YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Senin, 30 Juli 2012

Tjatatan Masa Ketjil




Masa Ketjil dan Papa Mama

Waktu kecil saya gendut, seringnya bisulan karena hobinya makan telor ceplok. Tapi mulai kurus dan meninggi menjelang SD. Papa dan Mama sama-sama bekerja, praktis di rumah kami lebih sering sama si mbak, tapi walau begitu Papa Mama tetap perhatian, tetap bertanya soal sekolah kami. Tiap malam kami harus makan bersama di ruang makan, buat kami ini momen berinteraksi dengan orangtua. Yang paling saya tunggu adalah cerita-cerita Papa, dari mulai sejarah jaman kecilnya sampai guyonan-guyonan. Papa aslinya pendiam tapi bukan berarti nggak suka humor. Mama lebih meledak-ledak, apalagi kalau kami bandel hahahaa... Bukan tipe ibu yang penuh kesabaran emang, tapi dari Mama saya belajar menjadi perempuan kuat dan tahan banting. Saya ingat saat saya sedang asyik main tak jongkok didepan rumah, tiba-tiba saya merasa saya pipis di celana dan ternyata itu adalah haid pertama saya, saya langsung nggak berani keluar. Malu banget pas tahu sudah mulai beranjak akan jadi perempuan dewasa. Lemes rasanya nggak bisa seru-seruan main tak jongkok lagi. Mama bilang, saya harus bisa lebih menjaga diri, jangan main sembarangan atau mengenal laki-laki sembarangan. Satu-satunya harga diri yang layak dijaga hingga menikah adalah keperawanannya. Terserah mau mengenal laki-laki berapa banyak tapi jagalah perawanmu hingga menikah. Papa bilang, semua laki-laki itu bajingan, jadi jangan cepat terbuai sama apapun soal lelaki, harus pinter-pinter jadi perempuan :)

Masa Ketjil dan Museum

Tahu museum kan? Tempat menyimpan benda-benda antik dan bersejarah. Perkenalan saya dengan museum tak lain disebabkan oleh Papa saya. Yup, saat saya beserta adik kakak saya kecil, masa liburan adalah saatnya bagi kami berkunjung ke museum. Bosen? Pastinya. Sebel? Apalagi. Anak kecil mana coba yang rela waktu liburnya dihabiskan di museum? Tapi yah itulah Papa, pria ganteng dengan berjuta sejarah dibalik diam dan ego nya. Kebiasaan menikmati museum walau terpaksa, tidak lantas membuat saya berpikir semua sia-sia. Buat saya apapun itu di dunia ini nggak ada yang sia-sia, pun soal ngupil. Karena semua itu akhirnya menjadi manfaat tak berbatas, saat saya mengambil kuliah jurusan travel, terpaku di pelajaran guiding dan harus ngelotok sama urusan museum serta sejarah dibalik sebuah tempat. Thanks to Papa yang menjadi biang dari segalanya :)

Masa Ketjil dan Permainan

Anak kecil mana yang bisa hidup tanpa bermain? Rasanya nggak mungkin. Kecuali orangtua mereka yang terlalu diktator menguasai tiap detik waktu anaknya. Bersyukur saya mempunyai orangtua yang cukup luwes sama urusan main. Yang penting nggak lupa sama urusan belajar dan tanggung jawab sekolah. Lingkungan saya yang sejak kecil masih mengenal area perkampungan membuat saya tumbuh menjadi pribadi yang gemar sama permainan kampung. Ya iya lah, dulu belum booming tuh mainan PS kayak sekarang. Petak umpet, tak jongkok, gobak sodor, galasin, adu biji karet, gundu, tak kadal, main tepok gambaran, main lompat karet, tak benteng, sampai main barbie, itu semua permainan yang sering saya mainkan saat kecil. Seru? Pastinya! Saking serunya main tak benteng, ngejar musuh sampai ke kampung seberang, lari sekencang mungkin, terus teman saya kecemplung di got dan badannya item se-item-itemnya air got hahahaha... Namanya Mila, sekarang sudah nggak tinggal di komplek rumah saya lagi. Main petak umpet cari tempat persembunyian yang jauh dan nggak tergapai, saking lama nunggu dicari nggak ketemu-ketemu malah ketiduran dekat sumur air hahahhaa.... Main tak jongkok nggak kalah serunya, saking nggak dibolehin tap buat berhenti sementara, saya nggak kuat nahan pipis dan merembeslah si pipis kemudian sambil tetep ketawa ngakak sama teman lainnya hahhahaaa... Main karet itu paling seru kalau bisa 1 tim sama cowok yang rada gemulai, lentur dan lihai, pasti menang hahahhaa.... Dulu saya nggak terlalu suka main barbie, meski suka pas bikin-bikin baju barbie nya, tapi itupun sempat membuat saya keki berat, karena teman punya baju barbie yang bagus-bagus hasil karya emaknya yang pinter jahit. Teman yang 1 lagi malah orang kaya, semua edisi baju barbie bisa dibeli kapanpun sampai lengkap. Saat itu saya sebagai anak kecil cukup iri tapi nggak lantas membuat saya murka dan menjambak-jambak rambut mereka atau merusak barbie mereka hehehhhee....

Masa Ketjil dan Masa Sekolah

Pernah ngalamin bawa-bawa sapu atau pengki ke sekolah? Nah tuh persis kayak saya :) Jarak sekolah dari rumah saya nggak begitu jauh, sekitar 10 menit. Tapi kadang perjuangan malunya bawa sapu atau pengki itu yang nggak kuat. Tiap bawa sapu atau pengki dicela sama seorang emak yang rumahnya harus saya lewatin tiap pagi. "Emang di sekolah nggak ada sapu dek? Dateng pagi-pagi ke sekolah emang disuruh nyapu ya bukan belajar?" Dem... Seandainya saat itu saya sudah mengenal arti nyinyir yang sebenarnya, pasti akan saya balas lebih nyinyir.... Untunglah di sekolah jadi ruang yang asyik bukan hanya untuk mencari ilmu pelajaran tapi juga sosialisasi. Hal yang paling saya suka adalah setelah libur panjang selalu diminta untuk membuat karangan masa liburan, pasti karangan saya paling panjang hehehe... Namanya juga ngarang... Oiya, sejak kecil saya juga dibiasakan hidup mandiri, saya nggak pernah diantar jemput kalau sekolah, hari pertama cukup diantar sampai pager sekolah, dari TK sudah kayak gitu. Mungkin karena dulu jauh lebih aman juga dibanding sekarang, makanya orangtua bebas saja ngebiarin anak-anaknya ke sekolah sendiri.

Masa Ketjil dan Pertemanan

Buat saya mempunyai banyak teman itu sesuatu yang sangat siswanto hahahhaa... maksudnya penting banget gitu :) Teman saya cukup banyak, perempuan ataupun laki-laki. Saya yang saat kecil agak tomboy, entah dari ukuran rambut bondol atau sikapnya, tapi masih punya banyak teman perempuan. Dulu di kelas sempat juga agak merasa dunia ini nggak adil, teman saya yang bernama Dinda, sudah cakep putih, pintar, tulisannya bagus, ranking 1 mulu. Kok ada sih cewek segitu sempurnanya hahahaa... Teman yang tomboy banget namanya Laras, asli kayak preman hahahaha... Ada juga yang perempuan banget namanya Intan. Yang gayanya cuek tapi pinter ada juga, namanya Maya. Yang paling bikin kesel sama Ulfa, emaknya terutama, kalau ada ribut urusan anak-anak pasti emaknya ikut campur hahahhaa... Jaman kecil saya belum gitu ngerti soal cowok, cukup tahu sih ada yang cakep di kelas, namanya Afrizal, orang Padang, putih dan jail, tapi ya sudah cuma seru temenan sama kayak cowok lain hehehe.... Tuh kan dari kecil aja sudah suka sama cowok Padang hahahahaa... Tapi yang seru pas perpisahan, renang bareng di Salabintana sama ke Ancol. Dinda, Maya, Intan, Laras, Ijal, Tonny, Hari, dan masih banyak lagi, sekarang semuanya sudah punya anak hehehehe....

Masa Ketjil dan Rambut Bondol

Sepertinya rambut bondol menjadi trademark saya dikala SD sampai kuliah. Mama sejak kecil nggak membiasakan anak perempuannya memiliki rambut panjang, dikuncir 2 atau dikepang. Kata Mama anak kecil itu belum ngerti cara ngurus rambut yang bener gimana. Jadilah 2 anak perempuannya selalu tampil berambut pendek. Memiliki rambut bondol saat SD nggak lantas berjalan mulus di SMP atau SMA. Apalagi waktu booming film Ghost, niat banget lah potong pendek kayak Demi Moore hahahaa.... Waktu SMP sempat 2x dipanggil ke ruang BP cuma gara-gara soal rambut yang terlalu pendek, dibilang saya kan perempuan kok rambutnya pendek banget, beginilah, bla bla bla... Berusaha ngurus rambut panjang akhirnya nggak tahan sendiri, ribet. Dan dibabat lagi lah rambut yang mulai panjang itu sebondol mungkin. Besoknya kena lagi dipanggil BP hahahaa... Yang paling keki ditegor sama teman sekelas yang banci atur. Mentang-mentang saya anak baru di kelas 2 terus bisa seenaknya gitu negor saya? Tegoran itu akhirnya malah berbuntut ribut di balkon sekolah lantai atas hahhahaa... Berlanjut ke SMA, tegoran pun masih berlanjut, termasuk beberapa kali dipanggil ke ruang BP juga hehehe... Heran urusan rambut saja repot, sekolah kan yang penting otaknya :)

Masa Ketjil dan Telor Ceplok

Masa kecil saya berbanding lurus dengan kedekatan saya bersama telor ceplok :) Saya yang sejak kecil sampai masuk SMP baru mau makan selain telor ceplok, lumayan susah kalau lagi ngumpul-ngumpul keluarga. Buat saya menu terenak di seluruh jagad raya adalah nasi anget, telor ceplok, kecap, kerupuk. Makan itu saja berasa makan steak holycow hahahaa.... Entah sudah berapa peti telor yang saya makan. Kalau saja tim MURI tahu soal ini pasti saya bakal jadi bagian didalamnya (halah lebay) hahahaa....





Masa Ketjil dan Kembar Tiga

Kedekatan saya dengan adik dan 1 sepupu perempuan membuat kami sering dibilang kembar saat jalan-jalan. Menurut orang-orang kami bertiga mirip. Menurut saya sih nggak begitu ya, karena kulit saya agak coklat, adik saya dan sepupu yang lebih putih. Ya mungkin karena kebersamaan kami yang begitu dekat jadi orang mengira kami bertiga kembar. Jempolnya kembar kali ya? hahahhahaa.... Yang kocak kalau ada artis dengan grup member 3 orang, misalnya Wilson Philips, itu pasti kami ambil bagian masing-masing, begitu juga AB Three. Pemilihan kriteria cowok juga nggak beda, ingat boyband Cool Colours? Nah, kami bertiga menetapkan masing-masing sebagai fav kami. Surya Saputra fav saya, Ari Sihasale fav adik saya, dan Teuku Ryan fav sepupu saya hahahhaa....



http://catatankecil-winda.blogspot.com/2012/07/sok-banjir-hadiah-giveaway-blog-emak.html

"Mak,ane ikutan giveaway-nya ye,mak! Kasih ane hadiahnya yang Antologi Cerpen Kotak Pandora, ya!"

Minggu, 29 Juli 2012

Kota Mati



Kiranya sebuah pengharapan adalah sesuatu yang layak aku perjuangkan, apalagi tentangmu. Bulir bayangmu, rasamu, pelukmu, desahmu, bahkan aroma tubuhmu. Tapi tak berbalas dan tak berbatas sedikitpun, untukku. Aku berjalan dengan sisa seadanya.

Ini kota mati. Tak seorangpun hidup dan menetap, tak juga kamu. Kamu yang seharusnya ada saat aku menjemput semua harap ini, kamu yang seharusnya ada saat aku kembali ke kota ini penuh asa. Dan harusnya kamu tahu, kesepian ini jauh lebih menohok lalu menggerogoti sampai ke dalam.

Kota ini hanya bangku kosong dan lagu yang berputar pelan tanpa henti... Kota mati milik aku dan orang-orang berjiwa tanpa waras setelah ragamu kubunuh tanpa sesal... Puas...


"Warna seperti menghilang di kota ini
hitam dan putih masa lalu
Telah membisu

Semua berakhir di sini
Tempatku mulai bermimpi
Masih menari di sini
Langkahmu yang telah pergi

Udara ini berubah di kota mati
seperti kisah masa lalu
Kini membisu"



#CerpenPeterpan

Selasa, 24 Juli 2012

Kecantikanku Halal Luar Dalam




Apalah arti cantik bila wajahmu tak dibasuh dengan air wudhu?
Apalah arti cantik bila riasan wajahmu hanyalah topeng?
Apalah arti cantik bila kosmetikamu terbuat dari bahan yang haram?

Sedangkan Allah SWT memandang tiap celah kecantikanmu secara lahir dan batin. Wanita yang tulus nan sederhana terpancar dari dalam dirinya, namun kesederhanaan itu sendiri bukannya tak boleh kamu hias dengan kosmetik. Cantik dan kosmetik http://www.wardahbeauty.com/ adalah 2 hal yang sulit dipisahkan dari wanita saat ini.

Bagi seorang istri seperti saya, berdandan bukan lagi menjadi salah satu tujuan untuk memikat hati pria. Tepatnya setelah saya berhijab di tahun 2004. Ditengah semua kesibukan dan peran saya sebagai istri sekaligus ibu dari 2 orang anak, saya membutuhkan kosmetika yang aman dan nyaman. Kebayang nggak kalau kosmetika yang kita pakai itu terbuat dari bahan yang kurang jelas asal usulnya? Ngeri ya... Mendadak wajah berubah merah, mendadak wajah jadi jerawatan, mendadak wajah jadi nggak jelas dilihatnya. Ini sebenarnya apa yang kita 'templokin' di wajah kita ya? Apalagi dengan keadaan wajah saya yang lumayan sensitif. Makan sesuatu yang ekstrim dikit saja pengaruhnya langsung ke wajah, gimana yang sudah saya pakai langsung ke wajah?

Tahun 2004, di masa awal saya memakai hijab, saya belum terpikir bahwa memakai kosmetik pun harus yang halal http://www.halalmui.org/ Menurut saya dengan menutup aurat pun sudah mewakili diri saya yang mencoba untuk menjadi jiwa yang halal. Tapi ternyata itu memang tidak cukup. Beberapa tahun kemudian saya tanpa sengaja bertemu seorang wanita berhijab di sebuah toilet setelah saya sholat. Lalu ia mengeluarkan dompet make up nya yang lengkap berlabel Wardah. Saya mengamati semua perlengkapan make up nya. Dan hasil make up nya tentu saja. Bagus, nggak menor, nyaman banget si mbak ini pakai make up nya. Mulailah pencarian saya soal Wardah ini. Ternyata kosmetika Wardah punya bahan baku yang aman dan halal, kalau sudah terjamin halal pastinya nyaman dong dipakainya. Seperti saya bilang tadi, kulit wajah saya agak sensitif, dan memang tipikal kulit wajah Asia memang lebih tipis. Saya dan wanita Indonesia lainnya memiliki keunikan wajah masing-masing, Wardah dengan sapuan warna, bubuhan bedak dan polesan shading nya semakin menguatkan karakter dalam diri saya.

Ingin cantik tapi tetap dicintai Allah? Rasanya suatu kewajiban bagi saya untuk memilih dan memakai make up yang halal. Tak ada beban sedikitpun saat saya memoles semua itu pada wajah saya. Ya, saya ingin kecantikan saya ini halal luar dan dalam. Suami puas memandang kecantikan saya, percaya diri bertambah, dan insyaallah jika suami ridha Allah juga ridha, pahala pun bertambah :) Ternyata, mempercantik diri dengan kosmetika yang halal itu nggak sulit kan?

Saya adalah Saya...

Mungkin saya adalah salah seorang ibu muda sekaligus wanita karir yang cukup santai menghadapi hidup. Menjadi seorang istri dan ibu dengan 2 bocah berumur 4 tahun dan 8 bulan dengan segala kesibukan dan kehebohan setiap harinya. Menjalani semua rutinitas dengan sikap cool cukup membuat beberapa orang geleng kepala, terutama orangtua. Yup, saya memang tidak membiasakan diri saya masuk ke dalam jurang keribetan akan hal tertentu yang sebenarnya bisa dibuat santai. Saat ibu-ibu lain repot membawa keperluan balita dan bayinya dengan tas penuh dan berjumlah lebih dari satu, saya cool saja dengan 1 tas berukuran sedang.

Kenapa saya bisa begitu santai menghadapi semua?

Buat saya persiapan diri adalah segalanya, saat diri saya memiliki persiapan yang matang, maka saya percaya diri dan rasa percaya diri saya menjadikan saya perempuan yang cool diatas semua kesibukan. Saya perempuan yang tenang, karena saya sebisa mungkin tak memakai emosi saya untuk menghadapi apapun. Kalau hal kecil saja sudah dibuat jadi besar karena emosi yang berada di depannya, bagaimana hal besar?

Kecintaan saya pada buku dan menulis mungkin menjadi salah satu faktor mengapa saya bisa menjadi perempuan tenang dan santai, tapi bukan berarti saya nggak pernah marah besar loh :) Buku dan tulisan adalah sesuatu yang tak mungkin saya lepaskan. Mulai dari project kecil sampai keinginan saya memiliki buku sendiri. Kreatifitas menulis yang saya miliki sudah ada sejak saya kecil, dimulai dengan menulis di buku harian. Ya, menurut teman-teman saya, saya termasuk perempuan kreatif. Ditengah semua kesibukan itu saya masih sempat membuat pernak-pernik dari bahan daur ulang, menulis cerpen, membuat scrapt book, atau apapun yang berbau kreatifitas, saya suka mencobanya. Mengurus keluarga masih bisa santai membuat hal kreatif? Ya bisa dong, pintar-pintar atur waktu saja :)

Kreatifitas saya dalam menulis mengenalkan saya pada sebuah laptop. Vaio T7100, awal perkenalan kami adalah di kantor saya. Lalu karena suatu kecelakaan kecil maka berpindahlah saya ke Vaio VGNSZ38GP. Bagi saya, Vaio banyak mewakili karakter manusia, tak berbeda dengan saya. Saya memilih Vaio E seri 14P dengan karakter cool and creative. Warna perak metalik yang unik dengan garis ungu yang sangat inspiratif.

Hayo tebak yang manaaa? :)



Saya adalah saya...yang ini nih yang paling paaasss sebagai cerminan diri saya :)



Fitur-fitur menarik macam gesture control dan tentu saja baterai tahan lama! Pastinya bikin saya makin cool, kreatif dan rajin membuat tulisan :)





#Because It's Me - Sony Vaio E Series

Sabtu, 21 Juli 2012

Makanan dan Cemilan Fav Lebaran

Lebaran tanpa makanan ini saya anggap kurang pas dan kurang lengkap. Nggak jauh dari hobi dan kesukaan saya terhadap telur dan daging hehehe...

Telur Petis

Telur petis saat lebaran layaknya seperti maaf yang dinanti. Bergabung dengan opor ayam, sayur buncis, ayam goreng, sambal goreng ati dan ketupat atau lontong tentunya. Telur petis salah satu makanan khas Jawa Timur yang sejak kecil telah diperkenalkan oleh mbah saya. Bahan intinya tentu saja petis, kalau nggak suka petis ya jangan harap bisa suka sama telur petis :) Rasa telur petis yang gurih, sedikit manis dan ditaburi cabe rawit warna warni hmmm...yummy... Sekenyang apapun nggak mungkin saya tolak :)

Rendang

Rendang daging apalagi rendang paru adalah sesuatu yang sangat sesuatu saat lebaran. Dulu saat belum nikah, sasaran saya adalah rendang paru buatan ibunya sahabat saya, Nilam. Sekarang karena kebetulan nikahnya sama orang Minang, jadi rendang buatan mertua jadi perburuan dikala lebaran tiba. Rendang itu makanan yang buat digadoin saja enak apalagi pakai nasi anget-anget pulen hmmm...nyam nyam... Nah apalagi kalau ditambah pakai telur petis itu beuh....lengkap hidup hahhahaa....

Kastengel

Setelah makanan inti saya jatuhkan pada si telur petis dan rendang nan enak dan nikmat, maka cemilan saat lebaran yang paling sering menyambangi rumah saya adalah kastengel alias kue keju. Sebagai tahap awal, kue keju biasanya masih malu-malu untuk dilahap karena masih akan banyak tamu yang datang. Tapi begitu yakin tamu sudah hadir semua, maka kue keju telah layak untuk dimiliki secara utuh, karena saking dekatnya pertemanan ini, tiap nonton atau ngobrol-ngobrol kue keju itu berada dipangkuan saya hahahahaa...




#Ngeblogramerame

Rabu, 18 Juli 2012

Play as Good as You Look, Nick!



This past week, the women fans of Manchester United have a new idol in the person of Nick Powell. No, certainly not because of his ability in playing football, since his name was rarely heard by the ears of football fans before Red Devils officially bought him for a fee of 6 million Pounds.
The reason is actually embarrassing - at least for me, as a girl who do love this kind of sport - but the fact is already very attached to this opinion created for women.
Yes, because of his outlook.

It has been very commonly heard that the main reason underlying a woman likes a certain football club is because of the fantastic face and physical appearance of the footballers. What a lame reason!

However, this time, I would be interested to discuss the United’s new recruits with the face and physical appearance which is, well, breathtaking.
Nick Powell is still 18 years old! I personally had just heard his name at the end of June, when it was reported that my favorite club was chasing an attacking midfielder from nowhere club, Crewe Alexandra. I was less interested, because the media was also more horrendous in transfer issue of a pearl of Asia, Shinji Kagawa, who underwent two successful seasons with Borussia Dortmund.

Then, Powell, was officially landed at Old Trafford on July 1, 2012. I started googling about him, well, I mean the picture. Photos that I found less obvious, so I flatly commented by writing: ohh.. him. So? Why so expensive?

I obviously think Powell is 'expensive'. When compared with the price of the former United midfielder's favorite fans from South Korea, Park Ji-sung, who valued a 4 million Pounds in 2005. Is currency really influenced year by year? I don’t know. Somehow, I am not an expert economist, not interested to discuss.
Then, on July 12, 2012, Sir Alex Ferguson introduced his two new recruits in the transfer market this summer, Kagawa and Powell. Finally, I saw clearly the face of the ‘popcorn’. Cute.

But the madness then appeared three days later. At that time, I saw one of my friends retweet Powell’s tweet (I did not follow his Twitter account at the time). Its contents was like this: And what ... what's wrong with my corsa stallion. Powell also put up the pic of an article which was said about his car, that was 'only' a Corsa, when compared with the United players whose cars were much more expensive such as Bentley, Range Rover and Lamborghini.

After finished reading it, I laughed out loud. This kid has a classy humor. I immediately followed him. Thought his humor became like a ‘god’ when the next day he tweeted : "No. Its parking them there Bentleys next to #stallioncorsa". That responded to his tweet the day before and the response to the article that seemed mocking. However, with a confident, Powell responded with that twit! : D

It was not just me who like the owner of number 25. My friends at @ indomanutd, also picked up on the craze: @rynagiggs, @shantyadhitya @lisadepe and @cuzziiii. Ryna even made a name for the 'fans' of the new “popcorn”, namely Powell Rangers!
We are happy that there is a good-looking player at United. But, I do not want it marginalize us as football fans, not because of the look of the player.
If seen from the videos, the quality of players who was born on March 23, 1994 was quite promising. But, it is not needed to compare from the video if the quality is not seen directly.

According to my amateur eyes, tall-physique will be able to help the team when there are many long passes or in response to a free kick or corner kick. As long as there is still a figure of Paul Scholes, Powell can request for a tutor from the midfield maestro.

Maybe next season it will still be rare opportunities for Powell as a starter, since United have stocks of attacking midfielder in his squad. However, if he can maximize the pre-season tour to South Africa and China, it is not possible to all women enjoy his face and good performance in 2012-13 season later.

Powell is still young, his career is still very long. I (and the United fans, of course) wish he could adapt to the style of United quickly. If looks can be compete with Beckham, but the performance is as bad as Bebe, what for?

Then, play as good as you look, Nick!




*from
http://iamtheresiasimanjuntak.blogspot.com

Kamis, 12 Juli 2012

Cita-cita di Masa kecil

Hmmm...ngobrolin cita-cita di masa kecil, sepertinya orangtua saya termasuk yang paling bebas soal ini. Dari kecil nggak pernah tuh 'dipaksa' jadi dokter atau mewakili anaknya bilang ke orang-orang kalau besar mau jadi dokter hehehe... Saya sendiri sejak kecil sudah bertanya-tanya, kenapa banyak anak tiap ditanya cita-cita pasti jawabnya dokter atau presiden. Terpaku pada hobi nulis buku harian dan bacaan Lupus, sejak kecil saya sudah bercita-cita jadi penulis. Tua banget ya, anak kecil kok cita-cita jadi penulis? Karena dibilang sok tua itu makanya tiap ditanya orang saya agak malu jawab, jadi jawabnya ya cuma geleng kepala, nggak tahu. Padahal besar banget keinginan untuk jawab jadi penulis :)

Cita-cita saya yang ke-2 di masa kecil adalah menjadi seorang guru. Lagi-lagi, lewat daya khayal bocah yang terlalu lebay, saya sering berpura-pura sedang mengajar, boneka-boneka disusun seperti didalam kelas. Dan...punya daftar absen sendiri yang isinya adalah nama-nama artis ibukota. Daftar absen itu saya susun berdasarkan pasangannya masing-masing. Misalnya, Lidya Kandow harus duduk sama Jamal Mirdad, Marissa Haque harus duduk sama Ikang Fauzi, pokoknya artis-artis bersama pasangannya kala itu hahahahahaaa.... Pemikiran bocah yang aneh... Dari bocah aja udah ngerti gosip arteeesss hahahahaa...

Cita-cita saya yang ke-3 di masa kecil adalah menjadi penyanyi. Nah kalau ini udah mulai agak besar udah mulai ngartes beneran hihihii... Hampir tiap pulang sekolah jejeritan pasang lagu-lagunya Nicky Astria, Nike Ardilla, pokoknya penyanyi-penyanyi cewek. Tetep nggak jadi penyanyi juga, yakali...secara nyali kurang gede buat bersaing tiap ada lomba nyanyi hihihiii...

Dan... udah besar begini cita-cita jadi penulis masih erat di jiwa :) semoga bisa punya karya sendiri, amiinn.. Sekarang masih rajin-rajin nulis biar cuma dalam scoop tertentu. Menyanyi jadi hobi saya yang kadang-kadang menghasilkan rupiah saat bantu Papa nyanyi di orgen tunggalnya. Guru? Alhamdulillah udah pernah juga jadi guru tk, sangat menyenangkan sekali. Insyaallah punya rejeki lebih pengen banget punya tk sendiri :)

Kalaupun saat kecil saya malu mengungkapkan cita-cita saya, itu jadi 'kesalahan' yang mendorong saya untuk lebih terpacu, terpacu untuk lebih memberi kaki pada tiap mimpi saya agar kelak mampu berjalan sendiri di bumi ini, tidak sebatas bergelayut di gelungan awan penuh khayalan :)



#ngeblograme-rame

Kamis, 05 Juli 2012

Masa Lalu

Di gang rumah ini aku masih melihat beberapa anak menghisap rokoknya dengan santai, menarik lintingan ganja yang terbakar dengan tenang dan bergiliran memegang bong serta suntikan dengan lihainya. Malam telah menunjukkan waktu yang kian larut. Namun sepertinya jurik malam semakin bersahabat dengan mereka. Aku mampir sebentar sekedar untuk ngobrol dan menyapa. Malam ini aku tak bergabung dengan mereka, sebenarnya aku sendiri baru saja merasakan hal yang sama, hanya beda tingkat pertemanan dan kasta. Di area rumahku yang termasuk kumuh ini, aku mungkin termasuk salah satu yang 'beruntung' bisa mencicipi pertemanan kelas atas berikut 'jajanan' mereka.

"Gabung nggak?" tanya Leo sambil tersenyum menawarkan bagiannya.

Ia tahu menolak adalah hal yang jarang aku lakukan. Sesaat kemudian aku merasa plong, dunia seperti fana sampai ke kulit ari bumi. Gila! Ini barang VVIP yang baru aku temui di ruang kumuh ini. Dan...

"Kemudian apa?" tanya teman baruku.
"Kemudian kamu bisa lihat sendiri, itu adalah hidupku di masa lalu ku yang sangat suram, mati sia-sia, dan berteman denganmu di alam yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya..." ucapku lirih.


#WritingChallenging

Selasa, 03 Juli 2012

Dunia tanpa Cermin

Menjadi manusia apapun bentuknya nggak akan bisa sempurna. Tapi hidup seringkali menuntut kita jauh untuk jadi sesempurna mungkin. Terkadang diluar batas kemampuan diri kita. Tuntutan menjadi sempurna nggak bedanya sama terhimpit diantara manusia berkepala batu. Susah bikin mereka mengerti apalagi menyuruh mereka 'melongok' ini loh hidup kita. Manusia, idealnya adalah makhluk yang saling menolong, kenyataannya? Nol besar. Ada pamrih yang terselip, ada kritik didalamnya, ada cemooh yang mendampinginya.

Pernah bayangin dunia ini tanpa cermin? Iya, cermin. Para perempuan pasti banyak yang teriak tanpa cermin. Cuma untuk bersolek, itu fungsi aslinya. Cermin membantu kita untuk lebih layak berpenampilan di depan umum. Cermin menolong kita dari kewaspadaan tingkat awal. Karena cermin kita tahu di wajah kita timbul jerawat, bibirnya kering banget, alis agak mencong, lipstik kurang menor, dasi kurang rapi, rambut kurang pas belahannya, mata yang mendadak merah, cek bulu hidung, eh sampai ada upil gelayutan ketahuan juga :) Tapi pernah nggak kita bercermin berdiam diri menatap keadaan kita yang sebenarnya? 5 menit saja, tanpa melakukan apa-apa. Itu rasanya akan beda banget. Kita dengan muka yang segini-gininya tapi sudah sombong serasa muka ini cantiknya lebih dari siapapun, gantengnya lebih dari nabi Yusuf, kekayaan melebihi apa yang dipunya Allah. Iya, kalau ditanya memang kita selalu berusaha merendah, tapi sikap dan prilaku kita jelas sekali terlihat.

Dunia tanpa cermin, sampai kapanpun nggak akan bikin kita sadar dan menyadari tentang sikap manusia satu sama lain. Begini banyak cermin saja nggak lantas bikin kita pintar bercermin diri kok. Karena esensi bercermin hanya pada bersolek dan memperbagus penampilan, itu saja, selebihnya itu cermin ya dibiarin saja :) Sama halnya yang terjadi saat saya memergoki anak saya yang berumur 4 tahun sedang sibuk senyum-senyum di depan cermin.

"Abang lagi ngapain?"
"Lagi ngaca dong."
"Kok centil, kayak anak perempuan aja."
"Abang kan ganteng."
"Lebih ganteng lagi kalo nurut sama kata-kata Bunda sama Papa."
"Oh iya ya. Nurut kok nurut."
"Kalo nurut kok mainannya nggak diberesin, tadi Bunda bilang apa?"
"Ooo iya..aku lupa, maaf maaf." (sambil tepok jidat)

Setelah mainan dibereskan, anak saya kembali sibuk didepan cermin.

"Tuh kan abang ganteng."

Saya cuma ketawa sambil geleng-geleng kepala.

Dunia memang harus penuh cermin ya, karena dari berbagai cermin yang ada saya bisa belajar tentang hidup, tak hanya soal bersolek. Dan cuma diri kita yang tahu cerminan kayak apa yang akan kita beri untuk lingkungan sekitar. Akhirnya saya mengerti kenapa banyak tukang cermin yang jualan di depan gedung DPR/MPR hahahahaa.... Kalau saja bapak-bapak dan ibu-ibu itu menyadari esensi mereka berjualan disana :)

Senin, 02 Juli 2012

Tentang 15HariNgeblogFF

Hamil, melahirkan, menyusui dan ikutan 15HariNgeblogFF, sesungguhnya adalah pengalaman paling seru yang pernah ada. Gimana nggak? Dari dulu saya sudah hobi ngeblog dan hobi ini makin menjadi selama hamil, karena hasrat kerja di kantor semakin menurun hehehe... Dan masa kehamilan saya isi dengan nulis artikel, cerpen serta ngeblog. Kehamilan yang bermanfaat bukan? Hehehe... Sekitar akhir November saya melahirkan, ngeblog tetap saya kerjakan sampai saat setelah bersalin hahahha... Januari 2012 adalah pertama kalinya saya mengikuti sebuah tantangan dalam ngeblog. Ini gara-gara yumin @Wangi dan masmin @Momo_DM yang sudah memprakarsai 15HariNgeblogFF. Tadinya saya ragu, asli ragu banget. Apa bisa ngeblog rutin tiap hari dengan tema di situasi dan kondisi saya yang baru melahirkan dan harus menyusui? Nekat! Modal awal cuma itu hahaha.... Kalo nggak sanggup yowes ra popo, setidaknya sudah usaha buat ikutan :) Alhasil tiap hari selama 15 hari di Januari 'dipaksa' ngeblog sama 2 mimin itu. Walah dalah, tiap hari itu kadang santai, kadang males, kadang bosen, kadang kocar kacir karena waktu pengiriman dan submit link sudah mepet. Harus ngurus bayi, nyusuin, penuh lelah. Tapi untunglah yang juara tetap semangatnya :) Semalam apapun tetap ngeblog, setelat apapun tetap ngirim. Maka berakhirlah 15HariNgeblogFF itu dengan plong namun ngangenin...

Bulan Juni yumin dan masmin itu kembali mengadakan 15HariNgeblogFF2. Wow, nggak sabar mau ikutan lagi. Kali ini permainan jauh lebih seru. Bukan tema saja yang 'dilempar' tiap hari, namun ada setting dibaliknya. Mulai dari setting Jam Gadang nya Bukittinggi, Pulau Lengkuas di Belitung, Sungai Musi nya Palembang, Danau Toba, Jalan Braga di Bandung, Pasar Klewer nya Solo, Pantai Pangandaran, Jalan Malioboro di Yogyakarta, Air Terjun Tawang Mangu, Surabaya Old Town area, Pasar Terapung di Banjarmasin, Pura Besakih di Bali, Museum Kota Makassar, Wakatobi, sampai ke Raja Ampat, Papua. Keren kaannn.... Keren banget jooo! Hal lain yang makin bikin greget adalah saya membuat 15HariNgeblogFF2 ini dengan bersambung dari tema awal sampai akhir. Greget sih iya tapi bingung setengah mati juga hahahhaa.... Makasi juga buat @adit_adit yang sudah kasih ide secara nggak langsung hehheehe... Semoga akan lahir #15HariNgeblogFF3 dengan permainan yang semakin seru dan menantang! Kecup basah buat yumin, masmin nggak usah yaa.. :)

Ibu


Dunia tanpa ibu, rasanya nggak mungkin saya alami dalam hidup ini. Ibu, yang sejak saya masih berbentuk titik dalam kantung rahimnya telah ia beri harapan untuk besar, tumbuh dan berkembang menjadi manusia layak. Selayak ia mengurus, menjaga dan mendidik saya. Kemandirian, kesabaran, dan keperawanan, 3 hal yang selalu ibu camkan pada saya. Seberapa besarnya kita butuh laki-laki, belajarlah untuk selalu nggak bergantung pada orang lain, apalagi laki-laki. Kemandirian yang ibu ajarkan pada saya masih dalam batas kewajaran, bahwa sebagai perempuan kita tetap butuh jiwa seorang laki-laki, harus menghargai laki-laki, dan bisa bekerjasama dengan laki-laki. Ibu memberi contoh bahwa menjadi wanita karir nggak lantas membuat perempuan jadi sombong, berkuasa apalagi nggak menghargai pasangan. Menjadi ibu rumah tangga sekaligus wanita karir butuh kesabaran luar biasa. Ibu, dibalik sikap mandiri dan sabarnya terkadang terselip airmata yang kadang tak terjamah oleh anak-anak bahkan suaminya sendiri. Ibu nggak pernah menunjukkan kalau ia lelah atau lemah. Isi kepala suami dan anak-anak yang seringkali begitu kerasnya, harus ia satukan dengan bijak dan penuh kasih sayang. Ibu nggak pernah berucap," saya lelah menjadi ibu" tapi ia selalu berpesan "banggalah menjadi seorang ibu, karena nggak setiap perempuan bisa menjadi seorang ibu".

Hidup bersama ibu selama 33 tahun, tak lantas membuat saya bisa bermanja-manja. Sejak SD kelas 1 saya nggak pernah lagi makan disuapin, kecuali lagi sakit parah. Nggak pernah gelendotan kayak bocah-bocah seumuran saya apalagi merengek minta sesuatu. Ibu sosok yang cukup tegas, malah menurut sebagian orang yang baru mengenalnya mungkin berpikir agak galak. Beranjak dewasa, ibu mengajarkan saya bagaimana hidup ber-multitasking hahahaa... Itu istilah kerennya, aslinya ya gimana cara kita menjadi perempuan yang bisa mengerjakan apapun secara hampir bersamaan dengan pola pikir cepat. Itu berguna sekali saat saya berumah tangga dan bekerja.

Semua hal yang telah ibu alami, senang, susah, sakit, kecewa, amarah, sesungguhnya betapa ingin saya memeluknya, meminta maaf ataupun bersujud dan mencium kakinya seperti saat saya sungkeman meminta ijin akan menikah. Betapa banyak dosa yang telah saya ikut sertakan di pundaknya, tanpa pernah saya bertanya,"lelahkah ibu menjadi ibu saya?". Betapa saya ingin membelai rambutnya yang kian menipis dan beruban sekedar berkata," saya sangat menyayangimu, ibu." Dan betapa saya begitu ingin berterima kasih atas semua yang telah ibu korbankan untuk hidup saya sampai sebesar ini. Karena saya, belum bisa membalasnya dengan apapun, selain mendoakan ibu selalu sehat, apalagi membahagiakannya dengan kesenangan dunia.

Ibu adalah Mama... (begitu saya biasa memanggilnya)

Love you so much Mama...




#ngeblogramerame

Sedetik Untuk Selamanya


Dinar melangkahkan kakinya masuk menuju Komplek Taman Narmada, taman yang terletak di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, sekitar 13 kilometer sebelah timur Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Ia mengamati taman yang cukup luas ini, sekitar 2 hektar. Taman ini dibangun pada tahun 1727 oleh Raja Mataram Lombok, Anak Agung Ngurah Karang Asem, sebagai tempat upacara Pakelem yang diselenggarakan setiap purnama kelima tahun Caka (Oktober-November). Selain tempat upacara, Taman Narmada juga digunakan sebagai tempat peristirahatan keluarga raja pada saat musim kemarau. Nama Narmada diambil dari Narmadanadi, anak Sungai Gangga yang sangat suci di India. Bagi umat Hindu, air merupakan suatu unsur suci yang memberi kehidupan kepada semua makhluk di dunia ini. Air yang memancar dari dalam tanah (mata air) diasosiasikan dengan tirta amerta (air keabadian) yang memancar dari Kensi Sweta Kamandalu. Dahulu kemungkinan nama Narmada digunakan untuk menamai nama mata air yang membentuk beberapa kolam dan sebuah sungai di tempat tersebut. Lama-kelamaan digunakan untuk menyebut pura dan keseluruhan Komplek Taman Narmada.

Langkah Dinar yang cukup sigap lalu terhenti di Balai Petirtaan, Balai yang sumber mata airnya berasal dari Gunung Rinjani. Balai Petirtaan juga merupakan tempat pertemuan tiga sumber air, yakni Suranadi, Lingsar, dan Narmada. Karena mata airnya berasal dari Gunung Rinjai dan tempat pertemuan tiga sumber mata air lainnya, maka air yang ada di Balai Petirtaan dipercaya dapat menjadikan orang yang meminum dan membasuh mukanya dengan air di situ akan awet muda. Dan di Taman Air Awet Muda itu ia mengarahkan pandangannya pada sosok Ranu. Lelaki yang ia nanti dengan berjuta jawaban yang sempat ia tangguhkan. Ranu setengah berlari menuju tempat mereka bertemu. Dinar tersenyum saat Ranu hadir dihadapannya.

"Ya, aku mau jadi istrimu," ucap Dinar tersenyum.

Ranu memeluknya erat.

"Terima kasih, Din, itu adalah jawaban terindah yang aku tunggu, sedetik untuk selamanya," Ranu mengecup keningnya.

Ia segera berpamitan dan berlari menuju mobilnya, Ranu harus segera menuju bandara dan kembali ke Jakarta.


Bbm dari Dinar :
"Ranu sayang, terima kasih kamu sudah menyanggupi keinginanku, menerima pinanganmu di tempat yang sangat aku kagumi dan di tanah kelahiranku, Lombok..."



#FFLombok