YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Rabu, 26 September 2012

Nakula sedang Jatuh Cinta

                    Tahun ini Nakula penuh gelora, Gadis yang selama ini ia idam-idamkan akhirnya menerimanya sebagai kekasih hati. Saat itu awal tahun yang indah, bahkan hatinya terlalu semangat untuk bercerita pada khalayak ramai. Atau pada Sadewa sekalipun, saudara kembarnya. Nakula penuh senyum, wajahnya begitu sumringah. Tahun ini menjadi tahun penuh kebahagiaan untuknya. Rautnya tak lagi penuh asa, penuh gundah dan penuh kegalauan akut yang tak mampu ia hentikan.            
                           Bulan ini Nakula penuh keceriaan, hatinya berdegup kencang, dadanya seakan sesak dipenuhi lubernya cinta untuk Gadis. Bulan yang tak akan ia lupakan sepanjang masa, Nakula meminang gadisnya dengan keyakinan dan cinta terbesarnya. Cinta yang sampai kapanpun tak akan Nakula hempaskan dari dasar hatinya. Cinta yang selamanya akan sulit ia ganti dengan cinta lain, meski lebih menggiurkan. 
                     Hari ini Nakula penuh kebahagiaan, kata cinta disambut pinangan dan kalimat ijab Kabul yang ia sempurnakan. Cinta, nafsu, rindu yang membara menyatu di hati Nakula saat ini. Cinta yang selalu akan ia persembahkan untuk Gadis, nafsu yang tak akan habisnya merasuki jiwanya untuk Gadis, dan rindu yang secuilpun tak akan mungkin ia bagi dengan perempuan lain. Semua hanya untuk Gadis. Batinnya terlalu kuat untuk mengalihkan Gadis dari hidupnya. Nadi, darah dan hati yang ada pada Gadis adalah separuh Nakula. Butuh berlembar-lembar kertas untuk mengungkapkan cintanya pada Gadis. Butuh berjuta puisi untuk ia utarakan tentang Gadis, wanita yang sangat dicintanya. Bahkan buku harian hanya sanggup mengiringi curahan hatinya hingga halaman tertentu. Luapan hati dan cintanya terlalu luas untuk dijangkau dengan mata telanjang, pun para pujangga. Senyuman Nakula tak habisnya terlukis di aura wajahnya mewakili segenap cintanya. 



#GWA1

Senja di Pantai

                        Sore yang selalu kami nantikan, pemandangan senja di pantai Pok Tunggal yang tak pernah kami bayangkan sebelumnya. Pantai Pok Tunggal yang terletak di Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta, memberi kami alam senja yang berbeda. Kaki-kaki kami sesekali menyentuh hempasan anak-anak air ombak. Katamu kecantikan panorama sore di pantai selatan Jawa ini sama halnya dengan kecantikanku. Aku hanya tersenyum. Kamu selalu punya kata-kata indah soal senja. Lekukan bayang obor lampu semakin memperindah hiasan matahari terbenam yang hanya dimiliki oleh satu Tuhan. Lalu kami terdiam menatapnya, tanganmu erat menggenggam, hangat. Ini mengingatkan kami akan senja cantik di Serengeti, Tanzania. Atau di pantai Ipanema, Rio de Janeiro, Brazil. Mengukirkan kenangan kami tentang senja Cable Beach, Australia. Atau Grand Canyon, USA. Matahari terbenam di Taj Mahal, India. Atau Santorini, Yunani. Dan senja yang sempat kami miliki di Hammerfest, Norwegia. Atau di Salar de Uyuni, Bolivia. Atau senja di The Matterhorn, Switzerland pegunungan Alpens. Namun sesungguhnya semua bayangan senja nan takjub tak terkalahkan itu seperti senja di Jimbaran, Bali. 
                         Jingga itu remang-remang, dan tubuh kami merebah diantara pasir-pasir serta buliran air pantai mengikuti arah matahari yang juga mulai merebah ke peraduan. Eksotis. Cuma itu yang terucap dari bibirmu. Rombongan nelayan bergotong royong mendorong perahu ke pinggir pantai. Paduan cahaya senja kemerahan dan siluet perahu yang bergerak sungguh menciptakan harmoni keindahan tersendiri. Ah… Begitu kami sangat menikmati ke-eksotis-an matahari sore ini. Aku, kamu dan senja berwarna jingga di pantai. Mungkin kami memang terlahir sebagai penggila senja, hingga kami menapaki hampir ke semua sisi kejinggaan di hamparan fana ini. Atau memang hanya kami yang terpilih menjadi penikmat senja yang akut. Disaat semua pendatang pantai ini hanya datang, berpadu asmara, mencetak kenangan, terperangah dan berlalu. Hanya itu. Lantas kami telah punya jiwa tersendiri di setiap senja, bukan hanya termangu kagum melihat cantiknya senja. Inilah sisi jingga kami memandang matahari terbenam sebagai senja nan indah di pantai. Tangan kami masih melekat erat, senyuman yang tak lepas sepanjang pesisir pantai, hingga warna langit berganti malam. Kami yang terbuai dengan senja sore itu, aku dan kamu… 




#GWA1

Senin, 24 September 2012

Lucky I'm in Love with My Bestfriend

                           Di dunia ini tak ada satupun yang bisa berkompromi soal jodoh, termasuk aku, kamu dan persahabatan kita. Bahkan setelah aku bergerilya sendiri dengan hidup percintaanku dan kamu dengan perjuanganmu mencari belahan jiwamu yang nantinya akan bertahta menjadi ibu dari anak-anakmu. Seperti itulah bertahun-tahun kisah kita hanya berbatas pada persahabatan, tanpa cinta. Aku butuh pundakmu untuk bercerita dan kamu butuh rangkulanku untuk berkeluh kesah. Lalu semuanya bercampur menjadi satu senyuman dan tawa. Sampai suatu saat pertanyaan itu terucap dari bibirmu... 

"Apakah seorang sahabat boleh mencintai sahabatnya sendiri?" tanyamu menatapku. 

Aku terdiam dengan rasa yang sulit kulepaskan, aku takut kehilanganmu. 

"Demi apapun yang ada di dunia ini, aku berusaha sekuat mungkin untuk mengganti perasaan ini, tapi sia-sia..." ucapmu lirih. 
"Untuk apa kamu ganti kalau kita begitu saling membutuhkan cinta ini? Harusnya kita beruntung merasakan ini semua," jawabku tersenyum. 

Lalu kamu memelukku erat, kali ini dengan cinta yang sesungguhnya... Ya, di bawah keindahan dan kemegahan langit biru ini, aku selalu menyimpan cinta ini utuh tanpa sarat, kamu yang selalu membuat hidupku bergulir penuh warna seperti pelangi. Dan kita tak sanggup lama berjauhan, untuk apapun itu. Sepertinya kita terlalu merasakan keberuntungan akan cinta yang kita miliki. Beruntung jatuh cinta dengan cara kita sendiri, beruntung selalu kembali pada cinta yang sama, beruntung jatuh cinta pada persahabatan ini. Memeluk dirimu adalah memeluk persahabatan kita yang penuh cinta, tanpa perlu seseorang mengerti tentang ini, tanpa butuh seseorang untuk menerima soal kita. 

 I’m lucky I’m in love with my best friend 
Lucky to have been where I have been 
Lucky to be coming home again 
Lucky we’re in love every way 
Lucky to have stayed where we have stayed 
Lucky to be coming home someday

Sabtu, 15 September 2012

Sulit Berpaling

Bianca menatap foto-foto yang sudah berdebu, sesekali ia bersin. Foto-foto yang tak akan ia lupa, kenangan yang tak akan bisa ia singkirkan begitu saja, dan Roy yang selamanya tak akan terganti. Lima tahun berlalu, namun hatinya tetap tak bergeming. Orang bilang Bianca layaknya abg dengan sebutan susah move on. Tapi itu semakin menguatkan perasaannya untuk tak membuang Roy dari ruang cintanya. Hal yang lebih tak memungkinkan lagi adalah Shaira. Perempuan cilik berusia 2 tahun yang selalu menjadi 'jembatan' kerinduannya pada Roy, sang mantan suami tercinta. Ini adalah kekuatan teranyar dari dirinya setelah terkungkung dalam trauma berkepanjangan sejak Roy kembali ke pelukan Tuhan. Cinta terbesar kami, Shaira, kenangan kita, semua membuatnya sulit berpaling.

Janji Sekali Waktu

                      Radin terdiam di dalam mobilnya, ia tak mampu memahami dirinya inikah pilihan yang harus ia jalani? Telepon genggamnya telah berkali-kali berbunyi, dering sms serta bbm tak henti bersuara. Tapi semakin banyak semua itu datang padanya semakin tinggi tingkat kegelisahan hatinya. Raisa, mengapa kita harus mengalami ini? Aku tak ragu akan kesetiaanmu tapi mungkin aku hanya belum terbiasa dengan semua ini.

"Radin! Radin! Ayo cepat! Raisa sedang menunggumu, dari tadi memanggil-manggil namamu!" Kinan mengetok-ngetok jendela mobilnya dengan panik. 

Radin berusaha mengikuti jejak langkahnya, mengikuti Kinan yang mengarahkannya ke ruang operasi. Raisa tersenyum melihatnya, mencoba meraih tangan Radin. Digenggamnya segera tangan Raisa. 

"Radin, jika detik ini adalah waktu terpendek untuk aku memilikimu dan bayi ini, tolong cintai bayi ini, sekali ini saja, cuma itu permintaan terakhirku, karena ia memang bayi kita," ucap Raisa lirih dengan senyum. 
"Raisa, waktumu tak akan pernah habis untukku dan... Dan bayi kita, waktumu akan selalu ada untuk kita," sahut Radin pelan. 

Ya Tuhan, Kau telah luluhkan hatiku,ada atau tak ada ruang dan waktu demi sebuah kesempatan yang lebih baik, aku hanya mohon untuk diijinkan mencintai Raisa dan bayi kami sepenuh hati...



#FF2in1

Jumat, 14 September 2012

Manchester is You


It's not only about place, history, football and love but trully about us, you and me... Let's grab it, my 1st book! Manchester is You... :)

Sabtu, 08 September 2012

Jadikan Aku Pendendam

"La, kamu yakin?" ucapku lirih.
"Iya, aku yakin," sahut Lala.

Jawaban Lala sepertinya terdengar ragu di telingaku. Tapi aku nggak mungkin menepis keputusannya.

"Salahku apa, La?" tanyaku lagi.
"Salahmu adalah kamu terlalu mencintai aku," jawab Lala cepat.
"Kalau mencintaimu jadi suatu kesalahan terbesar dalam hidupku, aku akan tetap melakukannya berkali-kali, La," ujarku.

Kamu terdiam.

"Pergilah, aku muak," Lala menarik lenganku.
"Teganya kamu menjadikan aku seorang pendendam seperti ini, La. Padahal aku tetap menerima apapun bentuk dirimu dan kekhilafanmu," aku membela diri.

Lala membanting pintu rumahnya. Sayup-sayup suara tangismu masih terdengar olehku.

"Kamu masih mencintaiku,La," ucapku pelan.



#FF2in1 - "Marcell-Mendendam"

Tentang Satu Nadi...

Aku menggenggam dirimu, merekatkan hati ini lebih dari paham yang telah kamu berikan padaku. Perwakilan suara hati yang selalu indah kamu sentuh. Nadi, darah dan hati, berkecamuk menjadi satu yang tak mungkin kita hilangkan. Menjadi sisi yang tak akan tergantikan. Kamu, aku, luka, pertalian cinta.

Mengapa? 

Hanyalah pertanyaan yang selamanya tak akan habisnya terjawab...

Kamu memelukku erat....

Mengapa?

Karena darah kita telah menyatu...

Tentang kita...



#FF2in1 - "Noah-Separuh Aku"

Kamis, 06 September 2012

Keliru


Bara terus mengikutinya dari belakang, sesekali dihentikannya langkahnya agar perempuan itu tak mengetahuinya.

"Aku pasti tak salah, ia Aruna, tapi sedang apa ia di tempat seperti ini?" Bara bertanya-tanya.

Perempuan itu semakin mempercepat langkahnya, seolah tahu bila dirinya sedang diikuti. Bara begitu seriusnya memperhatikan gerak langkah perempuan itu. Lalu ia tiba di sebuah rumah kecil yang lumayan banyak penghuninya.
Tapi... Bara masih tak percaya jika Aruna tinggal di tempat ini. 

"Loh, kemana dia?" Bara celingak-celinguk.
"Heh, cari siapa mas?!" tanya seorang perempuan.
"Cari saya?" suara perempuan itu berubah seperti suara lelaki.

Bara terkejut pucat pasi.

"Maaf, maaf... Maaf, saya kira kamu mantan saya," Bara langsung lari sekencang mungkin.

Perempuan itu melepas wig nya sambil bersenandung lagu mantan kekasih, lagu andalannya mengamen.


#FF2in1

Raras dan Cerita Kita


"Ras, ini bukumu, kamu pasti lupa," aku memberikan buku catatanmu yang tersampul rapi.

Kamu hanya tersenyum. Membuka payung hijau mudamu lalu kita jalan berdampingan. Selalu seperti itu. Ceritamu selalu juga tentang mimpimu yang sepertinya sulit kugapai. Belajar di luar negeri. Ah, Ras, seandainya aku setajir kamu. Tapi anehnya kita sulit berpisah, padahal nasib kita saja berbeda jauh. Kamu gadis cantik yang sejak awal sekolah aku cinta Ras, tetap selalu sederhana. Kamu dan cinta kita.

Pagi itu menjadi pagi yang pahit untuk aku dan kamu. Lulus dari sekolah sepertinya tak membuatku ingin berada di puncak bahagia. Tidak jika tanpamu. Tapi cita-cita adalah cita-cita. Dan cinta terbesarku adalah membiarkanmu meraih impianmu Ras...

Sore itu aku tetapkan menjadi hari yang tepat untuk segalanya. Mengakhiri pertemuan kita dan perjalanan kita. Tapi tidak hati kita, Ras.

"Pendengar sekalian sekarang saatnya kita simak lagu dari Sheila On 7, waktu yang tepat untk berpisah," suara sang penyiar radio. 

"Gila, lagu ini sepuluh tahun lalu, sepuluh tahun lalu aku melepasmu Ras, sekarang, kamu sudah kembali bersamaku," aku memeluk Raras erat di mobil, dalam perjalanan setelah menjemputnya di bandara.


#FF2in1