya kamu ada janji mau ketemu dosen jam tujuh?"
"Jam tujuh malam sayangku, cantikku Alexa..."
"Ooo..."

Aku tertawa mendengar omelan Alexa kian mereda. Terdengar agak kesal dan jengkel juga, jadi makin kangen kamu...

"Emang siapa yang mau ketemu dosen pagi-pagi begini? Semua dosen pagi-pagi kan ngajar. Kamu tahu nggak kenapa aku minta dibangunin jam tujuh?"
"Nggak."
"Makanya jangan ngomel-ngomel duluan, cium juga nih... Hahaha... Udah diliat belum ada kiriman pagi ini?"
"Kiriman? Iya udah ada, itu dari kamu?"
"Bukan, dari tukang ojek... Ya iya dong sayang dari aku, emang ada cowok lain yang sering kasih kiriman buat kamu? Ya udah paket dari aku dibalikin aja..."
"Hahahaaha... maaf ya sayaangg...abis nama pengirimnya bukan nama kamu, jadi aku belum buka-buka..."
"Iya emang sengaja. Paket itu katanya sampe jam tujuh, makanya aku minta kamu bangunin aku jam tujuh. Yang antar teman aku tuh hehehe.... Dibuka dong paketnya... "

Tak lama kemudian...

"Yank... ini apa? Aah...kamu kan...bikin aku terharu pagi-pagi..."

Alexa mendekap kalung berwarna perak lalu membuka bandulnya sambil tersenyum haru.

"Kamu ingat impian kita? Foto kecil kita itu nantinya akan berganti dengan foto anak-anak kita, happy anniversary my Alexa..."

Alexa terdiam diujung telepon, andai saja ia bisa memeluk Kendra dengan begitu eratnya...




#13HariNgeblogFF