YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Selasa, 27 Maret 2012

Dear Jodohku

Dear Jodohku,
Hari ini aku sibuk. Sama seperti hari-hari sebelumnya, bahkan sejak awal kita berkenalan di pertengahan 2006.

Dear Jodohku,
Hari ini aku sibuk. Entah sampai kapan degup jantung ini berhenti dari rutinitasnya. Atau aku memang tak mampu untuk menghentikannya.

Dear Jodohku,
Hari ini aku sibuk. Mencoba melawan rasa hati yang terus meninggi dan memuncak.

Dear Jodohku,
Hari ini aku sibuk. Mengalihkan getaran yang terasa makin hebat ini seperti mengalihkan rindu yang tak berujung.

Dear Jodohku,
Hari ini aku sibuk. Merasakan cinta yang semakin menyesakkan namun membuat candu.

Dear Jodohku,
Hari ini aku sibuk. Memikirkan rasa kita yang kian dalam, bermakna, dan penuh kisah.

Dear Jodohku,
Hari ini aku sibuk. Bergenggaman denganmu, berpelukan dengan harapan kita.

Dear Jodohku,
Hari ini aku sibuk. Pasrahku hadir bertubi, hingga aku biarkan kecupmu bersarang.

Dear Jodohku,
Setiap detik ini terlalu sibuk untukku, setiap detik yang tak pernah mau aku gubris untuk diakhiri dengan apapun...

Karena ada kamu didalamnya
karena ada sayangmu yang mengikat relung kita
karena ada masa depan kita yang menunggu untuk selalu ditatap dan disusun penuh cinta

Dear Jodohku,
thank you for loving me, miss me and care for me so deeply :)


Love,


Wifey


Selasa, 20 Maret 2012

Here's My Prologue





Ramadhan 2004... Ruang kantor...

"Mbak, ajarin aku pake jilbab dong." Bos ku yang telah lebih dahulu menggunakan hijab sedikit kaget. "Serius?" Aku tersenyum.

"Kenapa mbak? Aku nggak pantes ya pake jilbab?"

"Nggak ada yang nggak pantes di mata Allah, apalagi perempuan yang mau menutup auratnya." Bos ku mulai melipat kerudung yang aku bawa dari rumah.

Ia memperhatikan rautku sambil senyum-senyum.

"Mungkin biasa lihat kamu tomboy ya, aku jadi pangling liatnya. Cantik."

"Cantik apa aneh mbak?" Aku mulai nggak PD.

"Yang aneh itu perasaan kamu aja, pake jilbab itu harus PD, yang pake baju minim aja PD nya sejuta."

"Tapi aku nggak mau keliatan kayak nenek-nenek mbak, aku mau keliatan tetep modis," kataku ketawa.

"Eh nenek-nenek aja banyak yang modis kok pake jilbabnya," ia ikut tertawa. "Yang penting pinter-pinter buat padu padan bajunya aja."

Ramadhan 11 tahun lalu mendadak membawaku untuk berhijab. Mulai dari teguran, dukungan, sampai cemoohan karena mereka nggak yakin aku bakal bertahan dengan hijabku, semua aku jalanin dengan sabar. Toh mereka nggak tahu bagaimana Allah telah begitu dahsyat "menyentuh" aku untuk menutup auratku. Jadi kenapa aku harus menerima dengan sia-sia?

Ya, awalnya masih berantakan, bahkan sangat berantakan, makanya lebih aman pake bergo aja :) Lalu aku ikut hijab class di kantorku, hasilnya lumayan lebih rapi. Seiring waktu aku malah ketemu teman-teman yang juga berhijab, banyak tanya-tanya tapi malah menemukan keribetan saat pakai hijab. Pasrahlah aku dengan gaya yang monoton simple. Tiba-tiba lihat website http://salsabeelashop.com banyak model yang aku suka banget seperti Basic Draft in Blue. Sekarang lagi itung-itung budget buat beli biar makin modis dengan berhijab :)









Senin, 19 Maret 2012

Time of Your Life

Another turning point...

Ini seperti mengingatkan kejadian beberapa tahun silam. Keterpurukan, jatuh bangun, sesal, maaf, dan pembenahan diri. Kita memang nggak akan pernah tahu akan kemana hidup kita, pun dengan kesalahan-kesalahan yang tanpa sadar kita membentuknya sendiri. Nggak akan sadar kemana kaki ini akan melangkah tanpa ada jiwa yang merangkul, membimbing, memeluk kepiluan kita. Waktu selalu membawa kita kearah yang tak tentu, ke tempat yang tak kita kenal, bahkan ke pangkuan orang-orang pandir sekalipun.

Dan pertemuan saya dengan hidup saya sendiri adalah kamu. Mengenalkan saya pada dunia, pada planet bumi, pada lenguhan, pada harapan. Jangan pernah mempertanyakan hidup, cukup jalanin yang terbaik karena banyak hal yang dapat dari tiap pelajaran. Lalu disitulah kamu, menjadi pelajaran yang tak perlu saya pertanyakan apalagi untuk diprediksi.


another turning point,
a fork stuck in the road,
time grabs you by the wrist,
directs you where to go,
so make the best of this test,
and don't ask why,
it's not a question,
but a lesson learned in time,
it's something unpredictable,
but in the end is right,
i hope you had the time of your life

so take the photographs and still frames in your mind,
hang it on a shelf,
in good health and good time,
tattoos of memories,
and dead skin on trial,
for what it's worth,
it's all worth all the while,
it's something unpredictable,
but in the end it's right,
i hope you had the time of your life



song by : Greenday








Jumat, 16 Maret 2012

Call me @donnosee

Abah, begitu kami menyebutnya, adalah laki-laki yang selalu penuh semangat dan kekepoan tiada tara. Menyadari kekepoannya itu saya yakin bahwa beliau tidak hanya sembarang kepo namun lebih kepada rasa pedulinya yang tinggi. Sikapnya yang seringkali memperhatikan kelakuan orang lain, kadang membuatnya sedikit terjebak untuk nggak komen. Dan tugas sang istri, bude Frieza, yang harus meredam niatnya untuk komen akan sesuatu hal, pun dengan omelan. Tapi Abah tetap Abah, beliau cuma ketawa setiap kali sang istri menegurnya untuk nggak icam ama sesuatu.

Saya dulu mengenal Abah dari suami saya melalui forum Indomanutd. Sejak awal mengenal beliau, saya tahu, beliau orang yang selalu respect akan sesuatu, nggak pernah memandang enteng atau merendahkan sesuatu. Yang jelas terbaca adalah beliau laki-laki yang sangat menghargai perempuan. Iya, itu bener. Kalau sampai saya salah tafsir ya biarlah nanti hidungnya makin besar (menilik kisah pinokio) :))

Hal yang paling nggak bisa dihindari dari beliau adalah mengajarkan anak saya, Randy, tarian dan jogetan-jogetan ajaib, 5 cara menguap ala padang, merespon twit-twit Loli dan DP, dan kebiasaannya akan typo :)) Berikut obrolannya dalam bahasa Padang yang bikin saya merasa seperti sedang menyetel cimbuak.

Abah, Aboh, Padang, Idung, Pak Kendra, apapun itu sebutannya, buat saya beliau sahabat yang menyenangkan, pendengar yang baik dengan keusilan tersendiri yang bisa bikin kita semua ketawa ngakak.

Semoga bude diberi kesabaran menghadapi celotehan-celotehannya yang ciamik :)

Kamis, 15 Maret 2012

Tentang @Rezaisk

Mengulik sedikit mengenai beliau yang rasa setia kawannya begitu besar dan dalam, nggak beda jauh sama suami saya, itulah mengapa saya seringkali berucap mereka 'abang adek'. Sepertinya hati dan otak mereka saling mengisi satu sama lain :) Mengenal lelaki besar ini buat saya seperti menyenggol kekocakkan, kelucuan, dan tentu saja kebesaran hatinya yang nggak beda jauh sama wujud aslinya.

Berkenalan dengan sosok Reza Iskandar, ayah berputra 3 ini, tidaklah susah. Ketoklah pintu forum Indomanutd dan panggil beliau dengan lantang, itu khusus pria, kalau wanita, tolong agak syahdu sedikit :) tapi untuk para pria tusbol, silakan langsung pasang posisi di depan pintu :p

Sampai detik ini sebenarnya saya masih berharap setiap kunjungannya ke Jakarta beliau mau membawa serta sang istri tercinta plus si bungsu Rakha. Tapi...yah..sudahlah... Sesekali saya dan sang istri, yang biasa disebut mama Ita, hanya bertegur sapa dan berbalas komen di twitter, padahal kalau ketemu langsung kan lebih enak gosipnya (loh?).

Itulah secuil kisah tentang om Reza, begitu biasanya Randy menyebutnya. Semoga para follower dan para member forum lebih teliti dalam mem-publish sesuatu karena beliau sangat peka terhadap hal-hal berbau celaan. Dan semoga mama Ita semakin tabah menghadapi ribuan alasan demi urusan "dinas" nya :))

Selasa, 13 Maret 2012

Reuni Sakit Hati

Terkadang suka bingung juga kenapa disebut sakit hati, nggak nampak jelas tapi bisa bikin orang saling bunuh-bunuhan. Dahsyat banget ya? Untungnya sakit hati saya nggak sampai bikin saya mau bunuh siapapun, apalagi sampai kepikiran cari mal keren buat terjun dari lantai teratas. Buat saya, separah apapun sakit hati saya, saya selalu minta Allah untuk memeluk hati saya dan pikiran saya. Biar saya nggak menyesal nantinya, biar saya juga nggak menyusahkan orang banyak. Sebesar apapun luka hati saya, biarkan Allah yang ikut campur didalamnya, bukan orang-orang yang sok kepo yang justru bikin saya jadi jengah. Kalaupun saya membuka diri pada segelintir sahabat, itu karena saya butuh pelukan kejujuran mereka :)

Dan hidup saya seperti sebuah reuni sekumpulan orang-orang tua nan uzur. Bermacam bentuk sakit hati melebur menjadi satu, bukan untuk sebuah dendam, bukan untuk sebuah pembalasan. Tak lebih untuk dipahami bahwa hidup memang nggak afdol kalau tanpa sakit hati. Jadi apapun wujudnya itu saya coba menikmati, sabar dan yang pasti menjalani dengan legowo.

Reuni saya yang pertama saat saya mengenal sahabat. Sejak saya mengenal kata teman dan sahabat, saya mungkin orang yang sangat menghargai arti didalamnya. Waktu kecil, saya belum menyadari bahwa bersahabat bukan berarti nggak ada amarah. Saya bisa jadi sangat kecewa saat sahabat membuat marah, kesal, kami ribut. Beranjak menjadi dewasa, saya makin mengerti bahwa amarah, kesal dan kecewa memang bumbu dari persahabatan, sebatas tidak berlebihan. Dan memang, setelah kami bertujuh terbiasa ribut satu sama lain, kami jadi makin kuat. Seringkali amarah-amarah itu malah menjadi bahan tertawaan kami. Kembali soal reuni luka ini, hal yang membuat saya amat sakit adalah saat ia menusukmu dari belakang. Menggunjingkanmu tanpa ijin, mencemoohkanmu degan muka manis. Lalu ia kusebut perempuan sundal. Masa sekolah itu menjadi kian rumit saat ia berusaha menjatuhkan saya beserta nilai-nilai pelajaran saya dengan mencari muka. Mungkin ia kekurangan jatah muka untuk dipertontonkan ke khalayak ramai. Dan nilai-nilai pelajaran kesukaan saya anjlok, berbuntut panjang pada omelan orangtua serta gosip-gosip. Aaaarrghh...rasanya pengen lempar mukanya pakai pintu kelas pas terima raport itu. Tapi saya hanya bisa menangis, bukan nggak bisa melawan. Hal yang paling enggan saya lakukan saat sakit hati adalah mengotori tangan atau anggota tubuh saya untuk sekedar menamparnya, menonjoknya, karena ia terlalu kampril untuk saya sentuh. Saya hanya bisa diam ditengah makian, hanya bisa mengangkat kepala pada Allah, tolong kuatkan saya...

Reuni saya berlanjut pada sosok bernama "pria". Nggak akan ada habisnya memang. Tapi sakitnya berawal dari kamu, iya kamu. Pria yang mendadak membuat hati saya lumer dan meleleh bin mimisan. Mengenal pria bukanlah kapasitas saya untuk bisa memiliki juga, tapi pria malah mendaratkan hatinya pada saya yang tomboy saat itu. Pria menjadi sangat penuh aturan, hingga saya menjelma menjadi feminin tanpa sikap cuek, ketawa cuwawa'an, celana pendek, dan membuang permen cup a cup kesukaan saya. Ia semakin cinta, tapi saya semakin eneg. Saya semakin jauh dari diri saya sendiri. Tapi cinta kemonyet-monyetan ini membuat saya makin terlihat kayak monyet seutuhnya. Menemukan pria dengan cewek lain dalam keadaan yang nggak sewajarnya itu rasanya seperti pengen membunuh kedua-duanya dengan pistol mainan. Nggak mampu. Apalagi menutup paksa hidung mereka dengan bantal penuh nista. Saya hanya berlalu dalam diam, melepas atribut feminin saya, menangis di lapangan bola. Pria, satu saat bukan saya yang akan menonjok kamu, cuma tangan-tangan Allah yang layak menamparmu.

Sakit hati selalu ada obatnya, apapun bentuknya, dari manapun asal obatnya. Minum, tenggak, rasain, telen, kunyah. Waktu adalah obat terbaik buat saya. Karena mencari pria lain bukanlah selalu jadi solusi indah di mata saya. Maka saya tetap berterima kasih pada sakit hati, pada mereka yang telah membuat saya memiliki ladang amal dari diri mereka. See..sakit hati nggak selalu merugikan dan menjadikan kita pendendam, kalau kita bisa kelola dengan benar (uhuy).

Selamat reuni :)


*Ini sebenernya gw terjebak ama tema gw sendiri nih huuuff....beraaatt...*

нαρρч вīяτнdαч 12th Indomanutd

Sebenarnya keberadaan saya dalam forum IndoManutd ini tidak ada, selain hanya seorang istri dari seorang suami penggila bola. Ya, saya cuma pendukung hobi suami :) Banyak hal yang saya lihat sejak suami bergabung dalam forum ini, buatnya forum ini adalah keluarga ke-2. Apapun yang berhubungan dengan forum ini saya selalu mendukung, karena saya mengerti disinilah semangatnya selalu ada. Mungkin bagi istri-istri penggila bola memang harus selalu punya ekstra bumbu sabar menghadapi semua jadwal bola yang tak jarang harus rela nunggu suami pulang pagi :) Tapi bersyukurlah, para suami hanya penggila bola bukan ngayap dugem gk penting. Yah itulah istri, apapun harus tetap bersyukur hehe..
Balik ke forum ini, buat saya forum ini bukan hanya sekedar forum. Dengan hanya menjadi istri sang admin saja saya jadi bisa dapat banyak teman. Mulai dari teman-teman suami yang laki, perempuan, bujangan, single mom, atau sesama istri. Dari cuma ketemu say hello saat diajak nonbar, sampai bisa deket jadi temen curhat. Iya, mungkin kalau suami bukan member forum, pertemanan saya belum seluas ini. Yang pasti ini juga karena saya mencoba membuka diri, memposisikan diri sebagai istri penggila bola. Nggak cemburuan, nggak rese, nggak gampang cemberut, nggak gampang marah, woles aja woles...hahahaa.. Saya dan suami sering juga berpikir dan menyayangkan, kenapa pas kita nikah kita belum kenal sedeket ini sama anak-anak Indomanutd ya? Iya, nggak kebayang itu pelaminan kayak apa rusuhnya :)) Saya sendiri tahu Indomanutd baru di 2007, pertama kali nonbar diajak suami ketemu tim larangan, bareng Anggot, Indraephe. Seinget saya kita dulu nonbar Chelsea di Kemang n Chelsea yang menang. Karena saya dulu masih suka Chelsea ​:p ✗í✗í✗í :p ✗í✗í✗í :p ✗í✗í✗í :p... Maap ini suka karena sama kayak nama gank SMA, Chelsie hahahhaa...
Hari ini Indomanutd mencapai 12 tahun, wow! Hebat! Dengan segala suka dukanya, dengan semua senyum, ketawaa, nangis, kesel, marah, kecewa, dan bahagia bareng. Semoga keberadaan forum ini akan selalu menjadi forum yang bisa dicontoh oleh forum lain. Semoga Indomanutd selalu punya kharisma dan keteguhan untuk nggak cuma manut wae. Semoga Indomanutd selalu punya ruang spesial di hati membernya, pun orang luar seperti saya. Semoga 12 tahun ini nggak menjadi sia-sia dengan cemoohan segelintir orang. Semoga 12 tahun ini semakin kuat. Selamat ulang tahun ke-12 Indomanutd :)

Kamis, 08 Maret 2012

Hati-hati Sayang :)

Hati-hati sayang, hati-hati dek, hati-hati nak, hati-hati pak... Semua kata "hati-hati" ini sangat sering kita dengar dan kita ucapkan, khususnya untuk orang-orang yang kita sayangi. "Hati-hati" biasa terucap karena rasa kepedulian kita terhadap mereka. Pun dalam kekesalan dan amarah, "hati-hati" masih terselip didalamnya. Judulnya saja sudah "hati-hati", pasti punya makna yang dalam dari hati ke hati yang tak hanya sekedar peduli. Sadarkah bahwa tiap kata yang kita ucapkan selalu ada doa didalamnya? Begitu juga halnya dengan kata "hati-hati".

Pernah nggak berpikir apa yang orang ucapkan untuk kita benar-benar dari hati atau nggak? Saya pernah. Tapi justru itu membuat saya jadi sedikit berburuk sangka terhadap manusia. Ada yang peduli kenapa diambil pusing? Yang terpenting adalah apa yang saya ucapkan untuk orang-orang selama ini memang murni tulus dari hati (uhuy) :)

Satu hari saya melihat pemandangan yang kurang sreg di mata saya. Iya buat seorang istri seperti saya (kalau lagi nggak kantor), 'mengantar' suami untuk tugas mencari nafkah buat keluarganya adalah hal yang wajib. Ritual kami setelah suami pakai helm adalah saya cium tangan, suami balik mencium saya. Tak lupa kata sakti "hati-hati yank..." Tapi pagi itu yang saya lihat hanyalah omelan dan cemoohan sang istri pada suaminya yang mau pergi mencari nafkah. Saya sampai terperangah. Boro-boro doa, bilang hati-hati aja nggak. Buat saya, semarah apapun saya, doa dan ucapan hati-hati selalu jadi perwakilan diri untuk langkah suami. Saat saya berucap hati-hati terhadap suami saya, itu mengandung banyak makna. Bukan saja saat suami berkendaraan, tapi semuanya. Ada kepercayaan yang kuat yang saya berikan pada suami saat ia sedang diluar, agar selalu dapat dijaga. Ada doa saya yang tak pernah lupa saya selipkan di tiap kata "hati-hati" yang saya ucapkan. Bahkan untuk anak saya yang hanya sekedar main ke rumah tetangga. Atau orangtua saya yang kadang cuma mampir ke Superindo. Apalagi ade saya yang memang menetap di lain daerah. Simple word but full meaning...

Jadi, nggak perlu ragu atau sungkan untuk bilang "hati-hati" kepada siapapun, karena itu adalah salah satu bentuk rasa peduli kita terhadap sesama. Nggak perlu takut dibilang basa-basi, nggak perlu mikir orang akan bosen dengan ucapan ini. Toh sepanjang jejak kaki kita memang harus selalu berhati-hati dan mawas diri bukan?

Sabtu, 03 Maret 2012

So I Speak to You

When I feel :

Sad

Dissapointed

Angry

Boring

Unsatisfied

Broken

Loose

Down

Blank

Scared

Empty

Alone

...

I speak to You,

I feel : ...

Fine

Comfort

Bless

Happy

Strong

Brave

Peacefull

Relax

Powerfull

...

Dear Allah,

I know You'll never leave me :)