YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Kamis, 31 Oktober 2013

Bakso Badut Milly


"Hey, kamu sebenarnya badut atau tukang bakso?" tanya Milly cekikikan sambil iseng memegang wig dan hidung badutku.

Aku hanya tersenyum. Milly adalah gadis cantik pelanggan setiaku sejak aku berkeliling jualan bakso badut di komplek ini. Untuk menarik pelanggan aku sengaja memakai kostum badut, tak masalah mereka tak membeli daganganku, yang penting aku bisa menghibur mereka. Sudah satu tahun aku berjualan bakso keliling, bukan karena orangtuaku tak mampu, tapi lebih kepada hasrat jiwa dagang yang mengalir di tubuhku hasil turunan dari Ibu tercinta. Ya, Ibuku seorang penjual nasi gudeg. Sebelum menetap di sebuah ruko pinggir jalan, beliau mengawali usahanya dari jualan berkeliling, sama seperti yang aku lakukan sekarang. Bedanya, aku menyelipkan berbagai atraksi yang biasa seorang badut lakukan. Dan Milly, ia selalu menunggu aku beraksi, seperti aku yang selalu menanti senyum dan tawa riuhnya.

"Kamu nggak terpikir punya warung bakso sendiri?" tanya Milly tiba-tiba.
"Pastinya, doakan saja," jawabku tersenyum.
"Kalau kamu sudah punya warung, aku ngelamar ya jadi karyawan," ujar Milly dengan mimik sok serius.
Aku tertawa mendengarnya.
"Kalau karyawannya secantik kamu, ya mending sekalian aku lamar aja," ucapku menggodanya.
"Hahahaha... Badut gombaaall..." Milly mengacak-acak wig di kepalaku dan melepasnya.

Milly, selalu saja banyak cerita dari bibir mungilnya, selalu saja ada tawa yang menghias di rautnya, selalu saja ada kata-kata indah sekaligus 'menyentil' dari mulutnya. Satu hal yang aku salut darinya, semangatnya yang tak pernah redup sedikitpun. Selama mengenal Milly, ia selalu jadi sosok penyemangat buatku, keceriaannya selalu mampu mengganti peluh dan letih saat aku mulai capek berjualan sambil kuliah.

"Kalau kamu seorang badut, kamu nggak boleh hilang semangat, badut itu ceria," ucapnya suatu kali padaku.

Milly benar, aku memang nggak boleh hilang semangat sedikitpun. Bahkan Milly yang sedang sakitpun tak pernah murung memikirkan sakitnya. Ya, Milly seorang penderita kanker. 

---
Siang ini aku tak melihat Milly keluar dari pagar rumahnya, tidak menyambutku seperti biasa. Pikiranku jadi agak kalut. Ya Tuhan, apa yang terjadi sama Milly? Aku duduk terdiam di depan rumahnya, mbak Harni keluar sambil membawa mangkok.

"Milly kemana ya, mbak?" tanyaku sambil membuatkan semangkok bakso.
"Non Milly lagi ke rumah sakit, tadi cuma titip beli bakso aja, memang mas Bagas nggak tahu?" ujar mbak Harni.
"Kamu yang namanya Bagas?" tanya seorang wanita dari balik pintu pagar.

Mbak Harni langsung menyelinap masuk begitu tahu sang ibu majikan berada di dekat pintu.
Aku tersenyum sambil mengulurkan tangan dan berkenalan dengannya. Wanita itu adalah mamanya Milly, sama cantiknya seperti Milly. 

"Bisa masuk sebentar? Ada sesuatu yang ingin saya perlihatkan. Milly sedang terapi di rumah sakit, kamu tahu kan tentang penyakitnya?" ia lalu mengajakku ke salah satu ruangan.
"Sejak kecil Milly sangat suka sama badut," ia membuka pintu kamar Milly.

Aku terperangah menatap sekeliling ruang kamarnya. Dinding, hiasan meja rias, lampu kamar, sprei hingga tirai jendela semua dipenuhi atribut badut. Sebuah boneka badut berukuran besar terletak di sudut kamar. Begitu cintanya Milly terhadap badut.
"Milly anak yang sangat ceria, nggak pernah putus asa bahkan saat dokter memvonisnya kena kanker, justru ia yang memberi kami semangat untuk nggak sedih apalagi kecewa dengan hidup ini," ia tersenyum menceritakan tentang anak perempuannya.
"Hidupnya semakin penuh semangat dan harapan ketika mengenal kamu, tak hentinya ia bercerita soal kamu, badut dan dagangan baksomu. Padahal ia tak pernah sedikitpun menyantapnya. Ya, Bagas, semangat itu datang dari kamu dan bakso badutmu," ia menambahkan.
Aku tertegun tak mengerti harus berkata apa. Selama ini aku berpikir bahwa akulah yang selalu diberi semangat dan harapan baru oleh Milly, bukan sebaliknya.

---
"Tok..tok..tok..." 
Bagas membuka pintu tapi tak seorangpun ada.
"Halo! Kok belum siap-siap untuk keliling? Dasar pemalas! Ayo sana siap-siap!" wajah Milly muncul dibalik pintu.
Bagas terkejut lalu tertawa melihatnya.
"Milly? Ngapain pakai baju badut?" ucapku sambil menahan tawa.
"Kok ngapain? Ya mau nemenin kamu jualan dong," sahutnya cepat.
"Hah? Serius? Aku lama loh kelilingnya, nanti kamu capek," ujarku.
Milly menggeleng kepalanya. Ia tetap pada pendiriannya untuk ikut berjualan bersamaku.
"Nanti kamu jualan aja, biar aku yang atraksi," ucap Milly bersemangat.
"Kamu? Memangnya bisa?" tanyaku ragu.
"Atraksiku pasti lebih keren dari kamu," ia meledekku.

Aku tertawa melihat sikapnya. Ditengah sakitnya tak secuilpun aku melihat ia mengeluh. Bahkan dengan sigap ia membuat suasana menjadi ramai, daganganku laku dibeli orang. Bocah-bocah berkumpul sambil tertawa terkekeh, sesekali mengikuti gerakannya beratraksi. Ia benar, atraksinya memang lebih memukau daripada aku. 

"Gimana daganganmu, laris nggak?" tanya Milly penasaran.
Aku terdiam menatapnya sesaat.
"Laris manis berkat cewek manis!" aku setengah berteriak.
"Wuhuuu...!"
Milly ikut berteriak lalu memelukku. Aku langsung terdiam.
"Eh, sori, sori.." ia melepaskan tangannya agak gugup.

Aku tersenyum sambil mengacak-acak wig-nya. Milly tersipu. Baru kali ini aku melihat wajahnya memerah. Aku mengambil hidung badutnya, menatap wajahnya yang penuh rias.

"Badut Bagas boleh suka sama badut Milly? Boleh sayang sama badut Milly?" ucapku pelan.

Milly langsung beraksi layaknya badut. Mengeluarkan kode-kode agar aku menebaknya, menebak isi hatinya tepatnya. Aku tertawa sambil membalas gerak-geriknya. Keadaan kami seperti sedang beraksi di depan khalayak ramai. Membiarkan tubuh kami menari, sedikit berpantomim, beraksi konyol dan tanpa sadar banyak orang tertawa menonton pertunjukkan kami. Lalu aku mengeluarkan beberapa trik sulap, mengubah coklat cair menjadi sebuah coklat utuh berbentuk hati dan memberikannya pada Milly. Tubuh kami begitu dekat, hati kami terikat, tak berbeda dengan rindu dan cinta kami yang kian melekat.

"Aku juga sayang kamu, Gas. Besok kita dagang bakso bareng lagi ya?" ucap Milly sambil mengerlingkan mata kirinya.

Ah, Milly... Kamu badut paling cantik yang luar biasa untukku...





PESTA NULIS: ULANG TAHUN KAMAR FIKSI MEL ke 1







Jumat, 20 September 2013

Ma Bespren Chelsie...


Chelsie terbentuk dalam ketidak sengajaan :)) ulah 7 cewek rese yang iseng jadi backpacker ke Cipanas. Yaelaaa ke Cipanas aja disebut backpacker bahahahhaa.... Dan nggak real backpacker juga lah secara dianter bokap 1 mobil nggak gerak :)) Liburan sekolah tahun....tahun berapa ya? 1995 apa 1996 ya? Pokoknya libur kenaikan kelas dari kelas 1 ke kelas 2. Ini pun hasil obrolan mendadak pas lagi duduk-duduk bergerombol dideket jendela kelas 1-3. Emang dasar jodoh, kenal, ketemu, deket langsung cocok sama kegilaan mereka. Tapi ya dibalik sikap gila dan gelo tetap aja cewek ada sisi sensi, emosi dan melow nya. Nggak tergantung lagi PMS juga, ada malah yang tiap hari PMS nya :)))

And gals...it's been 16 or 17 years ago...

Missed all that memories, miss you all gals :')



#PeopleAroundUs
#Day4


Dearest Babo...

                                                       Randy - Fifi - Kenzie - Shabrina

                                                                            Nesya

Babo, ini cucu-cucu Babo yang selalu rindu sama Babo. Walau secara lahiriah cuma Randy dan Kenzie yang sempat mengenal Babo, tapi cinta dan sayang 3 cucu perempuan Babo nggak kalah besarnya. Pasti kalau sudah besar nanti, 3 perempuan-perempuan cantik ini akan banyak tanya ke Randy dan Kenzie soal Babo. Betapa sayang dan cintanya Babo sama cucu-cucunya, besarnya perhatian Babo, dan juga doa yang selama hidup tak pernah putus untuk semua cucu-cucunya. Cerita dibalik kenangan Randy dan Kenzie yang walau cuma sekitar 2 tahun. Ya, 2 tahun yang sangat indah...

Babo, 3 cucu perempuannya sekarang sudah makin besar, makin pintar dan cantik-cantik. Pasti Babo tersenyum bangga dari surga, pasti Babo juga nggak berhenti bercerita pada seluruh penghuni surga tentang cucu perempuan Babo. Kami tahu Babo pasti juga ingin memeluk 3 cucu perempuan Babo, yang belum pernah dan sempat Babo kenal. Seperti juga kami yang ingin memeluk Babo dalam kerinduan kami.

Babo, terima kasih telah menjadi Babo yang baik hati dan hebat untuk Randy, Kenzie, Fifi, Shabrina dan Nesya...


Love,

Cucu-cucu Babo





#PeopleAroundUs
#Day3


Rabu, 18 September 2013

Cerita Sahabat


Sudah setahun berlalu, tapi masih membekas... Bisa ketemu mba AE dan penulis-penulis muda berbakat lainnya. Semua di follow walau cuma di folbek sama kak Gembrit aja :)) Salut sekaligus iri berat :) Saksesss slaluuu....





#PeopleAroundUs
#Day2

Selasa, 17 September 2013

30 tahun lalu...

                                                            Bundanya Randy - 1985 :')
Masa kecil selalu menjadi hal yang membuatku tersenyum. Seperti pagi itu, aku melihat mereka bersenang-senang dalam sesi pelajaran olah raga. Dulu aku pernah merasakannya, tepat di sekolah ini juga. Hanya senyum dan tawa ceria yang selalu terlihat di wajah mereka. Tanpa beban...

Lima menit saja menatap mereka di bawah pohon ini menghadirkan kembali kisah sekolah masa kecilku di C1, ya dulu masih ada kelas C1 :) Lalu seorang bocah laki-laki menghampiriku sambil tersenyum dari kejauhan.

"Bunda, bunda nggak kantor?"
"Nggak, Bang. Bunda lagi nggak kantor, mau tunggu Abang sekolah."

Bocah laki-laki itu anakku, ia juga bersekolah di TK yang sama saat aku kecil dulu. Ia tersenyum lebar kegirangan karena waktuku seharian ini akan menjadi miliknya...

Tiga puluh tahun yang lalu, aku yang tersenyum pada Mamaku saat beliau menungguku di sekolah....
Persis dikala beliau cuti dari kantornya :)

                                            TK Ass-Salam, Joglo, Jakarta Barat

                                                   Randy Arfa Fergiano - TK A (2012)


#PeopleAroundUs
#Day1



Rabu, 24 Juli 2013

Waktu...


Sara menatap penuh diam apa yang ada dihadapannya. Seorang wanita muda yang cantik, ramah dan pintar. Rambut pendeknya menambah keceriaan di rautnya. Rambut itu... Dua tahun lalu rambut itu tak nampak sedikitpun oleh khalayak ramai, hanya ia dan keluarganya. Pekerjaan yang telah lama ia idam-idamkan meluruhkan semua keimanannya dan hijabnya. Tak sedikitpun penyesalan dalam dirinya, bahkan bangga yang tertera di hatinya. Saat itu, tak ia gubris pula perkataan dan nasihat sang Ayah, tak ia hiraukan pula butiran airmata yang mengalir di pipi sang Bunda. Miris! 

Wanita muda itu berada pada keegoisan tingkat tinggi dalam dirinya. Ia merasa kecantikan dan pujian orang-orang di sekitar atas tubuhnya membuatnya lupa. Lupa akan cintanya pada Tuhannya, dulu... Ya, dulu... Ia dulu sangat mengagungkan Tuhannya, sebelum Tuhan mengujinya dengan semua kesemuan ini. Ternyata ia tak benar-benar mengagungkan-Nya. Ternyata ia tak sungguh-sungguh mencintai-Nya. Dan Ia tahu itu. Ia sudah lebih dulu tahu bahwa dirinya bukanlah penyembah terbaiknya. Oleh karena itu Ia menguji.

Kesibukan dan hiruk pikuk membuatnya lupa. Sebenarnya tak benar-benar lupa, tapi mengacuhkan. Karena ada orang-orang tersayang yang selalu mengingatkannya, dan ia acuh tak acuh. Sepulangnya dari kegiatannya yang telah melambungkan dirinya, sebuah truk tanki bahan bakar menabrak mobil kesayangannya dan ia terlempar sejauh lima meter. Tewas ditempat!

"Waktu... Betapa tak bisa aku putar kembali..." Sara menangis meratapi tubuhnya yang kaku.

Ibunya histeris memeluk Sara yang sudah tak bernyawa, Ayahnya berusaha menenangkan Ibu sambil terus beristigfar. Sara kini tak mampu berbuat apa-apa, jiwanya sudah sepenuhnya milik sang Ilahi. 

"Kalau saja waktu dapat mengiringiku untuk bertaubat... Mungkin aku akan mati dalam hijabku..." ucap Sara lirih.




 

Rabu, 17 Juli 2013

Perempuan-perempuan Indomanutd


Menjadi perempuan yang berada dibalik seorang laki-laki penggila bola membuat saya mengenal banyak perempuan yang juga sebagai penggila bola ataupun sebagai pendukung para suami dan pacarnya yang juga gila bola. Adalah forum Indomanutd yang sejak 2007 memberi banyak cerita baru dalam hidup saya, khususnya para perempuan yang ada didalamnya. Persahabatan dengan para perempuan ini selalu memberi arti tersendiri untuk saya. Mulai dari soal bola sampai soal anak. Seru!

Perempuan pertama yang saya kenal di Indomanutd adalah istri dari @indraephe alias ayah Onci, namanya Tiwi @tiws80 . Kami kenal di bulan puasa 2007 saat saya tengah mengandung anak pertama. Waktu itu acara baksos di Panti Asuhan daerah Tanah Abang. Kami ikut membantu menata  keperluan untuk buka puasa bersama sore itu. Dari sana persahabatan kami berlanjut sampai sekarang memiliki 2 anak. Cerita mengalir bagai air di kubangan (tsaaahh.. :p ) kami jadi sering curhat bareng, soal anak, soal kerjaan dan dokter kandungan kami yang sama :) Hamil anak ke-2 kami cuma beda 2 bulan, hamil bareng dan cerita kehamilan yang berbeda. Makin banyak informasi soal kehamilan dan anak.


Nonbar alias nonton bareng, menjadi waktu yang tepat mengenal banyak teman di forum ini. Dan kenal banyak perempuan baru tentunya. Yang paling senior dan dipanggil bunda menurut saya adalah Mira Amelia @Melia1711 . Ibu 2 anak ini cukup seru dan kocak. Protect banget sama anak-anaknya. Terus berlanjut jadi kenal lebih banyak lagi. Essy @JengEssy perempuan Medan yang sering jadi tempat sharing soal buku. Dulu domisilinya asli Medan sekarang jadi anak Jakarta. Pengetahuannya soal bola dan seputar olahraga lain juga ciamik. Umur boleh lebih muda dari saya tapi saya belajar banyak banget dari hidupnya...ciee :)) Dini @dhincit Fani, Astri eh btw ini Fani sama Astri kemana ya sekarang? :) Kalo Dini sekarang udah jadi ibu muda, iya muda kan lebih muda dari saya :)) Dini dan suami sama-sama member Indomanutd. Mungkin awalnya mereka saling benci tiba-tiba saling cinta (apaaann???) :)) Kenal sama Dini bisa saling tukar cerita dan informasi. Hobi nulis saya bikin saya suka nanya banyak ke Dini yang seorang copy writer. Kalo dengerin penjelasannya suka nyesel sendiri kenapa dulu kuliah nggak ke jurusan jurnalistik :( Ngemeng-ngemeng soal ibu muda, saya jadi inget Dina @Dinamaliudin yang sekarang juga sama-sama hobi ngobrolin soal anak di bbm dan udah jarang banget ikutan nonbar. Yang juga udah nggak pernah ketemu karena tinggal di Bali yaitu Pia @piadesideria85 istrinya Rio @RioLevyBintoro yang juga bantuin design cover novel saya Manchester is You (promooo....) :)) Dulu dikenalin pertama kali ya pas nonbar, tapi lupa pas nonbar apa. Ada juga mamanya Darren, mama Lia @l_amalia istrinya Adit Montok @nine_united (kenapa jadi nyebut montok ya? hahaha...) Sekarang juga nggak pernah berjumpa lagi sama si tante Depe @lisadepe karena udah jadi artis eeeaaaa.... :))

Lanjuuutt....

Bude Frieza @Frieza_S , dipanggil bude awalnya karena membahasakan ke anak-anak saya :) Kenal bude dari masih pacaran sama Abah @donnosee sampai sekarang mereka udah punya baby Khai nan ganteng :) Bude yang saya kenal orangnya dewasa banget, so warm and keibuan. Cocok ya sama Abah yang kebapakan :)) Bude juga sabar, sabar banget ngadepin Abah sang suami yang sukria cela2 hahahhaa... Jarak rumah saya dan bude yang lumayan searah dan senasib karena ngelewatin Cipulir, bikin kami jadi sering saling kasih informasi hihiihii... Kenal bude pasti juga kenal sama mami Vanya alias Mica, istrinya Imam @imamyu plus sohibnya tante Nita @tweet_tha ,yayang nya tulang Martin @AllenMarthin Trus ada tante unyu istrinya mas Bom @rizkyfirm namanya tante Mira @miramircuy Ini ya kalo udah gabung semua, udah deh, gk sanggup ngomong selain ketawa mulu :)) Oh iya, ada neng ulfa @adeulfa juga nih sempet beberapa kali ketemu dan ikut jalan bareng. Tak lupa pula mba Esti @AYCavill yang sejak 2011 hijrah ke negeri bule untuk kerja plus dapet jodoh hehe... Ngomongin bule ada lagi nih mba yang konsisten ngetuit pake enggres yaitu Resty @restyyy sering saya godain juga karena saking internesyenelnyaa :)) Dulu pernah nonbar di Bogor dan jadi kenal sama kakaknya @imamyu gw nyebutnya uni @Mizlf . Nonbar di Bogor jadi ketemu lagi sama istrinya kang @RedMoro mama Mitha. Nah kalo sama Dini @andhinidiah istrinya om Iskak @kaxvigano dulu sering ketemu kalo pas ikut nonbar, sekarang udah lama nggak ketemu.

Banyak yang kenal pas nonbar, banyak juga yang kenal melalui twitter hasil dari saut-sautan n mensen-mensenan, salah satunya mama Ita @JunitaIskandar :) Kenal awal ya dari twitter, dikenalin suaminya yaitu paman @Rezaisk Trus pas mudik ke Surabaya ketemu pertama kali di bandara, trus saya nagih sama rawonnya, wenak rek! Pantes paman bisa semungil itu hahahhaa.... Cewek-cewek gerombolan Indomanutd Surabaya semuanya saya kenal dari twitter, bulik @rynagiggs si mungil Susi @cuzziiii si cantik Dona @Ricadonatt dan mba Ririn @nyinz . Empat perempuan ini yang meramaikan acara main uno sampai pagi pas Gathna5 Indomanutd di Bogor kemarin. Ah, jadi kangen... :) Di acara Gathna5 itupun untuk pertama kalinya saya dan mbakun Hani @duniatanpapeta ketemu. Mbakun yang tinggal jauh di pulau seberang bikin saya pengen banget kesana hehehe...dan sang suami maskun @firedkun yang tetap setia walau LDR-an hihiiiihii... Gosipan kita berlangsung lewat whatsapp hehe... Perempuan di Indomanutd ini begitu lengkapnya, ada mama Nina @ninaharun istrinya om Anggot @anggot yang jualan tas online, yang pernah hamil bareng juga sama saya dan Tiwi hehe... ada chef mama Anna @Anna_Fajar istri mas Fajar @fazzaissya yang gemar ber-cooking2 ria dan membuka usaha pemesanan kue-kue. Saya belum pernah pesen tapi katanya enak, hmm..layak dicoba :) Mau pesen jilbab-jilbab juga ada sama mama Yiya @mama_yiya istrinya mas Chandra @treychan yang sedang hamil anak ke-3 wooww... Trus ada juga Niken @niken_nikz , pacarnya si om Ferdy Manyun @ferdy_themanyun pesaing saya pas main uno bareng :p Di acara nonbar Bekasi saya ketemu sama Icha @ichafarisa dan Anne @annecarlissa . Eh, saya juga punya anak lagi loh namanya Dara @Darasopamena312 (manggilnya Dala biar imut hahaha...) yang ngaku-ngaku kakaknya Shabrina, anak saya yang bontot :))

Ngeblog dan bikin cerpen, termasuk bikin cerita dari perempuan cantik ini, namanya Kanya @kkaanyaa Cerpen yang saya bikin di blog ini tentang neng geulis ini dan mantannya yang lumayan banyak dibaca pengunjung. Jujur, tulisan itu juga jadi salahsatu kesukaan saya :) Kenal Kanya pasti kenal juga sama sohibnya neng Pute @putipute yang sering ditodong mainan sama anak saya, Randy :) Dari pulau seberang ada juga mbae Riri @just_riri dan mba @ReNnY_WiD yang sampe saat ini belum juga berjodoh untuk bertatap muka hihihii.... Dan yang juga belum sempet berjodoh buat ketemuan, cuma saut-sautan di twitter adalah @devinaEllyza istrinya bang Mamat @Rahmat_Utd dan sang model cantik @Shonagandhis (eeaaa...) yayangnya @Teuku7tajmahal karena tinggalnya jauh di Aceh :)

Mulai lieur.....Siapa lagi ya? *rollingeyes :)))

Ada yang ngangenin dari barisan paling awal forum ini, si tante Indah @IndahOppu dan istrinya om capt @muyrs :) termasuk teh Clara dan teteh-teteh lainnya :)

Intinya, saya seneng banget bisa mengenal perempuan-perempuan ini, karena dari mereka saya belajar banyak sekali tentang hidup. Kedekatan kita bukan soal bergosip tanpa arti, tapi lebih pada berbagi pengalaman. Berbagi gaji aja yang nggak hahaha...  Big thanks buat Indomanutd dan pastinya suami tercinta yang udah mengenalkan saya ke para perempuan-perempuan keren ini :*
Buat saya, kalian luar biasaaa... *kutipan dari Ariel :))



- Tulisan ini sangat memungkinkan untuk berganti tanggal, semoga bisa selalu saya update :) -



Rabu, 26 Juni 2013

Music is mine...


Music is mine... 

Bagi saya musik terbagi dalam tiga ruang sisi hati, santai, seru dan senang. Saat santai adalah saat dimana hati, pikiran dan tubuh ini benar-benar berada di posisi tak ada beban sedikitpun. Lepas dari semua hal yang membuat sedih, ribet, badmood, kecewa apalagi sakit hati. Karenanya saya tak mengenal musik kala galau atau gundah gulana :) Seharusnya, musik memang membuat kita menggantungkan semua keluh kesah dan amarah. Menikmati musik Indonesia klasik Utha Likumahuwa, Indra Lesmana yang kerap berduet dengan sang mantan istri Sophia Latjuba, atau musik pop slow Melly Goeslaw, Nike Ardilla, Reza Artamevia, ataupun musik yang lebih jadul lagi seperti Betharia Sonata, Dian Piesesha, dan lain-lain. Dari penyebutan nama-nama penyanyi, ketahuan nggak saya dari angkatan berapa? Hahaha... Biarlah, buat saya musik dari jaman kapanpun asal enak dan gampang dicerna telinga artinya masih menjadi musik yang asyik :)

Musik seru, mewakili sisi hati yang sangat mengusik gerak, gerak tubuh untuk goyang maupun gerak jiwa. Greenday, J-Rock, PAS Band, Jamrud, atau musik nya U-Camp, Voodoo atau Grass Rock. Nah, makin jelas kan dari angkatan berapa saya berasal? Hahahaha.... (ketawa malu) Tapi entah kenapa ya musik dengan genre rock dan seru-seruan gitu jaman dulu nggak terdengar urakan, malah seringkali ngangenin banget untuk saat sekarang. Band rock buat saya nggak selalu urakan atau nyeleneh, karena musik nya yang masih bisa diterima pendengaran saya dengan baik. Akan lebih nyeleneh apabila musik , penyanyi atau lirik lagunya nggak jelas, nggak jelas apa maunya, mau nyanyi apa mau pamer tubuh, mau ber musik apa mau numpang terkenal aja. Buat saya itu bukan musik yang asyik, apalagi jadi penyanyi yang asyik ber musik

Bersenang-senang dengan musik seperti halnya bergoyang dangdut sampai pagi. musik dangdut dari genre melow sampai genre meliuk-liuk selalu dapat memecah suasana. Mulai dari Itje Trisnawati, Cici Paramida, Ikke Nurjanah sampai Inul Daratista, Dewi Persik, ataupun Trio Macan. Untuk sebagian orang, musik dangdut layak hadir dalam acara pesta pernikahan sebagai hiburan, beberapa orang mendendangkan dangdut saat berkaraoke bersama teman. Intinya memang untuk menyenangkan hati. Dan saya menikmati musik dangdut sebagai bagian dari sisi saya untuk bersenang-senang. 

Musik dari jenis dan genre apapun memang selalu jadi bagian dari hidup saya. Bukan sebagai perwakilan isi hati namun lebih kepada cara saya menikmati musik dan menghargai musik itu sendiri. Beruntungnya saya berada diantara orang-orang yang mengenal musik dengan baik dan mengenalkan saya bagaimana musik yang benar-benar asyik :)

Jumat, 17 Mei 2013

Ariah


Kami masih duduk di pinggir jembatan ini, sesekali ceritanya membuat aku tersenyum, terkejut bahkan terheran-heran. Kisah hidup seseorang memang tak pernah bisa diduga. Lalu ia merangkul pundakku, tersenyum dalam tatapannya yang sendu namun tetap terlihat cantik. Wajahnya begitu ayu, kecantikan khas Indonesia yang sulit pudar walau ditelan waktu. Tak heran kalau banyak pria yang tergila-gila untuk memperistrinya. Itu menurut ceritanya yang baru saja meluncur dari bibir indahnya. Beda dengan penampilanku yang tomboy dan cuek. 

"Terima kasih," ucapnya pelan.
"Untuk apa?" tanyaku bingung.
"Terima kasih sudah mendengarkan kisahku, mendengarkan ceritaku sejak siang tadi sampai sore hari ini, perjalanan hidupmu juga cukup seru," jawabnya tersenyum.
"Sama-sama. Eh, kita foto-foto yuk, lain waktu kita harus ketemu lagi nih, kita jalan bareng ya," ujarku mengeluarkan telepon genggamku.

Usai berfoto dengannya, Ariah berpamitan. Kami bersalaman dan berpisah di jembatan ini, tempat awal pertemuan kami.

"Ariah! Tunggu!" aku berteriak memanggilnya.

Aneh, cepat sekali ia pergi, pikirku. Aku lalu menyimpan selendang merah miliknya di dalam tas ku, mungkin nanti di pertemuan berikutnya akan kukembalikan padanya.

"Neng..."

Aku menoleh, seorang ibu paruh baya menatapku dan aku merasa tatapannya menelanjangiku.

"Ada apa, bu?" tanyaku.
"Dari tadi saya perhatikan neng asyik berbicara," jawabnya.
"Oh, iya bu, itu tadi teman saya, kenapa bu?" ujarku.
"Namanya Ariah?" ia balik bertanya.
"Iya, kok ibu tahu? Ibu tahu rumahnya? Saya mau mengembalikan selendangnya yang ketinggalan," jawabku antusias.
"Ariah itu biasa dikenal dengan Si Manis Jembatan Ancol, ia mati karena hampir diperkosa," ia menjelaskan.

Mataku terbelalak terkejut mendengar ucapannya, dadaku sesak, mungkin mukaku juga pucat, entahlah, aku shock....


Tantangan cerita #Kliping @JiaEffendie


Jumat, 10 Mei 2013

Rapid Fire Question


Sore hari nan sendu dapat tag dari mbak Ria, apa daya baru bisa jawab hari ini :)

- Pertanyaan WAJIB:
1. nambah atau ngurangin timbunan buku?
Nambah dooong....kan cita-citanya mau punya perpustakaan sendiri :)
2. pinjam atau beli buku?
Lebih baik beli, karena kalo minjam suka lupa balikin hahahhaa...
3. baca buku atau nonton film?
Baca buku, karena kalo nonton suka tidur hahahaha....
4. beli buku online atau offline (tobuk yang temboknya bisa disentuh)?
Offline, lebih banyak pilihan
5. (penting) buku bajakan atau ori?
Ori doong...gk punya beban pas bacanya hehehe
6. gratisan atau diskonan?
Diskonan, kalo gratisan biasanya lewat kuis gitu ih aku gk gitu hoki ikutan kuis hehehhee
7. beli pre-order atau menanti dengan sabar?
Menanti dengan sabar, aku penyabar banget soalnya hiihiiihi...
8. buku asing (terjemahan) atau lokal?
Waduh sulit, lebih suka sih buku asing terjemahan sebenarnya tapi tertentu
9. pembatas buku penting atau biasa aja?
Penting, dari pada bukunya dilipat pas halaman tertentu kan sayang
10. bookmarks atau bungkus chiki?
Bookmarks aja, kalo chiki banyak msg nya (apaan?)

- Pertanyaan tambahan:
1. novel atau komik?
Novel
2. disampul atau nggak?
Disampul biar bagus terus
3. notes FB atau blog?
BLOG dong ah...
4. cover atau sinopsis?
Sinopsis, kalo cover keren tapi sinopsis jelek males bacanya
5. dijual atau disumbangkan?
Disumbangkan, lebih berarti

- Pertanyaan tambahan dari Sista Ria:
1. Facebook atau Twitter?
Twitter so pasti
2. tidur di angkot atau membaca di angkot?
Tidur, kalo baca di kendaraan suka pusing euy
3. mengetik atau menulis?
Mengetik, tangannya udah biasa ngetik kalo nulis jadi kaku :)
4. lebih enak buku atau e-book?
Buku, sensasi buka-buka halamannya lebih terasa dibanding manteng depan e-book
5. buku baru atau baju baru?
Buku baru pastinya, nggak terlalu suka belanja baju :)

Akhirnya selesai juga, eh beneran nih mbak segini aja? hahahaa...sok nantangin.... Makasi ya mbak udah tag aku :) Yang mau ikutan jawab di blog masing-masing boleh loh mention aku @shantyadhitya nanti aku RT :)







Jumat, 26 April 2013

65 Cerita Teladan Sebelum Tidur



Judul                       : 65 Cerita Teladan Sebelum Tidur
Penyusun                : Sakha Aqila Mustofa
Bahasa Pengantar    : Indonesia
Cetakan                  : Jakarta, 2007
Jumlah Halaman      : 168 halaman


Cerita memiliki peran penting dalam merangsang imajinasi dan perkembangan nalar anak, terlebih bila mengandung nilai-nilai moral. Buku ini berisi cerita tentang para nabi, Rasulullah SAW, sahabat serta cerita-cerita yang diambil dari Al Quran dan hadits. Ada cerita tentang Habil dan Qabil, perjalanan Isra dan Mi'raj Rasulullah, Maryam yang melahirkan Nabi Isa AS, keteguhan iman Siti Masyithah dan masih banyak lagi. Ilustrasi cerita yang apik dan bergaya klasik semakin menambah minat anak untuk mengetahui apa cerita dalam buku ini. Setiap cerita selalu diakhiri dengan hikmah cerita yang dapat kita ambil dan kita jelaskan pada anak-anak. Buku yang bagus, gaya bahasa yang lugas agar anak dapat memahami serta mengandung banyak pesan moral.

Selamat membaca dan tetaplah membaca!

Pippi Si Kaus Panjang

Judul                       : Pippi Si kaus Panjang
Pengarang               : Astrid Lindgren
Bahasa Pengantar    : Indonesia
Diterjemahkan oleh  : Agus Setiadi
Cetakan                  : Jakarta, 2005
Jumlah Halaman      : 167 halaman


Swedia, disanalah kisah Pippi Si Kaus Panjang berasal. Lincah, nakal, periang dan bebas yang selalu ada dalam khayalan setiap anak. Pippi yang kocak dan berpakaian aneh namun orisinil ini memiliki fantasi yang tak pernah ada habisnya. Gambaran anak perempuan yang unik dan kuat. Walaupun wajahnya penuh bintik dan rambut merahnya dikepang mencuat ke kiri dan ke kanan. Sayangnya ia sudah tak mempunyai Ibu, Ayahnya seorang kapten kapal yang terdampar dan menjadi raja orang hitam. Pondok Serbaneka adalah tempat ia tinggal selama ini. Hidup tanpa belaian kasih sayang orangtua, orang-orang dewasa menganggapnya susah diatur dan tidak tahu sopan santun. Terlebih ia tinggal bersama kuda dan monyetnya. Namun Pippi sebenarnya anak yang baik, Thomas dan Annika, anak tetangga yang setiap hari bermain bersama Pippi bahkan sangat mengagumi Pippi, karena bersamanya banyak petualangan menarik, menyenangkan sekaligus mengharukan...
Banyak cerita seru Pippi di Pondok Serbaneka-nya, saat  Pippi menjadi pencari harta, saat Pippi main kejar-kejaran, Pippi bersekolah, saat Pippi duduk di atas Ppgar lalu masuk ke rongga pohon, saat Pippi mengajak piknik, saat Pippi menonton sirkus, lalu saat Pippi kedatangan pencuri, saat Pippi diundang minum kopi, saat Pippi beraksi menjadi penyelamat dan saat Pippi merayakan hari ulang tahun. Penasaran tentang petualangan Pippi? Mari berpetualang bersama Pippi :)

Selamat membaca dan tetaplah membaca!

Selected FABLES

Judul                       : Selected Fables
Pengarang               : S. F. Habeyb
Bahasa Pengantar    : Inggris
Cetakan                  : Jakarta, Juni 1985
Jumlah Halaman      : 87 halaman


Buku yang berisi 9 cerita fables terpilih ini sangat bagus diceritakan untuk anak-anak. Mulai dari isi ceritanya, tokoh-tokoh hewan yang mewakili beberapa karakter sehingga anak juga dapat diperkenalkan tentang permainan karakter serta belajar mengenal bahasa Inggris karena di dalamnya terdapat penjelasan tentang tanda-tanda ucapan. Tentu saja hal ini dapat menumbuhkan minat anak mengenai membaca dan pengenalan bahasa asing.
Diawali dengan kisah The Wolf and The Crane, serigala yang tidak tahu berterima kasih karena telah ditolong oleh burung jenjang dari kerongkongannya yang tersangkut tulang. Burung jenjang mengira kesusahan serigala adalah akal-akalan ingin memakannya dengan mudah, tapi ternyata kerongkongannya benar-benar tersangkut. Burung jenjang ingin menolong dengan syarat setelah ia mengambil tulang tersebut, ia meminta hadiah. Namun serigala tetaplah serigala, lepas dari kerongkongannya yang tersangkut tulang, ia tetap tidak mau memberi burung jenjang hadiah, menurut serigala, seharusnya burung jenjang beruntung karena ia tak memakannya hidup-hidup saat paruhnya yang panjang mengambil tulang tersebut di dalam kerongkongannya.
The Wolf and the Crane hanya sekelumit cerita yang penuh makna yang dapat membantu anak-anak belajar sambil bermain. Cerita-cerita lainnya adalah The Donkey and The Lion, The Monkey and The Shark, The Cat, The Mouse and The Cock, The Ant and The Dove, The Young Frog and The Old Frog, The Tortoise and The Rabbit, The Lion and The Mouse, dan juga The Sparrow and The Rabbit. 

Cerita-cerita ini akan lebih seru bila diceritakan pada anak-anak dengan bantuan media seperti boneka-boneka dan dengan suara-suara yang mewakili binatang-binatang tersebut.

Selamat membaca dan tetaplah membaca!



 

Sabtu, 09 Maret 2013

#PostcardFiction Edisi Valentine

                                                                     - Black Theme -
                                                                    - Blue Theme -



                                                                        - Pink Theme -




#PostCardFiction Edisi Valentine for Kampung Fiksi
  11 Februari - 11 Maret 2013












































Rabu, 06 Maret 2013

This is for Khairan...

Cinta, adalah hal yang kami nanti berdua, untuk Ibu dan Ayah...
Sebelum kamu hadir...

Tahukah kamu apa yang kami nanti saat cinta itu telah ada?

Jika ada yang bisa kami sebut melebihi cinta,
itu adalah kamu...

Penantian, hanyalah seutas waktu yang kami miliki
Mungkin kamu sengaja dipersiapkan Tuhan untuk kami
Pada masa yang tepat
Dengan begitu sempurnanya

Wajah mungil yang tak pernah kami bayangkan
Kamu adalah si tampan kecil bagi Ibu dan Ayah

Ibu yang menyusuimu penuh kasih
Ada doa di setiap tetesnya
Mencium wangi rambut dari dasar kulit kepalamu
Kelak bukan aku yang menciumnya, Nak
Tapi perempuanmu...

Ayah yang membimbingmu penuh sayang
Ada harap di setiap petuahnya
Menyentuh jari jemari mungilmu
Kelak kamu genggam hidup penuh tanggung jawab
Pada keluarga dan agamamu...

Pagi ini Ibu memandikanmu penuh senyum
Gerakan kakimu begitu lincah dalam pemandian
Selalu ada doa di setiap hela nafas Ibu
Melangkahlah penuh kebaikan, Nak...

Sungguh tak Ayah hiraukan semua peluh ini
Rasa lelah dan letih berkepanjangan
Terbalas selalu dengan senyumanmu
Begitu istimewanya hidup Ayah

This is for Khairan...

Cinta yang tanpa akhir
Waktu yang tak berbatas
Raga yang tak pernah letih
Jiwa yang tak pernah mati

Love you Khairan, always...

*Ibu Frieza dan Ayah Ronald*


#DearBabies

Rabu, 27 Februari 2013

Mesin Cuci Samsung, I Need You Full...

Pekerjaan rumah tangga apa yang paling menyita waktu dan tenaga selain menyetrika baju? Kalau saya? Jujur, mencuci baju itu pekerjaan terberat. Sekarang mungkin sudah sangat membantu dengan adanya mesin cuci, tapi itupun saya harus pilih mesin cuci yang punya banyak keuntungan berlipat ganda. Maunya tinggal masukin baju- baju kotor, masukin sabunnya terus pencet start langsung beres sampai kering, tinggal jemur. Kalau perlu ya, itu mesin cuci bisa jemur sekalian seru kali ya... Tahun berganti, jaman semakin canggih. Mesin cuci yang tipe langsung beres memang sudah banyak hadir di dunia. Tapi sebagai konsumen yang pintar harusnya kita juga mampu memilih mesin cuci yang pintar. Pintar mencuci, pintar mengeringkan baju, termasuk pintar dalam garansi serta menjaga mesin tetap awet. 

Lalu berlabuhlah saya di tempat ini, dimana bermacam elektronik Samsung hadir. Dari mulai gadget sampai home appliances. Mata saya langsung tertuju pada mesin cuci. Samsung memiliki teknologi, wobb technology dan eco bubble technology. Kalau saya tertarik sekali sama yang eco bubble, karena selain mudah, tinggal masukkan sabun dan air  lalu air akan menuju pengaturan bubble dan keluar dari sela- sela diamond drum. Jadi yang mencuci sebenarnya adalah gelembung atau busa sabun yang memudahkan pakaian untuk kering dan mencuci lebih cepat. Tak perlu khawatir pakaian tidak bersih karena sesungguhnya ini akan membuat pakaian lebih bersih. Dengan garansi mesin cuci selama 11 tahun, menghemat air, tidak berisik, dan digital inverter.


Add caption

Selasa, 26 Februari 2013

Martabak Manis Coklat Keju


"Martabak manis coklat kejunya satu ya," kataku sambil mencari-cari tempat duduk untuk menunggu.
"Nggak pake kacang sama wijen, iya kan?" sahut salah satu pelayan.

Aku tersenyum padanya. Ini memang warung martabak manis langgananku, hampir tiap minggu aku membelinya. Martabak manis terenak dengan harga terjangkau. Ditambah pelayanan yang cukup memuaskan. Salah satunya dari pelayan ganteng itu, yang selalu hafal pesananku :)

"Bisa geser sedikit?" ucap seseorang padaku.

Aku langsung menggeser sedikit letak dudukku sebelumnya, tanpa memperdulikannya. Aku masih asyik mengutak-atik telepon genggamku ketika akhirnya tersadar bahwa seseorang mencoba membuka obrolan denganku.

"Beli martabak juga?" tanya cowok manis disampingku.
"Nggak mas, saya beli gado-gado," jawabku sekenanya sambil tersenyum.

Cowok manis bertubuh tinggi tegap itu tertawa mendengar jawabanku yang terkesan cuek. Untuk ukuran cowok, ia cukup ganteng. Tapi pandanganku aku alihkan pada pelayan-pelayan yang sedang sibuk membuatkan pesanan.

"Rumahnya dekat sini ya? Kenalkan, aku Aldo, aku baru saja pindah di komplek ini," ia mengulurkan tangannya padaku.
"Ooo..." aku membalas uluran tangannya tanpa memberitahu namaku.

Tak lama kemudian namaku dipanggil diantara antrian pembeli martabak manis. Warung martabak disini memang memasukan nama pembelinya pada struk pembelian, selain nomor antrian. 

"Jadi namamu Dara?" ujar Aldo menatapku dengan senyum nakal.

Aku hanya mengangguk tersenyum sambil menuju tempat pengambilan martabak.

"Satu martabak manis coklat keju kali ini aku bikinin spesial banget buat kamu," ucap sang pelayan.
"Kenapa begitu?" tanyaku bingung.
"Pertama, karena cowok itu sudah menganggu kenyamanan pelanggan aku. Kedua, karena kamu salah satu pelanggan setiaku. Ketiga, karena kamu menginspirasi semua menu martabak manis di warungku," jawabnya panjang.

Aku tertawa, jawabannya semakin membuatku bingung. Satu-satunya yang membuatku sedikit mengerti bahwa pelayan itu adalah pemilik warung martabak ini. Hebat! Ganteng dan mandiri, perpaduan yang pas sekali.

"Selamat menikmati martabak manis coklat kejunya... o iya satu lagi, maafkan atas sikap adikku Aldo, ia memang cowok jail," katanya tersenyum.

Adiknya?!

Aku tersenyum menuju parkiran sambil sesekali mencuri pandangan kearah sang pelayan ganteng. Oh, salah, pemilik warung yang ganteng...





 

Kamis, 14 Februari 2013

CUT...!


Aku masih memeluknya di area Keukenhof ini. Betapa rindu ini tak ada habisnya untuk kucurahkan hanya pada Alexa. Kehadiranku yang tiba-tiba membuatnya terkejut, persis saat ia muncul di depan pintu kamar kost ku dulu. Penuh kejutan dan kebahagiaan. Hari ini seolah tak ingin berganti malam, tak sanggup menunggu esok yang dirasa lebih penuh makna.

"Sampai bertemu besok, jodohku," ucapmu pelan tersenyum manja.

"Selamat tidur cantikku, mimpi indah ya," ujarku sambil mencium keningnya.

Sekali lagi ia memelukku erat di depan pintu kamarnya. Ia tak mengijinkan aku  masuk, katanya takut rindunya akan habis malam itu dan tak tersisa sedikitpun. Aku hanya tertawa. Alexa, kamu lucu...

"CUT...! BUNGKUUUSS...!"

Seluruh kru film bersorak-sorai, bersalaman dan berpelukan melepas semua letih dan kesibukan bekerja selama beberapa bulan terakhir, antara Jakarta - Belanda. Aku memeluknya hangat. Syuting mungkin akan berakhir, tapi aku dan kamu baru saja memulainya dari Lisse.

"Baiklah nona sutradara, setelah ini, adegan apa lagi yang harus aku lakukan?" kataku menggoda Shara, kekasihku.

"Hmm...Bagaimana kalau adegan menjadi suami dan ayah dari anak-anakku kelak?" sahutmu sok menantang.

"Oke, siapa takut?" aku tersenyum lebar.



#13HariNgeblogFF

tunggu di situ, aku sedang menujumu...



Keukenhof di bulan April.

Aku menatap tulip-tulip yang merekah indah nan cantik di taman bunga terbesar di dunia ini. Sudah lama aku tak berkunjung ke tempat ini. Tepatnya sejak aku memutuskan untuk pindah kuliah di Jakarta dan hidup mencari kedewasaan. Meninggalkan Lisse, dan kamu...
Tak lama sebuah pesan singkat masuk di telepon genggamku. Aku segera menuju ke salah satu tempat di taman bunga ini. Bukan, pesan singkat itu buka darimu, Alexa...

Sosokmu masih saja menawan di mataku, rautmu masih saja memukau hatiku. Kerinduan ini terlalu besar untuk kuungkapkan, bahkan tiap detiknya akan berganti dengan rindu yang baru saja dirajut. Semakin meluas dan sesak memenuhi dadaku. Alexa, cantikmu tak lekang oleh musim apapun. Memandangmu dari kejauhan, kamu tersenyum menatap bunga-bunga yang mewakili segenap kecantikanmu. Tanganmu sibuk mengambil beberapa foto di taman bunga ini. Dan telepon genggammu berdering.

"Jika tulip hanyalah bunga, maka ia tak pantas kusebut keindahan, mungkin ia hanya akan bertahan menanti musim berganti, tanpa punya arti. Tapi untunglah ia tak sekedar bunga, seperti kamu, yang tak cukup hanya sekejab ada bersamaku, tak cukup hanya membalas semua rasa ini," kata-kataku mengalir pelan.

"Kendra??" Alexa mencoba mencari-cari keberadaan diriku di Keukenhof siang itu.

"Tunggu di situ, aku sedang menujumu..." 

Selalu saja ada titik dimana pandangan mata ini bertemu, bertatap rindu. Kamu tersenyum haru menyadari kehadiranku yang tak lagi sebuah mimpi dan harapan.

"Aku kembali... " kataku tersenyum menyentuh pipinya yang lembut.

Alexa memelukku erat tanpa kata.

"Apa yang membuatmu kembali?" tanyamu kemudian.

"Masa depan kita, hanya itu," jawabku cepat.

Kamu tersenyum. 

Nantinya, senyum itu yang selalu menjadi alasanku untuk bangun setiap pagi di sampingmu...



#13HariNgeblogFF






Jangan Kemana-mana di hatiku Saja


Merasakan cinta Alexa adalah kebahagiaan sejati buat aku. Bahkan aku tak mampu menukarnya dengan apapun. Niatpun nggak. Melihat Alexa itu seperti melihat Mama. Iya, Mama. Perempuan yang penuh perhatian dan kasih sayang, walau suka ngomel karena sikapku yang santai dan lumayan keras hati. Alexa itu sabarnya tanpa batas, persis Mama. Dulu saat aku baru pertama punya pacar terus berakhir dengan putus, Mama bilang aku nggak cocok punya pacar yang cuek karena biasa diurusin sama Mama :) Dan beberapa temanku bilang, perempuan yang nantinya akan jadi pasangan kita biasanya nggak jauh dari sosok Ibu. Aku selalu berharap itu adalah Alexa...

Jam dua dini hari aku terbangun dari tidur yang sebenarnya nggak pules-pules banget. Aku tekan nomor telepon Alexa. Ia pasti sedang asyik dengan mimpinya sambil memeluk guling, pikirku sambil tersenyum.

"Halo, yank, ada apa?" tanyanya dengan suara agak parau.
"Nggak ada apa-apa. Maaf ya ganggu kamu tidur," sahutku pelan.
"Yakin nggak ada apa-apa? Kenapa mendadak menelepon aku jam segini?" Alexa mulai terdengar khawatir.
"Nggak ada sayang, aku kangen sama kamu. Kangen banget," aku meyakinkannya.

Suara Alexa terdiam.

"Alexa, kamu bisa bersabar kan dangan situasi dan kondisi kita ini?" tanyaku.
"Kendra sayang, kita yang harus bersabar, bukan cuma aku," jawabnya cepat.
"Alexa, jangan pergi dari aku ya, jangan kemana-mana, jangan singgah di hati manapun, cukup di hatiku saja" ucapku.
"Menurut kamu apa aku bisa?" Alexa balik bertanya.

Kini aku yang terdiam. Ya, aku rasa tak seharusnya aku menanyakan hal itu padanya. Setelah hubungan kami yang berjalan bertahun-tahun lamanya. Aku tak pernah meragukannya, hanya saja, aku rasa aku kembali jatuh cinta padamu Alexa...



#13HariNgeblogFF




Selasa, 12 Februari 2013

Bangunkan Aku Pukul Tujuh

    
        Tugas yang lumayan sulit, Alexa bolak balik di depan meja riasnya. Tangannya sibuk mengutak-atik telepon genggam yang harusnya ia hentikan dari 1 jam yang lalu. Tapi seharusnya juga perasaannya sudah tenang sejak tadi. Ia kembali mengecek telepon genggamnya. Tak ada kabar ataupun jawaban atas semua pesan-pesannya yang ia tinggalkan untuk Kendra. Ini yang seringkali membuatnya jengkel pada Kendra. Dulu, ia mungkin dengan mudahnya menghampiri ke rumah Kendra, tapi sekarang? Sekarang ia dan Kendra tinggal berjauhan, yang bisa dinantikannya hanya balasan-balasan atas pertanyaan atau pernyataannya buat Kendra. Membangunkan Kendra memang selalu jadi tugas sulit buat Alexa...

"Sayang, aku baru bangun, kok kamu nggak bangunin aku jam tujuh?"
"Kendraaaa.....untung aja kamu jauh ya, kalo deket pasti udah aku siram biar kamu bangun! Dari jam enam aku telepon nggak diangkat juga sampe jam segini, liat tuh udah jam berapa?!"
"Ya udah, nggak usah ngomel-ngomel sayangku, ini aku kan udah bangun hehehe..."
"Katanya kamu ada janji mau ketemu dosen jam tujuh?"
"Jam tujuh malam sayangku, cantikku Alexa..."
"Ooo..."

Aku tertawa mendengar omelan Alexa kian mereda. Terdengar agak kesal dan jengkel juga, jadi makin kangen kamu...

"Emang siapa yang mau ketemu dosen pagi-pagi begini? Semua dosen pagi-pagi kan ngajar. Kamu tahu nggak kenapa aku minta dibangunin jam tujuh?"
"Nggak."
"Makanya jangan ngomel-ngomel duluan, cium juga nih... Hahaha... Udah diliat belum ada kiriman pagi ini?"
"Kiriman? Iya udah ada, itu dari kamu?"
"Bukan, dari tukang ojek... Ya iya dong sayang dari aku, emang ada cowok lain yang sering kasih kiriman buat kamu? Ya udah paket dari aku dibalikin aja..."
"Hahahaaha... maaf ya sayaangg...abis nama pengirimnya bukan nama kamu, jadi aku belum buka-buka..."
"Iya emang sengaja. Paket itu katanya sampe jam tujuh, makanya aku minta kamu bangunin aku jam tujuh. Yang antar teman aku tuh hehehe.... Dibuka dong paketnya... "

Tak lama kemudian...

"Yank... ini apa? Aah...kamu kan...bikin aku terharu pagi-pagi..."

Alexa mendekap kalung berwarna perak lalu membuka bandulnya sambil tersenyum haru.

"Kamu ingat impian kita? Foto kecil kita itu nantinya akan berganti dengan foto anak-anak kita, happy anniversary my Alexa..."

Alexa terdiam diujung telepon, andai saja ia bisa memeluk Kendra dengan begitu eratnya...




#13HariNgeblogFF

 

Kamis, 24 Januari 2013

Menanti Lamaran


AlexanyaKendra
  Papa lagi galau trus suka ngambek nggak jelas

KendrAlexa
R   Kenapa?

AlexanyaKendra
R   Mama bilang gara-gara nungguin lamaran

KendrAlexa
R   Hah?! O... O...

AlexanyaKendra
R   Iya yank

KendrAlexa
R   Sayang, maaf ya, aku belum bisa kasih keputusan apa-apa :( Sumpah deh, aku mau banget nikahin
      kamu, tolong bilang Papa ya untuk bersabar, aku mau cari kerja tetap dulu jadi kita nikah nggak bikin
      susah

AlexanyaKendra
R   Hahahhahaahhaahahaahhaaaaaaaa......

KendrAlexa
R   Loh kok ketawa?

AlexanyaKendra
R   Papa nunggu lamaran dari Pak Sarwo, calon RW yang baru, Mama bilang, Papa udah dijanjiin mau
      dilamar untuk jadi wakilnya :))))

KendrAlexa
  Apaaaaaaaaa????? Kirain....

AlexanyaKendra
R   *ketawagulinguling

KendrAlexa
R   Heehh....puas banget kamu ketawanyaaa.....ciuuuum nih yaaaaa...... :)))

AlexanyaKendra
R  Abisnya kamu lucu hihihiii..... Aku jadi kangen deh... *peluk



#13HariNgeblogFF

Minggu, 20 Januari 2013

"Untuk Kamu, Apa Sih Yang nggak Boleh?"


"Aku boleh suka sama kamu?"

"Boleh."

"Boleh kangen sama kamu?"

"Hmm.. Boleh juga."

"Kalau sayang sama kamu?"

"Boleh dong."

"Boleh pegang tangan kamu nggak?"

"Boleh kalau kita mau nyeberang bareng."

Aku tertawa.

"Aku boleh peluk juga nggak?"

"Peluk aku? Peluk Onyet aja ya."

Kamu menyodorkan boneka monyet kesayanganmu.

"Katanya kamu sayang sama aku, kok nggak boleh peluk?"

"Untuk kamu, apa sih yang nggak boleh?"

Kamu mengacak-acak rambutku.

"Kecuali satu, dan itu harus menunggu sampai kita menikah."

Kamu tersenyum menatapku.

"Ya ampun sayang, aku kan juga nggak mau merusak kamu, kamu pasti aku jaga baik-baik deh."

Aku mencubit pipimu gemas.

Kamu tersenyum sambil meringis.

Saat itu April di Belanda, bulan yang tepat untuk menikmati keindahan bunga-bunga warna warni bermekaran. Termasuk menikmati keindahan seorang Alexa di hadapanku. Cantik, pintar dan lucu. Tak kusengaja pula untuk menyatakan isi hatiku di bulan itu, bulan penuh bunga, seperti hatiku. Mengenal Alexa seperti menyeretku untuk lebih realistis pada hidup. Gadis cantik yang selalu hidup sederhana, tapi berkeinginan kuat untuk bersekolah tinggi, meski sambil bekerja di negeri orang. Kagum, itulah awalnya pandanganku terhadapnya. Aku pikir dengan kecantikannya ia adalah anak orang kaya yang disekolahkan di negeri orang tanpa embel-embel apapun. Tapi aku salah.

Kami berjalan menyusuri pinggir kanal sambil bercerita dan aku menenteng sepedaku. Sepeda inilah yang membuat kami tak sengaja berkenalan. Ban sepeda yang bocor dan tempat tambal ban yang jauh. Kala itu Alexa menghampiriku dan menawarkan bantuan untuk menambal ban ditempatnya karena ia memiliki peralatan sepeda yang lumayan lengkap. Dahulu ia sempat bersepeda namun karena pernah jatuh, ia memutuskan untuk menyimpan sepedanya di pojok ruangannya. Praktis setelah itu kami jadi sering bertemu lalu memutuskan untuk memiliki hubungan yang lebih serius. Hingga saat ini Kendra menimba ilmu di Jakarta, tak sedikitpun sikap Alexa berubah. 



#13HariNgeblogFF

Cintaku Mentok di kamu...



Dear Alexa sayangku,

Haruskah aku membalas e-mail mu ini? Padahal kamu tahu seberapa besar rasa sayangku padamu, seberapa banyak rinduku untukmu, dan seberapa mentok cintaku padamu? Lucu sebenarnya, karena selama kita pacaran, kita nggak pernah sekalipun berbalas e-mail apalagi berbalas pantun hahahaha…. Telepon, sms, bbm, watsapp, skype atau apapun itu, selalu sukses membunuh rindu kita meski hanya untuk sementara waktu.
Alexa, terima kasih untuk hadirnya kamu selama ini dalam hidup aku, dan untuk hadir secara mengejutkan di depan pintu kost ku :) Beneran deh, aku sama Arya kaget banget tiba-tiba melihat wujud kamu disini hahaha…. Alexa cantik, sabar ya, untuk semuanya. Untuk kerinduan terbesar kita, untuk cinta yang telah kita susun selama ini, dan untuk masa depan kita berdua. Pengorbanan sesungguhnya nggak akan pergi begitu saja dengan sia-sia. Aku yakin, jauhnya kita tak mungkin bisa membendung semua cinta kita yang semakin besar tiap detiknya. Terutama aku. Aku yang sudah terlalu nyaman bersamamu, aku yang sudah terlalu indah memandang hidup bersamamu. Tak mungkin aku membuangnya dengan percuma.

Jadi, cintamu mentok di aku nggak? :)


Big Hug n Kiss

Kendra