YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Kamis, 24 Januari 2013

Menanti Lamaran


AlexanyaKendra
  Papa lagi galau trus suka ngambek nggak jelas

KendrAlexa
R   Kenapa?

AlexanyaKendra
R   Mama bilang gara-gara nungguin lamaran

KendrAlexa
R   Hah?! O... O...

AlexanyaKendra
R   Iya yank

KendrAlexa
R   Sayang, maaf ya, aku belum bisa kasih keputusan apa-apa :( Sumpah deh, aku mau banget nikahin
      kamu, tolong bilang Papa ya untuk bersabar, aku mau cari kerja tetap dulu jadi kita nikah nggak bikin
      susah

AlexanyaKendra
R   Hahahhahaahhaahahaahhaaaaaaaa......

KendrAlexa
R   Loh kok ketawa?

AlexanyaKendra
R   Papa nunggu lamaran dari Pak Sarwo, calon RW yang baru, Mama bilang, Papa udah dijanjiin mau
      dilamar untuk jadi wakilnya :))))

KendrAlexa
  Apaaaaaaaaa????? Kirain....

AlexanyaKendra
R   *ketawagulinguling

KendrAlexa
R   Heehh....puas banget kamu ketawanyaaa.....ciuuuum nih yaaaaa...... :)))

AlexanyaKendra
R  Abisnya kamu lucu hihihiii..... Aku jadi kangen deh... *peluk



#13HariNgeblogFF

Minggu, 20 Januari 2013

"Untuk Kamu, Apa Sih Yang nggak Boleh?"


"Aku boleh suka sama kamu?"

"Boleh."

"Boleh kangen sama kamu?"

"Hmm.. Boleh juga."

"Kalau sayang sama kamu?"

"Boleh dong."

"Boleh pegang tangan kamu nggak?"

"Boleh kalau kita mau nyeberang bareng."

Aku tertawa.

"Aku boleh peluk juga nggak?"

"Peluk aku? Peluk Onyet aja ya."

Kamu menyodorkan boneka monyet kesayanganmu.

"Katanya kamu sayang sama aku, kok nggak boleh peluk?"

"Untuk kamu, apa sih yang nggak boleh?"

Kamu mengacak-acak rambutku.

"Kecuali satu, dan itu harus menunggu sampai kita menikah."

Kamu tersenyum menatapku.

"Ya ampun sayang, aku kan juga nggak mau merusak kamu, kamu pasti aku jaga baik-baik deh."

Aku mencubit pipimu gemas.

Kamu tersenyum sambil meringis.

Saat itu April di Belanda, bulan yang tepat untuk menikmati keindahan bunga-bunga warna warni bermekaran. Termasuk menikmati keindahan seorang Alexa di hadapanku. Cantik, pintar dan lucu. Tak kusengaja pula untuk menyatakan isi hatiku di bulan itu, bulan penuh bunga, seperti hatiku. Mengenal Alexa seperti menyeretku untuk lebih realistis pada hidup. Gadis cantik yang selalu hidup sederhana, tapi berkeinginan kuat untuk bersekolah tinggi, meski sambil bekerja di negeri orang. Kagum, itulah awalnya pandanganku terhadapnya. Aku pikir dengan kecantikannya ia adalah anak orang kaya yang disekolahkan di negeri orang tanpa embel-embel apapun. Tapi aku salah.

Kami berjalan menyusuri pinggir kanal sambil bercerita dan aku menenteng sepedaku. Sepeda inilah yang membuat kami tak sengaja berkenalan. Ban sepeda yang bocor dan tempat tambal ban yang jauh. Kala itu Alexa menghampiriku dan menawarkan bantuan untuk menambal ban ditempatnya karena ia memiliki peralatan sepeda yang lumayan lengkap. Dahulu ia sempat bersepeda namun karena pernah jatuh, ia memutuskan untuk menyimpan sepedanya di pojok ruangannya. Praktis setelah itu kami jadi sering bertemu lalu memutuskan untuk memiliki hubungan yang lebih serius. Hingga saat ini Kendra menimba ilmu di Jakarta, tak sedikitpun sikap Alexa berubah. 



#13HariNgeblogFF

Cintaku Mentok di kamu...



Dear Alexa sayangku,

Haruskah aku membalas e-mail mu ini? Padahal kamu tahu seberapa besar rasa sayangku padamu, seberapa banyak rinduku untukmu, dan seberapa mentok cintaku padamu? Lucu sebenarnya, karena selama kita pacaran, kita nggak pernah sekalipun berbalas e-mail apalagi berbalas pantun hahahaha…. Telepon, sms, bbm, watsapp, skype atau apapun itu, selalu sukses membunuh rindu kita meski hanya untuk sementara waktu.
Alexa, terima kasih untuk hadirnya kamu selama ini dalam hidup aku, dan untuk hadir secara mengejutkan di depan pintu kost ku :) Beneran deh, aku sama Arya kaget banget tiba-tiba melihat wujud kamu disini hahaha…. Alexa cantik, sabar ya, untuk semuanya. Untuk kerinduan terbesar kita, untuk cinta yang telah kita susun selama ini, dan untuk masa depan kita berdua. Pengorbanan sesungguhnya nggak akan pergi begitu saja dengan sia-sia. Aku yakin, jauhnya kita tak mungkin bisa membendung semua cinta kita yang semakin besar tiap detiknya. Terutama aku. Aku yang sudah terlalu nyaman bersamamu, aku yang sudah terlalu indah memandang hidup bersamamu. Tak mungkin aku membuangnya dengan percuma.

Jadi, cintamu mentok di aku nggak? :)


Big Hug n Kiss

Kendra

Bales Kangenku Dong!


Kendra sayang,

Kamu sedang apa? Senang deh bisa sama-sama kamu di Jakarta melepas rindu, menikmati jalan-jalan berdua sama kamu persis seperti kita masih di Belanda. Kangen banget suasana saat kita jalan bareng di Belanda kayak dulu. Bukan, bukan, bukan kaena Belanda nya tapi berdua kamunya itu loh :) Setahun belakangan ini kita kan nggak terlalu intens bisa sama-sama kayak dulu, kamu di Jakarta, aku di Belanda. Awalnya sulit banget buat aku, aku yakin kamu juga begitu. Tapi aku percaya, kamu sedikitpun nggak akan berubah. Itu yang aku rasakan waktu aku ke Jakarta sekaligus kasih kejutan ulang tahun untuk kamu. Gimana kejutannya, suka nggak? Awas kalau nggak suka... Hahaha.... Kejutan itu juga sebagai pelepas rasa rinduku yang sudah terlalu memuncak sama kamu. Kendra, kapan kamu kembali ke Belanda,? Sekedar membalas rasa kangenku ataupun kembali menetap seperti dulu. 


Big Hug n Kiss


Alexa



Kendra tersenyum membaca e-mail dari pacar tercintanya. Baru kali ini Alexa mengirimkan e-mail padanya, selama masa pacaran mereka yang telah bertahun-tahun. Ia mengerti betapa Alexa sangat merindukannya, tak beda jauh dengan isi hatinya. Kedatangan Alexa beberapa hari lalu sempat membuat dirinya terkejut, ia tak menyangka Alexa akan datang apalagi sekaligus untuk merayakan ulang tahunnya.

"Alexa sayang, aku akan selalu membalas rindumu, dengan atau tanpa aku kembali ke Belanda."




#13HariNgeblogFF

Kamis, 17 Januari 2013

Sambungan Hati Jarak Jauh


"Berat banget ya ternyata."

"Apanya?"

"Ya hubungan ini, aku nggak sangka akan jadi begini beratnya."

"Yang berat bagian mananya?"

"Bagian kangennya, kangen sama rambut kiwil-kiwilnya Alexa, kangen sama ketawanya, kangen sama sikapnya yang kadang bikin kesel, kangen marah-marahnya, kangen cemberutnya, ah... Alexa selalu bikin aku rindu serindu rindunya."

"Tinggal balik ke Belanda aja kok susah banget? Kamu udah disuruh pulang juga kan?"

"Pulang? Nggak segampang itu, apalagi aku udah janji untuk nggak pulang kecuali selesai kuliah dan punya kerjaan tetap."

Tiba-tiba telepon genggam Kendra berbunyi nyaring.

"Jadi harus berapa lama lagi aku ngejalanin sambungan hati jarak jauh ini sama kamu?!"

"Alexa..."

"Aku mau putus!"

"Jangan...!"

"Kenapa jangan?!"

"Kasih aku kesempatan untuk menyelesaikan kuliahku dulu."

"Aku kasih kesempatan sekarang, nggak ada waktu lain! Kalau kamu nggak buka pintu kamarnya, kita beneran putus aja!"

"Hah?! Maksudnya?"

Kendra panik segera membuka pintu kamar kost-nya. Arya bingung melihat sikap Kendra.

"Alexa?"

Alexa sedang berdiri di depan kamar Kendra tersenyum dengan manisnya.

"Aku kangen..." Alexa langsung memeluk Kendra.



#13HariNgeblogFF

Cuti Sakit Hati


"Ken, aku ingin cuti," ucap Risha diujung telepon.

"Maksudnya cuti kuliah? Sebentar lagi kan ujian, Ris," jawab Kendra santai duduk diatas sofa sambil menonton tv.

"Aku ingin cuti, cuti sakit hati dari Boy, aku capek," kata Risha menjelaskan.

"Ooo...itu...terus kamu mau apa? Putusin Boy? Emang sanggup?" Kendra setengah menggodanya.

"Nggak sanggup sih, tapi... Tapi udah terlanjur, Ken..."

"Terlanjur gimana?"

"Terlanjur membunuhnya..."

Kendra langsung diam terkejut.

"Seorang pria ditemukan tewas mengenaskan di kamar kost nya diduga karena dibunuh, mayat korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani otopsi sementara keluarga korban yang tinggal di Yogya masih dalam perjalanan menuju Jakarta."

Kendra terperangah melihat berita di tv mengenai Boy.

"Risha! Risha!" Kendra terus memanggil Risha di telepon.

Tak ada jawaban.

"Risha! Kamu kenapa bodoh begitu!"

"Maafin aku, Ken, aku pergi," sahutnya pelan.

Kendra langsung panik, dibukanya kartu pra bayar dalam telepon genggamnya dan membuangnya. 



#13HariNgeblogFF

Orang Ketiga Pertama


 "Ken, mau nambah nggak?" tanya Arya.

"Eh, nggak, udah kenyang," jawab Kendra.

"Ngeliatin apaan sih dari tadi?"

"Itu, cowok di pojok sana tuh, dari tadi sibuk banget."

Lalu Arya ikut terdiam mengamati gerak gerik cowok di pojokan warung pecel lele ini. Si cowok muda tampak mesra dengan seorang gadis muda sambil bercanda. Tak lama mereka keluar dan si cowok kembali lagi duduk di pojokan tanpa si gadis muda. Namun selang berapa menit seorang gadis muda lain datang menghampiri dan mereka kembali terlihat mesra. Kendra dan Arya saling bertatapan sambil tersenyum.

"Heh! Bagus ya! Baru aja nganter aku pulang sekarang udah sama cewek lain?!"

Gadis muda yang lebih dulu pergi ternyata datang kembali dan menangkap basah kuyup si cowok muda dengan gadis muda tersebut. Seketika warung pecel lele jadi ramai. Kendra dan Arya tertawa melihatnya.

"Ya ampun kasian banget neng bisa sampai dikadalin begitu," ucap Arya.
"Jangan salah, itu cewek justru orang ketiga pertama, Ya, cewek aslinya udah jauh lebih dulu dianter pulang, dari tadi kan makanya aku sibuk merhatiin," Kendra tertawa geli.



#13HariNgeblogFF

Selasa, 15 Januari 2013

Pukul Dua Dini Hari


"Ya Tuhaaaaaann......!!! Aku ngantuk sekali, benar-benar butuh tidur..."

Hampir setiap malam, pukul dua dini hari suara bayi mungil itu terdengar menangis kencang. Seharusnya sejak pindah kost ditempat ini aku sudah mulai terbiasa, tapi hari ini aku letih luar biasa, butuh tidur teramat sangat. Berharap tidur dari jam 8 malam tadi dan bangun jam 5 subuh. Tapi apalah arti tangisan bayi, tetap yang dewasa harus memahami. 

Pagi harinya aku terbangun lemas, menatap jam dinding sambil memeluk guling, memikirkan tidur yang tak begitu maksimal.

"Kendraaa...banguuunn...kuliaah..." teriak Arya dari luar pintu kost.

Tak berapa lama Kendra keluar dari kamarnya dan telah siap untuk ke kampus.

"Kenapa sih, Ken, ngantuk mulu tiap hari," tanya Arya teman kost-nya.

"Nggak bisa tidur, tiap malam bayinya orang sebelah itu nangis terus," jawab Kendra.

"Tiap malam? Kok aku nggak denger ya?"

"Iya tiap jam dua dini hari pasti nangis."

Mereka lalu berpapasan dengan ibu kost dan mbok Yem.

"Belum berangkat?"

"Ini mau berangkat, Bu," sahut Arya tersenyum.

"Ibu mau kemana?" tanya Kendra.

"Ibu mau beres-beres kamar sebelah kamu itu loh, sudah lama nggak diisi, nah nanti ada orang baru yang masuk," Ibu berlalu meninggalkan Kendra dan Arya.

"Whaat?! Kosong?! Kamar itu kosong?!"

Dada Kendra sesak, jantungnya berdegup kencang. Jadi suara bayi siapa yang ia dengar setiap malam???



#13HariNgeblogFF

Kenalan Yuk!


"Maaf, ini saputangannya jatuh."

"Oh, iya, terima kasih."

Aku tersenyum segera berlalu, pria muda itu masih menatapku hingga membuatku untuk menoleh sekali lagi saja. Pria muda itu melambaikan tangannya sambil tersenyum nakal. Aku masih berusaha berkeliling mengisi waktu ditempat ini, janji temu dengan Tante Mariska masih setengah jam lagi. Aku memutuskan untuk duduk di sebuah coffee shop sambil membaca novelku. Tak lama seorang waiter memberikan sebuah camilan sepotong cheesecake dengan sebuah kertas kecil.

"Kenalan yuk!"

Aku mengernyitkan keningku sambil melihat sekelilingku.

"Dari siapa?"

"Pria muda di pojok sana."

Aku tersenyum geleng kepala, ia pria muda yang tadi. Aku memberi kode untuk duduk bersamaku.

"Terima kasih untuk cheesecake-nya." 

Anak muda yang tampan, kenapa ia mau berkenalan denganku? Usianya jelas jauh berbeda denganku.

"Maaf kalau caraku agak norak untuk berkenalan," ucapnya malu-malu.

"Tak apa."

"Sebenarnya aku hanya ingin memberikan ini, titipan dari Mamaku. Mendadak ia harus ke Belanda dan tak sempat memberi kabar, hanya foto melalui bbm ini yang diberikan untuk bertemu dengan anda," ujarnya kemudian.

"Ya Tuhan... Kamu anaknya tante Mariska?" aku tertawa geli.

Pria muda itu bernama Kendra, tinggal di Belanda dan saat ini sedang berlibur di Jakarta. Tante Mariska adalah adik Mamaku paling kecil, dari 12 bersaudara. Usianya hanya terpaut 4 tahun dari aku.


#13HariNgeblogFF