YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Jumat, 16 Desember 2011

Jahitan, Sakit Gigi dan Perselingkuhan

Buat perempuan, hamil dan melahirkan adalah kodrat yang memang sudah harus dijalanin setelah menikah. Kalo belum menikah sudah hamil dan melahirkan? Wah gw nggak berani komen, karena sudah masuk area pribadi dan hobi pribadi ;) Melahirkan menurut gw adalah perjuangan sepanjang masa. Lebih dari perjuangan rakyat Indonesia saat perang melawan Belanda atau Jepang :) Lebih dari perjuangan saat kita berusaha ngeluarin BAB yang keras :)) Melahirkan adalah perjuangan antara hidup dan mati. Itulah kenapa para lelaki harus wajib kudu dan mesti hormat sama perempuan, apalagi perempuan itu adalah ibu atau istri lu sendiri. Saat gw melahirkan anak ke-2 gw hampir sebulan yang lalu, hal yang paling gw rasain sampe detik ini adalah jahitan bekas melahirkan yang cenat cenutnya luar biasa lama banget, bahkan lebih eksis dari cenat cenutnya Smash di tangga lagu mana pun. Menurut dokter, waktu gw ngejan alias ngeden itu gw sempet gerak gerak agak heboh alhasil bukan cuma sekitar area lahiran yang dijahit tapi agak sedikit meluas ke area belakang gw. Hell yeah! Kebayang kan sakitnya? Nggak dibius pula halaaahh...makasi loh dokter...gw malah harus nahan sakit pas lagi dijahit. Ini nikmatnya memang tiada dua, dahsyatnya tak terkalahkan. Gimana jaman nenek-nenek dulu yang anaknya bisa sampe 7 atau 10 walah...4 jempol deh dari gw :)
Kalo jahitan melahirkan sudah bikin gw meringis-meringis nahan nangis, sakit gigi nggak beda jauh. Bedanya adalah sakit gigi itu hasrat pengen nampol orangnya lebih besar dibanding ngerasain jahitan melahirkan. Tapi nggak tahu juga ya kalo sakit gigi bersatu dengan jahitan operasi gigi geraham paling belakang n akhir plus tumbuh dengan posisi nggak layak. Hadeeuuhhhh....nggak kebayang...secara gw sakit gigi biasa aja sudah ngamuk-ngamuk nggak jelas. Jujur, gw agak was-was kalo harus ke dokter gigi, mungkin karena memang nggak dibiasain dari kecil sama ortu gw jadi gw kadang ngeri sendiri hehe.. Apalagi kalo sampe di dokter lagi di ruang tunggu banyak gambar-gambar gigi bermasalah hmmm.... males yaaa... Rasanya saat sakit gigi gitu pengen gw angkat aja nih rahang titip ke bu dentist buat di service dulu ntar gw balik lagi :)) Kalo ada lagu lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati, asli deh, kalo gw sih menolak berat buat sakit gigi, gw mending sakit hati...
Iya beneran gw lebih milih sakit hati dari pada sakit gigi, tapi ya bukan soal selingkuh juga kali. Menurut gw perselingkuhan adalah hal tersakit seumur hidup. Yang melakukan sakit (sakit jiwa maksudnya), yang jadi pasangannya tersakiti. Perselingkuhan buat gw pembuktian sampe sejauh mana kadar rasa bersyukur lu. Kalo lu sudah bersyukur atas pasangan lu, apapun keadaannya, gw yakin lu nggak akan selingkuh. Sebesar apa sih rasa sakit akibat perselingkuhan? Amat sangat besar banget... Menurut gw lebih dari jahitan bekas melahirkan, lebih dari sakit gigi berbulan-bulan. Nah tadi katanya lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati? Iya secara lahiriah gw lebih milih sakit gigi. Buat gw perselingkuhan apapun alasannya ya tetep perselingkuhan, dan itu sakitnya luar binasa bkn biasa lg :) Entah kenapa banyak orang ngelakuin hal nista ini, mungkin tantangannya kali ya? Ya kenapa nggak banji jamping ajah atau jadi racer. Kalo lu memang sudah ngebet sama seseorang, beresin dulu aja urusan lu sama pasangan lu yang bener, baru cari pasangan lagi. Buat gw sih orang-orang kayak gini tinggal nunggu karmanya aja. Saat ini mereka masih jumawa, sombong, ngerasa paling bener plus membenarkan segalanya. Manusia model gini memang selalu lupa sama Tuhan, iya kan? Ya iyalah, sama pasangannya aja lupa gimana sama Tuhan :)
Antara jahitan, sakit gigi dan perselingkuhan sama-sama mengemban rasa sakit, menurut gw. Mungkin kadar sakitnya aja yang agak beda. Tapi mau gimanapun juga, rasa sakit tetaplah rasa sakit, sekuat tenaga lu coba buat denial ya tetap akan sakit. Meringis, menangis, ngedumel, sampe pengen nampol orang, itu sebagian dari efek yang ditimbulkan dari sakit. Well, itulah sakit, selama lu hidup lu akan terus menemukannya, walaupun lu menolak keras, dalam bentuk jahitan, sakit gigi, perselingkuhan, sakit perut, pengkhianatan, sakit kepala, apapun itu. Yang terpenting sebenarnya bukan sakitnya tapi gimana kita menyikapi rasa sakit yang kita rasain (tuh kan sok bgt bahasa gw :p ) dan menghadapi orang2 atau apapun yang menyakiti kita, pilih bersikap murka atau legowo :)

Selasa, 06 Desember 2011

Lengkapkah Hidupmu?

Satu persatu kepingan hidupku semakin bertambah. 4 Tahun 7 bulan yang lalu, seorang lelaki menjadi bagian hidupku. Memutuskan untuk memilihmu di usia kedekatan kita yang hanya 9 bulan adalah hal yang menakjubkan. Harapanku, smoga hati ini slalu kau jaga, kau sayang, tdk untuk dianiaya. Harapanku, sampai tua bersama kita tetap saling berpegangan tangan, apapun hal yang ada di depan kita. Bukan aku menggenggam tanganku sendiri. Bagiku, kamu bukanlah 'the missing puzzle' karena aku tdk menjadikan biduk kita sebagai permainan seperti layaknya puzzle. Kamu dan aku adalah keberkahan, ladang amal buat hidup kita. Kita adalah rasa syukur tanpa henti. Mencintaimu adalah hal khusus, menyayangimu adalah hal terindah, merindukanmu adalah hal yang tak pernah mau aku akhiri. Kamu menciptakan tangisan haru saat benih kita hadir, haru akan suara adzan yang berkumandang di telinga kanan mereka. Suami hanyalah sebuah kata jika tanpa istri, untuk itulah kamu ada, dan istri juga hanya sebuah kata tanpa suami, oleh karena itu aku ada. Luv u jodohku, luv u kuda jabrik ku, I luv u yank :)

Awal 2008, kepingan mungil di hidupku adalah kamu, putra kecilku. Kado ultah terindah yang pernah ada di sepanjang hidupku. Ya, kamu lahir seminggu stlh ultahku. Melahirkanmu di usia kehamilan yang masih 8 bulan membuatku belajar banyak mengenai hidup. Menjagamu setiap detik dan hela nafasku, menyayangimu di setiap aliran darahku, menyusuimu hingga kamu tumbuh. 3 Tahun 11 bulan yang lalu, kamu hanya bayi mungil yang tanpa daya harus masuk rs kembali karena bilirubin mencapai 22. Takutnya aku kehilanganmu nak... Tapi rasa ikhlas ku ternyata lebih besar, aku yakin kamu anak yang kuat. Alhamdulillah kamu tumbuh sehat nak... Kamu tumbuh menjadi anak yang sangat menyenangkan, walau agak sensitif kamu termasuk anak yang gampang mengambil hati orang lain. Ultah pertama dgn kue imut nan mungil, kamu lucu bgt, tiup lilin cuma kita sekeluarga plus oma opa. Ultah kedua dgn kue lumayan besar dan kumpul2 bareng keluarga, sepupu2, uwa, oma, opa. Ultah ketiga dgn kue yang besar bertema thomas train fav mu, semua teman, saudara, keluarga, kumpul merayakan ultah mu. Senangnya kamu nak... Tahun depan insyaallah kamu sudah mulai sekolah TK A, smoga kamu jd anak baik, sholeh,pintar dan penyayang. Apalagi sekarang kamu sudah menjadi abang yang sayang banget sama ade. Bunda dan Papa percaya kamu bisa jadi abang yang baik dan melindungi. I love u abang...muah!

Hampir di penghujung November 2011, kepingan mungil kembali hadir di ruang kebahagiaan kami. Putri kecil ku lahir dgn sehat dan selamat. Anak perempuan nan cantik dan putih. Smoga nama yang kami berikan menjadi doa di tiap langkah2 baru mu kelak nak... Jadilah perempuan baik, perempuan sholehah, perempuan yang menghargai dirinya sendiri, perempuan sabar dan memiliki keberuntungan seperti namamu. Jadilah perempuan yang mempunyai malu, hingga kamu hargai auratmu selalu. Jadilah perempuan yang kuat dan tangguh, perempuan yang tdk gampang menyerah. Smoga rintangan dan cobaan yang akan kamu hadapi nanti, selalu membuatmu semakin mengerti arti hidup. Selamat datang di dunia nan fana ini anakku... I love u ade...muah!

Dan sudah lengkapkah hidupmu? Ya, untuk semua kepingan ini, untuk semua keharuan ini, untuk semua kebahagiaan ini, bahkan untuk semua kepiluan, untuk semua kekesalan, untuk semua hari nan berawan mendung. Buatku semua kelengkapan ini adalah paket khusus dalam hidupku. Aku tdk menyebut semua ketidaknyamanan itu sebagai kesialan apalagi kepahitan. Toh semua orang memiliki paket khusus dalam hidupnya. Kalaupun aku merasa hidupku lengkap, mungkin yang paling bisa dirasakan adalah hadirnya kepingan2 mungil, RAF dan SAF. Anak2 akan selalu jadi bagian terpenting dalam hidupku saat ini. Mereka sumber kekuatanku, semangatku, dan alasanku untuk berjuang. Allah udah baik banget sama aku, udah melengkapi hidupku dengan semua ini, terima kasih ya Allah :)